Yuk Latih Si Kecil agar Mandiri Dengan Baby-Led Weaning

Merries Insight
03 September 2019
Tumbuh Kembang
Share
Yuk Latih Si Kecil agar Mandiri Dengan Baby-Led Weaning

Artikel ini berisi tentang :

  1. Apa itu baby-led weaning?
  2. Bagaimana cara melakukan baby-led weaning?
  3. Manfaat Baby-led Weaning
  4. Menurunkan Risiko Obesitas

Kebanyakan orangtua tentu ingin anaknya mandiri, bahkan kalau bisa kemandirian ini harus dia miliki sejak dini. Nah, untuk membiasakan Si Kecil mandiri sejak dini, ada banyak hal yang harus Moms lakukan, salah satunya melatih kemandirian Si Kecil dengan menerapkan latihan baby-led weaning.

Apa itu baby-led weaning?

Baby-led weaning merupakan metode pemberian makanan dengan cara membebaskan Si Kecil untuk makan sendiri. Selama proses makan, Si Kecil akan aktif mencomot dan mencicipi makanan yang menurut dia enak. Umumnya, dalam metode ini makanan yang digunakan adalah sejenis finger foods.

Karena membebaskan Si Kecil makan sendiri, tentu saja ini cukup berisiko Moms, salah satunya membuat lantai dan pakaian Si Kecil kotor, dan makanan yang dia konsumsi tidak terlalu banyak karena dimainkan.

Metode baby-led weaning sendiri merupakan kebalikan dari metode spoon feeding yang memposisikan Moms sebagai pihak yang mengendalikan proses makan, yakni Si Kecil tidak diperbolehkan untuk menyentuh makanan karena pemberian makan dilakukan dengan metode menyuapi.

Selain menghasilkan lantai dan pakaian yang kotor, baby-led weaning ternyata memiliki cukup banyak manfaat, salah satunya untuk meningkatkan kemandirian.

Bagaimana cara melakukan baby-led weaning?

Dilansir dalam hellosehat, baby-led weaning dilakukan dengan cara, memberikan makan kepada Si Kecil dengan makanan yang bisa dia comot atau finger foods, misalnya wortel, brokoli dan sayuran lainnya yang dipotong-potong dadu, potongan buah-buahan dan lainnya.

Setelah itu, sajikan makanan-makanan tersebut di dalam wadah yang menarik bagi Si Kecil. Biarkan Si Kecil duduk di atas kursi, dan biarkan dia makan dengan tangannya sendiri. Kalau dia menginginkan, Moms pun bisa memberikan sendok padanya.

Agar metode ini berjalan maksimal, sangat disarankan untuk memperhatikan beberapa hal berikut ini, diantaranya adalah.

  1. Pastikan alat yang digunakan benar-benar aman, misalnya piring atau mangkuk makan Si Kecil sebaiknya terbuat dari plastik.
  2. Dudukkan Si Kecil di atas kursi makan, dengan pelindung yang harus terpasang di sisi kanan-kiri, dan bagian depannya.
  3. Sebaiknya metode baby-led weaning ini dilakukan pada Si Kecil yang sudah berusia 8 bulan, atau yang sudah biasa mengonsumsi makanan padat.

Selain itu, usahakan semua makanan tersebut diolah dengan cara direbus atau dikukus. Hindari makanan yang bisa membuat Si Kecil tersedak, atau makanan ringan yang akan lengket di tangan begitu terkena air.

Manfaat Baby-led Weaning

Penelitian yang dilakukan University of Nottingham, menyebut jika bayi yang dibesarkan dengan cara makan baby-led weaning, mampu mengembangkan kemandirian ketimbang bayi yang dibesarkan dengan cara makan metode spoon feeding.

Hal ini disebabkan karena dalam metode baby-led weaning, Si Kecil mendapatkan kebebasan penuh untuk mengontrol keinginannya. Dia bisa memilih dan mencicipi makanan yang diinginkan, tanpa harus tertekan dengan kewajiban untuk menghabiskan makanan.

Selain itu, karena terbiasa menggunakan tangannya sendiri untuk makan, Si Kecil yang dibesarkan dengan metode baby-led weaning pun memiliki koordinasi antara motorik kasar dan halus yang lebih baik. (oleh Dr. Ellen Townsend, profesor psikologi dan peneliti dari The University of Nottingham)

Menurunkan Risoko Obesitas

Karena mampu mengambil keputusan sendiri kapan harus makan, dan kapan harus berhenti saat perut sudah terasa kenyang, Si Kecil yang sudah terbiasa makan sendiri pun akan cenderung terhindar dari obesitas.

Menurut Ellen, kebiasaan ini berbeda dengan metode spoon feeding yang cenderung memaksa Si Kecil untuk menghabiskan makanannya, meskipun dia sudah merasa kenyang.

Meskipun begitu, Moms harus siap dengan risiko yang mungkin muncul dari kebiasaan makan ini, salah satunya lantai, pakaian dan area makan yang cenderung berantakan. Selain itu, metode ini pun berisiko menyebabkan makanan masuk ke dalam mata, yang membuat Si Kecil merasa perih dan kesakitan.

Risiko lainnya, Si Kecil bisa saja mengalami kekurangan gizi karena makanan yang diberikan dalam metode ini cenderung fokus kepada makanan padat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan jarang diberi makanan tinggi protein, seperti susu, daging dan lainnya.

Risiko lainnya, Si Kecil bisa saja tersedak karena mengonsumsi makanan tanpa dikunyah terlebih dahulu, atau karena makanannya yang terlalu keras. Makanya, penting untuk memastikan makanan tersebut benar-benar aman dan mudah dikonsumsi Si Kecil.

Untuk mengurangi risiko-risiko di atas dan agar metode makan Si Kecil ideal, Moms bisa melakukan modifikasi atau menggabungkan metode baby-led weaning dengan tetap mengikuti aturan umum pemberian makan anak, seperti:

  • Memastikan faktor kesiapan dan keamanan bagi bayi, seperti posisi Si Kecil harus sudah menegakkan dada dan selama proses makan dapat mempertahankan posisi tersebut dan harus didampingi orang dewasa saat makan.
  • Memperkenalkan berbagai macam makanan, termasuk makanan tinggi protein, seperti susu, daging dan lainnya.
  • Pastikan makanan cukup lembut sehingga mudah hancur di dalam mulut Si Kecil.

Hindari makanan yang berisiko menyebabkan tersedak, yaitu makanan berbentuk bundar, seperti kacang, popcorn, buah anggur, dan lainnya.