3 Kelainan Kaki Bayi yang Patut Diwaspadai

Merries Insight
25 September 2014
Umum
Share
3 Kelainan Kaki Bayi yang Patut Diwaspadai

Kaki merupakan organ tubuh yang berfungsi mendukung tubuh dan melakukan berbagai gerakan. Kelainan kaki pada bayi biasanya berdampak langsung pada lambatnya perkembangan fisik bayi terutama terkait dengan kemampuan melakukan ketrampilan – ketrampilan dasar anak seperti duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Berikut ini beberapa kelainan kaki bayi yang dapat berdampak pada tumbuh kembang seorang anak.

  1. Knee hyperextension merupakan kelainan pada sendi lutut yang terjadi karena janin mengalami posisi tidak normal ketika berada dalam kandungan. Kelainan ini akan dapat dideteksi ketika bayi baru lahir karena bentuk persendian di lutut yang terlihat menonjol ke depan. Penanganan untuk kasus kelainan kaki ini baru dapat dilakukan setelah bayi berumur 2 tahun. Penggunaan penopang pada lutut merupakan pilihan pertama hingga anak berumur 6 tahun. Jika terapi ini gagal maka operasi epifisiodesis dapat dilakukan sambil terus memantau perkembangan lutut anak. Jika terapi ini masih belum berhasil maka operasi osteotomy dapat dilakukan setelah anak berumur lebih dari 10 tahun.
  1. Congenital Talipes Equinovarus terjadi dengan ciri rotasi tungkai bawah ke sisi dalam sehingga anak akan berjalan menggunakan sisi luar kaki. Hal ini terjadi karena tekanan dalam kandungan ataupun kelainan sendi dan otot bawaan. Terapi dengan menggunakan gips dengan durasi 1 – 2 minggu selama 2 – 3 dapat dilakukan. Tindakan operasi dapat dilakukan namun selalu ada resiko komplikasi dan kekambuhan sampai dengan umur 10 tahun.
  1. Perbedaan panjang tungkai termasuk kelainan yang kadang tidak terdeteksi sampai dengan umur belajar berjalan atau ketika anak mengenakan celana panjang. Perbedaan panjang di bawah 2 cm dapat dikatakan tidak berbahaya, sedangkan perbedaan lebih dari 2 cm dapat membuat anak kesulitan belajar berjalan serta memicu skoliosis dan nyeri punggung dalam jangka panjang. Shoe lift atau mengatur ketebalan alas kaki dapat dilakukan jika perbedaan masih di bawah 5 cm, sedangkan tindakan operasi diperlukan untuk melakukan koreksi jika perbeadan panjang melebihi 5 cm.

Ketelitian moms merupakan elemen penting dalam mendeteksi kelainan kaki pada bayi karena tidak jarang bayi lahir dengan kaki yang terlihat tidak normal. Namun selama kaki kanan dan kiri terlihat simetris dengan bentuk tulang yang lurus atau tidak ada bengkok serta tidak ada rotasi yang mengarahkan telapak kaki terlalu ke dalam atau ke luar maka kaki bayi masih dikatakan normal.