Stimulasi Otak Bayi

Merries Insight
24 Desember 2014
Tumbuh Kembang
Share
Stimulasi Otak Bayi

Bayi lahir dengan 100 milyar sel di mana sebagian sel tersebut telah terhubung sejak ia lahir dan akan berakhir pada saat anak berusia 3 tahun. Sampai usia 6 bulan, otak bayi 75% dari besar otak orang dewasa. Hingga usia 8 bulan, otak bayi sudah mampu menanggapi kejadian yang ada di sekelilingnya. Oleh sebab itu berikan stimulasi yang tepat seperti berikut ini:

  1. Pijat Bayi

Lakukan pijat bayi secara santai. Tiap pijatan akan merangsang sel saraf otak agar saling terhubung.

  1. Senam Ringan

Ajak bayi melakukan senam ringan seperti gerakkan tangan bayi secara menyilang di depan dada. Gerakkan kaki seperti sedang mengayuh sepeda. Bayi akan menikmatinya asal tidak terlalu lama. Cukup lakukan sebanyak 4 hitungan saja.

  1. Mengajak Bicara

Ajak si kecil bicara apapun kegiatan yang tengah Moms lakukan. Bayi akan belajar berbicara dan berbahasa. Memberi jeda di setiap akhir kalimat akan mengajarkan pola percakapan dan pola bicara. Berbicaralah dengan intonasi yang berubah agak drastis untuk merangsang otak bayi.

  1. Bernyanyi

Nyanyikan lagu yang sama untuk bayi setiap hari. Dengan mengulang nyanyian tersebut, bayi akan belajar menghafal dan memprediksi lagu

  1. Perlihatkan Gambar Menarik

Tunjukkan gambar – gambar berwarna terang dan kontras dari buku bayi. Tetapi sebaiknya tidak lebih dari 2 gambar agar si kecil tidak bingung.

  1. Ci Luk Ba

Ajak si kecil bermain ci luk ba. Ini akan mengajari anak tentang objek permanen. Walaupun bayi tidak melihat Moms, tidak berarti Moms tidak ada. Permainan ini memberi landasan kepercayaan bayi kepada Moms.

  1. Menirukan Eskpresi Bayi

Tirukan ekspresi wajah bayi dan suaranya supaya ia belajar bahwa ia dapat memberi pengaruh terhadap lingkungannya.

  1. Mengubah Posisi Bayi

Ubahlah posisi bayi tiap 30 menit supaya ia bisa melihat sekeliling dari berbagai sudut pandang. Posisi tersebut seperti tengkurap, telentang, dan berdiri tegak. Pangku bayi di pangkuan Moms, goyang kaki dengan lembut.

  1. Rattle

Untuk menguji pendengaran si kecil, bunyikan rattle di dekat telinganya dan dilanjutkan ke arah belakang. Anak akan belajar memusat pendengaran terhadap bunyi.