5 Jenis Popok Bayi Rekomendasi Dokter

Merries Insight
05 Agustus 2020
Umum
Share
5 Jenis Popok Bayi Rekomendasi Dokter

Ada banyak jenis popok yang beredar di pasaran. Nah berikut merupakan popok bayi rekomendasi dokter yang aman dan nyaman untuk Si Kecil. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), popok yang ideal, harus dapat menjaga kestabilan pH, dan keringnya kulit serta mencegah terjadinya ruam. Untuk menopang fungsi tersebut, popok umumnya disusun menjadi 3 lapisan yaitu lapisan dalam, lapisan inti yang mengandung bahan absorben, dan lapisan luar.

Perkembangan teknologi di industri popok juga terus berkembang. Oleh karena itu, hadir juga popok yang memiliki daya serap maksimal namun tetap mengedepankan kenyamanan Si Kecil saat menggunakannya. 

Popok terbagi atas popok kain dan popok sekali pakai. Melihat tingginya mobilitas Moms kini, membuat popok sekali pakai menjadi primadona. Betapa tidak, sifatnya yang mudah digunakan dan memiliki teknologi tinggi yang mampu membuat Si Kecil nyaman dan sehat saat beraktivitas, menjadikan proses tumbuh kembang Si Kecil berjalan sempurna. Berikut beberapa hal yang bisa membantu Moms memilih popok bayi terbaik bagi Si Kecil. 

1. Terdiri dari 3 lapisan

 IDAI dalam lamannya menjelaskan, pada umumnya popok bayi sekali pakai terdiri dari 3 lapisan. Lapisan dalam, lapisan inti, dan lapisan luar. Ketiga lapisan ini diperlukan untuk membantu popok menampung cairan/kotoran lunak. Lapisan dalam umumnya berpori untuk mengurangi gesekan kulit dan ditambah dengan formula khusus, seperti zinc oxide, aloe vera dan petroleum untuk menjaga agar kulit tetap kering. Bahan absorben lapisan inti yang paling sering digunakan adalah selulosa dan absorbent gelling material (AGM) atau superabsorbent, yang terbuat dari sodium poliakrilat. 

AGM memiliki keunggulan dapat memisahkan cairan pipis dari kotoran lunak dengan cepat, menahan cairan di permukaan popok dan menjaga kestabilan pH. Lapisan luar popok sekali pakai umumnya bersifat kedap air, untuk memastikan tidak ada kebocoran. Meskipun struktur tiga lapisan ini umum ditemukan, biasanya tiap merek popok memiliki fitur tambahan berbeda untuk tiap lapisannya. Moms bisa mencari tahu perbedaan lapisan popok yang ditawarkan tiap merek popok bayi sekali pakai. 

Pada popok Merries, lapisan pertama terdiri dari lapisan berpori dengan bantalan popok lembut yang memiliki sirkulasi udara sangat baik, sehingga udara bisa bebas mengalir melalui permukaan gelombang. Sehingga tidak hanya membantu cairan terserap lebih cepat, pola bergelombang membuat cairan tersebar dengan merata dan terhindar dari menumpuk di tengah. Kemudian pada lapisan kedua adalah lapisan penyerap. Namun, pada popok Merries, lapisan kedua juga dapat dilalui udara, sehingga popok bebas pengap. Lalu, pada lapisan terluar, selain kedap udara, popok Merries juga mampu mengeluarkan udara lembap dari dalam popok. Moms tidak perlu khawatir terhadap kebocoran, karena pori-pori pada lapisan terluar popok Merries didesain khusus agar cairan popok dari dalam atau dari luar tidak merembes masuk

2. Harga yang sesuai

Hal lain yang juga tidak kalah penting dalam popok bayi rekomendasi dokter adalah kesesuaian harga. Kebutuhan Si Kecil sangatlah banyak, oleh karena itu perihal kesesuaian harga juga masuk dalam jenis popok yang baik.

Pasalnya jika Moms menghabiskan dana besar untuk membeli popok, maka kebutuhan lain Si Kecil berpotensi terhambat. Nah, Moms bisa tetap mendapatkan popok berkualitas tinggi dengan harga miring. Asalkan momentum pembeliannya tepat, dengan memanfaatkan promo-promo online di banyak e-commerce.

