Stimulasi Bicara Sejak Janin Hingga Usia 2 Tahun Agar Tumbuh Kembang Optimal

Merries Insight
09 April 2020
Umum
Share
Stimulasi Bicara Sejak Janin Hingga Usia 2 Tahun Agar Tumbuh Kembang Optimal

Melakukan stimulasi penting dilakukan sejak janin, salah satunya stimulasi bicara. Ya, janin ternyata sudah bisa mendengar suara pada usia 20-23 minggu kehamilan. Bahkan, ia bisa merespons suara yang didengarnya dengan cara bergerak-gerak. Kenapa janin kok bisa mendengar? 

Perlu kita tahu Moms, pada usia kehamilan 24 minggu, organ koklea (organ penting dalam indera pendengaran di telinga) janin sudah berkembang dan berlanjut sampai lahir.  Selain itu, 

sensor pendengaran dan otak bayi sudah berkembang ketika berusia 30 minggu. Mulai usia ini, otak janin mampu membedakan pola suara yang berulang dan menyimpan pada ingatan hingga nanti ia lontarkan ketika mulai bisa berbicara. Sedangkan fungsi pendengaran janin akan sempurna di trimester ketiga. Pada saat ini pertumbuhan dan perkembangan bayi begitu pesat.

Lalu, apa yang bisa Moms lakukan? Moms bisa membantu perkembangan otak janin dan koneksi antara saraf di otak dengan cara berinteraksi, termasuk berbicara dan bernyanyi.  Kemudian, membacakan cerita, mendengarkan musik, atau bahkan hanya berbicara dengan janin, Moms sudah mengajarkan tentang “proses belajar” sehingga membantu pertumbuhan perkembangan otak janin. Saat lahir, ia memberikan respons bahwa ia mengerti apa yang dikatakan ibunya selama di kandungan.

Baca Juga : Pentingnya mengatur jadwal menu MPASI bayi 6 bulan

Kemudian saat lahir ke dunia, tangisan bayi adalah kemampuan bahasa pertamanya. Semakin bertambah usia, semakin berkembang pula kemampuan bahasa bayi. 

Nah, mengacu pada grafik skrining perkembangan anak Denver II, berikut tumbuh kembang bayi 4,6, 8 & 24 bulan. terutama kemampuan bahasa sesuai dengan usia sebagai berikut:

Usia 0-6 bulan

Selain menangis, kemampuan bahasa bayi di awal kelahiran adalah memberi respons ketika mendengar suara lonceng atau bel. Sekitar usia 1 bulan 3 minggu, ia sudah dapat mengatakan “ooh” dan “aah” saat Moms mengajaknya bicara. Di usia 2 bulan 2 minggu, bayi biasanya sudah bisa tertawa. Seminggu kemudian, bayi dapat memekik keras sebagai cara menunjukkan keinginannya. Kemampuan bahasa usia di atas 5 bulan, bayi mulai mengubah suaranya seperti hendak bicara.

Berikut cara stimulasi kemampuan bahasa usia 0-6 bulan:

  1. Ajak bicara 

Moms bisa memulai melatih kemampuan bahasa bayi dengan rajin mengajak si kecil berbicara banyak hal. Meski mungkin si kecil belum mengerti, tapi cara ini membuatnya paham bahwa Moms sedang mengajaknya berkomunikasi.

  1. Jelaskan hal yang dilakukan 

Cobalah dengan lebih sering menjelaskan padanya apa yang sedang Moms berdua lakukan, hal tersebut penting dilakukan untuk menstimulus tumbuh kembang bayi. Saat akan mengajak mandi, Moms mengatakan, “Kita mandi dulu ya sayang. Enak nih pakai air hangat.” Kemudian  Moms lanjutkannya dengan, “Sudah mandi, sudah wangi, sudah cantik/ganteng, sekarang kita minum susu ya, Nak.”

Usia 6-12 bulan

Perkembangan kemampuan bahasa si kecil semakin meningkat. Ia bisa menirukan suara yang baru saja didengarnya.  Pada usia 6 bulan 3 minggu, kosa kata pertama yang berhasil dilontarkan si kecil. Contoh “a”, “i”, “u”. Pada usia 7 bulan 2 minggu, si kecil berusaha mengkombinasikan kosa kata. Bayi mengatakan, “ba-ba”, “ga-ga”, “ja-ja”, dan sebagainya.

