Tangani Sifat Moody pada Anak

Merries Insight
11 Februari 2015
Umum
Share
Tangani Sifat Moody pada Anak

Dr. John Duby selaku dokter spesialis anak dan kesehatan mental menjelaskan bahwa batita kerap kali bermasalah dengan kontrol diri. Masa batita adalah masa di mana seorang batita sedang memasuki masa belajar untuk berkomunikasi dengan orang lain yang ada di sekitarnya. Karena inilah mood-nya menjadi tidak stabil alias mudah sekali berubah. Dalam waktu yang singkat, batita yang semula riang gembira dapat berubah menjadi sedih dan bahkan menangis. Jika moms sejak dini sudah mengajari bagaimana cara mengontrol emosi pada batita anda, sikap moody pada balita anda dapat berkurang serta kemampuan kontrol diri batita anda akan meningkat dengan sendirinya.

Berikut terdapat beberapa cara penanganan mood batita yang bisa anda coba:

Mood marah

Mood marah yang dialami oleh batita biasanya dipicu oleh beberapa hal seperti lapar, diajak pulang, diberhentikan ketika sedang bermain, atau bisa juga karena keinginannya tidak dituruti oleh orang tuanya. Cara mengatasi batita yang sedang marah cukup simpel. Bungkukan tubuh anda hingga wajah anda sejajar dengan tinggi batita anda lalu jelaskan padanya dengan lembut. Katakana padanya, “Adek boleh marah, tapi ini sudah waktunya Adek pulang”. Jika batita anda masih marah ulangi lagi kata-kata tersebut. Jangan lupa sentuh lengannya dengan lembut serta sentuh rambutnya dengan lembut agar batita anda lebih tenang.

Mood frustasi

Mood frustasi pada batita biasanya dipicu oleh gagalnya batita untuk melakukan sesuatu dengan menggunakan kemampuan motoriknya. Karena gagal meski sudah mencobanya berulang kali, membuatnya kesal dan frustasi. Cara menanganinya yaitu dengan memberinya semangat dengan mengatakan, “Ayo, Adek pasti bisa. Coba lakukan lagi, Dek”. Jangan lupa beri pujian ketika dia berhasil melakukannya.

Mood sedih

Pemicu mood sedih yang paling sering dialami oleh batita adalah rusaknya atau jatuhnya benda/ makanan/ minuman yang disukainya. Sebagai contoh, es krim jatuh, balon meletus, mainannya jatuh dan rusak. Solusinya, peluk batita dengan lembut lalu katakana, “Moms mengerti. Adek pasti sedih karena es krim kesukaan Adek jatuh. Nanti moms belikan lagi ya.”