Ibu Hamil Dilarang Konsumsi Kafein? Mitos atau Fakta?

Merries Insight
26 Februari 2016
Umum
Share
Ibu Hamil Dilarang Konsumsi Kafein? Mitos atau Fakta?

Mengenai fakta kafein, setiap orang sudah mengetahui bahwa kafein keberadaannya ada pada minuman sejenis kopi, teh, dan cokelat. Siapa yang tidak suka jenis minuman tersebut? Jawabannya sudah pasti hampir seluruh masyarakat di seluruh dunia menyukai jenis minuman tersebut. Namun tahukah Moms, meski minuman ini memiliki rasa yang nikmat tetapi memiliki kandungan kafein yang ternyata sangat berbahaya. Bahayanya karena dikonsumsi secara berlebihan dan secara terus menerus, terutama bagi ibu hamil menghindari kafein adalah mutlak.

Ada batasan umum konsumsi kafein per hari adalah 200 mg. Namun bukan berarti hal itu membuat Moms melakukan konsumsi secara continue ya meskipun per hari hanya minum dalam batasan tersebut. Karena faktanya kafein juga membawa efek kecanduan pada peminumnya. Lalu mengapa ibu hamil menghindari kafein begitu penting ya, Moms? Ibu hamil merupakan sesosok manusia yang mengandung dan di dalam kandungannya terdapat kehidupan manusia lainnya yaitu janin. Jadi ibu hamil tidak hanya membawa satu nyawa melainkan dua nyawa. Maka Moms memiliki tanggungjawab besar akan kelangsungan hidup janin selama dalam kandungan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya ada dampak atau resiko bagi peminum minuman yang mengandung kafein secara berlebihan dan terus-menerus. Lalu jika hal itu dilakukan oleh Moms tentu akan membawa dampak bagi janin.

Kafein merupakan stimulan yang mampu memberikan pengaruh pada sistem saraf simpatik untuk memberikan efek kejut pengirim pesan dari dan ke otak secara tiba-tiba. Berdasarkan hasil studi, kafein memiliki daya tahan selama 12 jam dalam darah manusia, Moms. Sehingga ibu hamil menghindari kafein itu suatu hal penting.

Fakta ibu hamil menghindari kafein ini juga berdasarkan penemuan riset BMC medicine adanya kafein yang terserap dalam tubuh ibu hamil juga membawa pengaruh pada rendahnya berat badan bayi ketika dilahirkan, terjadinya lahir prematur, serta menghambat laju tumbuh kembang janin saat berada dalam kandungan Moms.

Hal ini berdasarkan kenyataan yang ada bahwa kafein yang tercerna dalam tubuh Moms kemudian melewati plasenta yang akhirnya menjadi penghambat pertumbuhan janin. Karena kafein yang sudah terserap tubuh hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai ke tubuh janin dalam kandungan, Moms.

Sehingga sangat penting bagi Moms untuk memperhatikan asupan kafein melalui minuman favorit seperti kopi, teh maupun cokelat saat masa kehamilan. Bukannya dilarang Moms, akan tetapi lebih dianjurkan ibu hamil menghindari kafein berlebihan serta terus menerus. Karena dampaknya akan berlanjut pada janin. Bisa jadi nanti bayi yang Moms lahirkan akan mengalami kecanduan kafein karena selama Moms hamil tidak mengontrol konsumsi kafein tersebut.

Ketika Moms meminum kopi saat hamil, maka yang terjadi adalah lonjakan denyut jantung serta tekanan darah. Padahal selama kehamilan, kedua hal tersebut haruslah dijaga kestabilannya. Jika terjadi lonjakan tekanan darah saat Moms hamil membuat tubuh bekerja lebih kuat. Sehingga beban yang ditanggung bayi dan badan Moms menjadi makin berat.

Tak hanya itu, akan terjadi penurunan kemampuan tubuh Moms dalam menyerap nutrisi penting yang dibutuhkan janin. Jadi Moms, lebih baik ibu hamil menghindari kafein berlebihan. Kalau Moms termasuk penyuka kopi, hendaknya kurangi hingga di bawah batas maksimal konsumsi kafein harian untuk melindungi kandungan Moms.