Di usia ini juga, bayi belajar mengucapkan “dada” dan “mama” dan mulai berhasil mengucapkannya meski belum  begitu spesifik pada usia 7 bulan 3 minggu. 

Seiring bertambahnya usia, bayi akan banyak mengoceh dengan baik. Usia 11 bulan, ucapan “mama” dan “dada” bayi tampak lebih jelas. Di usia 12 bulan, si kecil dalam proses dapat mengucapkan 1 kata dengan baik.

Berikut ini cara melatih kemampuan bahasa bayi usia 6-12 bulan:

  1. Bacakan cerita untuk bayi

Tidak ada kata terlalu cepat untuk mulai membacakan cerita pada bayi, sebagai upaya melatih kemampuan bahasa bayi. Meski si kecil belum mampu membaca, Moms bisa menggunakan buku cerita yang didominasi oleh beraneka macam gambar menarik agar menarik perhatian si kecil. Sambil membacakan cerita, jelaskan satu per satu pada si kecil nama dari setiap gambar di dalam buku  itu. 

  1. Lebih sering menyebut “dada” dan “mama”

Nah, cobalah Moms melatih kemampuan bahasa bayi dengan menyebutkan nama Moms dan ayahnya dengan panggilan tertentu. Selain itu, setiap kali mengajaknya bicara, bisa mengatakan “Yuk, kakak ganti popok dulu sama Mama.” Perlahan-lahan, bayi secara refleks akan menyebut “dada” atau “mama”. Lama-kelamaan si kecil dapat mengucapkannya dengan sangat fasih.

Usia 12-18 bulan

Ketika usia 13 bulan, ia mulai lebih fasih mengucapkan 1 kata, tapi sedang belajar untuk lancar mengatakan 2-3 kata. Ketika usia 14 bulan, bayi telah mampu mengucapkan 2 kata dengan baik.

Usia 16 bulan, perkembangan kemampuan bahasa bayi semakin baik. Kemampuan si kecil mengucapkan 1-3 kata makin lancar. Saat usianya 18 bulan, ia terus belajar menambah kata-kata yang mampu diucapkannya.

Berikut cara stimulasi kemampuan bahasa  usia 12-18 bulan

  1. Kenalkan bayi dengan nama-nama benda

Setiap kali si kecil sedang bermain atau Moms mengajaknya berjalan-jalan di luar rumah, jelaskan padanya satu per satu nama objek yang ditemui. Di usia lebih dari 1 tahun ini, ia sedang belajar untuk mengerti nama-nama benda, khususnya yang sering ia lihat.

  1. Ucapkan rangkaian kata

Anda dapat memperbanyak mengucapkan rangkaian kata. Setelah hafal dan mengerti 1 kata, ia akan mengoleksi kata-kata lainnya, hingga mampu memahami 3-5 kata di akhir usia 18 bulan.

Usia 18-24 bulan

Usia 18 bulan si kecil masih dalam proses belajar untuk mampu mengucapkan sekitar 6 kata. Di usia ini juga, ia sedang belajar menunjuk sekitar 2 gambar dan mengkombinasikan kata saat berbicara.

Si kecil biasanya-benar fasih menunjuk 2 gambar di usia 21 bulan dan mengkombinasikan kata di usia 23 bulan . Selain mengkombinasikan kata, si kecil juga dapat menyebutkan sekitar 6 nama anggota tubuhnya. Contohnya mata, hidung, mulut, telinga, tangan, kaki, dan lain sebagainya. Menginjak usia 24 bulan, ia belajar untuk mengerti setidaknya 1 nama gambar, seperti menyebut gambar rumah, gedung, dan pohon.

Berikut cara melatih kemampuan bahasa bayi usia 18-24 bulan:

  1. Dengarkan musik

Bukan sekadar menyenangkan dan menghibur, musik juga dapat membantu melatih kemampuan bahasa bayi. Di awal, ia mungkin hanya mengucapkan lirik lagu tersebut dan belum begitu fasih. Seiring waktu, pengucapannya akan menjadi lebih lancar disertai dengan kemampuannya untuk mengerti arti lagu yang selama ini ia dengar.

