Warna dan Gender Anak

Merries Insight
10 Januari 2015
Kesehatan
Share
Warna dan Gender Anak

Perlu Moms ketahui bahwa selama masa perkembangan si kecil, ada beberapa warna tertentu yang dianggap identik dengan gender atau jenis kelamin tertentu. Contoh mudahnya saja adalah warna pink. Tidak dipungkiri bahwa warna ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan anak perempuan. Bahkan warna ini dianggap sebagai warna yang feminin. Seolah-olah hanya anak perempuan saja yang diperbolehkan menggunakan berbagai atribut dengan warna ini seperti aksesoris, baju, tas, sepatu, dan berbagai pernik lainnya.

Lalu bagaimana dengan anak berjenis kelamin laki-laki? Mereka harus memakai sesuatu yang warnanya cenderung gelap seperti warna coklat, hitam, abu-abu, dan biru. Padahal ini sebenarnya hanyalah ‘aturan’ yang dipercayai oleh masyarakat di sekeliling kita saja Moms.

Moms sendiri mungkin merasa penasaran dan bertanya-tanya apa hal ini akan berpengaruh terhadap feminitas atau maskulinitasnya? Jawabannya adalah tidak. Bila anak laki-laki suka dengan warna pink, ini bukan berarti anak laki-laki itu pasti feminin. Moms tidak perlu melarang anak untuk menyukai warna tersebut. Sementara itu, Moms dapat mencoba mencari informasi terkait warna kesukaannya ini.

Bukan tidak mungkin, buah hati Moms menyukai warna ini karena seseorang yang paling ia sayangi sangat suka dengan warna ini, yaitu Moms, mamanya. Yang paling penting, jangan mencoba melarang anak laki-laki suka dengan warna pink. Jika iya, anak bisa-bisa akan terus menerus mencecar Moms dengan segudang pertanyaan tentang kaitan antara warna pink kesukaannya dengan perempuan.

Pasalnya pada saat anak kecil menyukai suatu warna seperti anak laki-laki yang suka dengan warna pink, pada dasarnya mereka tidak pernah tahu bahwa warna pink diidentikan oleh masyarakat untuk anak perempuan. Sebaliknya anak perempuan yang menyukai warna hitam dianggap tomboy. Ingat Moms, anak-anak sama sekali tidak tahu menahu dengan warna “cewek” atau warna “cowok”. Intinya mereka hanya “suka” dengan warna tersebut.

Moms tidak perlu memaksa mereka untuk beralih menyukai warna yang lain. Biarkan saja anak suka dengan warna tersebut sejauh hal ini tidak membuat anak bertingkah laku aneh misalnya saja anak laki-laki yang suka warna pink kemudian juga suka bertingkah laku seperti anak perempuan.