3. Popok yang bahannya aman

Jenis popok bayi rekomendasi dokter berikutnya adalah pilihlah popok yang memiliki bahan yang aman bagi anak. Salah satu cara yang paling mudah bagi Moms dan Dads dalam memastikan hal tersebut adalah dengan mencari popok yang tidak memiliki bau apapun yang menonjol. Popok dengan bau yang menonjol biasanya mengandung bahan kimia yang keras. Adanya aroma kimia di dalam popok dikhawatirkan dapat memicu terjadinya alergi pada kulit sensitif Si Kecil. 

Moms juga bisa mencari popok yang telah memiliki sertifikasi dari organisasi kesehatan. Salah satunya adalah popok Merries Good Skin, popok ini menjadi satu-satunya popok di Indonesia yang telah lulus uji klinis dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).

4. Sesuaikan popok dengan karakteristik Si Kecil

Popok bayi rekomendasi dokter berikutnya adalah popok yang sesuai dengan karakteristik fisik dan kebiasaan Si Kecil. Ketika usianya masih berada di rentang 0 hingga 5 bulan, popok berjenis tape atau perekat merupakan popok yang sangat baik untuk usianya. Di usia tersebut, Si Kecil belum terlalu banyak bergerak dan masih sering pipis dan juga BAB lunak. Sehingga penggunaan popok tape bisa memudahkan Moms untuk mengganti popok kotor dengan popok yang baru.

Sementara pada usia 6 bulan ke atas, Si Kecil sudah bisa menggunakan popok celana. Dengan model popok tersebut, aktivitas berguling, merangkak dan juga kegiatan lainnya bisa berjalan dengan baik. Popok tidak akan mudah turun ataupun lepas. Karena terdapat karet yang berfungsi seperti layaknya celana bagi orang dewasa.

5. Ukuran popok harus pas

Popok bayi rekomendasi dokter berikutnya adalah popok yang memiliki ukuran pas ketika dikenakan. Jangan terlalu longgar juga jangan terlalu ketat. JIka popok bayi longgar, kotoran dan juga cairan berpotensi keluar dan tidak tertampung sempurna. Hal tersebut akan mengganggu aktivitas Si Kecil. Nah jika popoknya terlalu sempit, kemungkinan iritasi kulit bisa bermunculan dari kulit Si Kecil yang lecet karena bergesekan dengan popok. 

 Jadi sesuaikan dengan berat badan ya Moms. Umumnya, bayi dengan berat 0-5kg menggunakan ukuran NB, bayi dengan berat badan 4-8kg bisa menggunakan popok dengan ukuran S, popok M bisa Moms pilih jika bayi memiliki berat dari kisaran 6 hingga 11 kg, dan seterusnya. Mungkin Moms bingung ketika melihat ukuran popok S dan M yang tumpang tindih, hal ini untuk mengakomodir bentuk tubuh bayi yang berbeda meskipun berat badan yang sama. Misalnya, ada bayi yang lebih berat di bagian perut dan bayi lain lebih berat di bagian paha. Moms bisa melihat bagan popok berdasarkan berat badan milik Merries di sini sebagai rujukan.

Penggantian Popok yang Baik

Penting untuk diingat bahwa popok harus selalu diganti setiap selesai pipis atau buang air besar. Disarankan untuk mengganti popok tiap 3-4 jam sekali. Untuk menentukan perlu tidaknya penggantian popok, Moms dapat menggunakan alarm penanda pipis yang ada di popok Merries Premium Pants, yakni dengan melihat perubahan warna pada popok bila terkena pipis.

Bila tali pusat Si Kecil belum putus, Moms dan Dads harus lebih berhati-hati ketika sedang mengganti popok. Pastikan juga bahwa popok tidak mengenai atau menutupi area tersebut, alasannya untuk menghindari cairan pipis dan kotoran lunak mengenai tali pusat karena dapat menyebabkan infeksi. Bagian ini perlu dijaga agar terpapar udara sesering mungkin agar luka cepat kering