  1. Jelaskan nama setiap anggota tubuh bayi

Di usia 23 bulan, kemampuan bahasa si kecil sudah termasuk kemampuan menyebutkan nama-nama anggota tubuhnya. Maka Moms mulai memperkenalkan anggota tubuh beserta fungsinya pada si kecil. Namun, usahakan tetap menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

  1. Bawa bayi jalan-jalan di luar rumah

Rekreasi ke kebun binatang, taman bunga, maupun tempat bermain lainnya, dapat menjadi dunia belajar baru, sekaligus melatih perkembangan kemampuan bahasa bayi. Moms bisa membantu menambah koleksi nama benda yang diketahui anak dengan menyebutkan satu per satu nama binatang, saat di kebun binatang.

Memahami tahap perkembangan kemampuan bahasa bayi dapat membantu Moms melatih kemampuan tersebut. Meski patut diingat bahwa setiap anak memerlukan waktu yang berbeda untuk proses perkembangannya, jangan sungkan untuk mengkonsultasikan ke dokter jika si kecil mengalami gangguan atau keterlambatan kemampuan bahasa.

Sehingga jangan khawatir, meski bayi belum dapat bicara, ia sesungguhnya memahami kata-kata yang Moms ucapkan. Maka berikan perhatian penuh saat mengajak bayi bicara ya Moms.  Berikut ini tips yang bisa Moms lakukan:

Baca Juga : Kenali Aturan Pemberian Menu MPASI Usia 6 Bulan

  •  Pastikan Moms menunjukkan ekspresi menyenangkan, misalnya tersenyum dan wajah ceria sehingga bayi merasa nyaman dan senang.  
  • Ucapkan kata atau kalimat pendek dengan nada suara lembut namun intonasi jelas. Misalnya, ”Pagi sayang.” Lalu dilanjutkan,”Ganti popok, yuk!”
  • Tunjukkan ekspresi Moms, baik dengan gerakan tangan atau tubuh.  Misalnya, menunjukkan popok yang akan digunakan Si Kecil ketika hendak ganti popok.
  • Dengarnya ceracaunya, beri respons dan perhatikan dengan penuh kasih sayang. Moms pasti tak paham bahasa bayi itu. Namun, Si Kecil jadi terus terpancing untuk ‘bicara’. 
  • Ketika ia tersenyum atau tertawa, Moms ikuti tertawa juga. Lihat raut wajahnya dengan antusias. Tetap fokus, hindari beralih perhatian. Ini bertujuan agar ia merasa diperhatikan dan cintai.
  • Bayi  tak hanya cerewet, namun ia juga pendengar yang baik. Ia sangat antusias bila mendengar ibunya berbicara.
  • Semakin sering moms bicara, semakin cepat pula ia menguasai bahasa dan berbicara. Ya, bayi belajar dengan cara meniru perkataan yang didengarnya.
  • Ajak Si Kecil bicara dalam suasana apapun, di mana pun, dan kapan pun. Saat mengganti popok, memandikan, memakaikan pakaian dan sebagainya. 

AJAK BICARA KETIKA GANTI POPOK 

Nah, saat mengganti popok Si Kecil juga bisa menjadi momen mengasah kemampuan bahasa. Ajak ia bicara karena sudah mengerti pembicaraan orang tuanya, meski belum sepenuhnya paham. Kata-kata itu didengar kemudian diserap dalam memorinya. Orangtua bisa terus mengajaknya bicara. Kalau Si Kecil memberi respons tertentu seperti tertawa senang saat popoknya sedang diganti, tanggapi dengan kata-kata, “Wah, Adek senang ya, sampai tertawa-tawa.”

Oh ya, pastikan selama berbicara harus ada kontak mata, usahakan gerak bibir juga jelas, sehingga selain mendengar bayi juga bisa belajar menirukan gerak bibir orangtuanya. Selain saat menggantikan popok, komentari segala aktivitas yang dilakukan bersama Si Kecil seperti saat memandikan atau ceritakan aktivitas Moms.