Sindrom Kepala Datar pada Bayi

Merries Insight
23 Januari 2015
Kesehatan
Share
Sindrom Kepala Datar pada Bayi

Sindrom kepala datar (Flattened Head/ Positional Plagiocephaly) merupakan gejala yang memperlihatkan bentuk kepala bayi yang datar akibat adanya tekanan pada area kepala bayi. Bayi yang baru saja dilahirkan bisa saja mengalami sindrom ini karena memang tulang-tulang bayi, termasuk tulang tengkorak bayi, masih lunak sehingga dapat berubah sesuai dengan posisi tidur bayi. Bentuk datar pada bayi membuat bentuk kepala bayi kurang indah dilihat, apalagi jika rambut bayi tipis ataupun botak. Kepala bayi yang botak atau berambut tipis membuat bentuk kepala yang kurang indah menjadi terlihat lebih jelas. Moms jangan anggap remeh sindrom yang satu ini. Jika syndrome kepala datar pada bayi tetap dibiarkan alias tanpa mendapatkan penanganan, bayi dapat mengalami komplikasi seperti gangguan pada kemampuan penglihatan, pendengaran, saraf motorik, dan kemampuan kognitifnya.

Nah, untuk mencegah bayi agar tidak mengalami sindrom kepala datar, Moms dapat mempraktikan beberapa hal berikut ini:

  • Mengatur posisi tidur bayi yang benar

Salah satu pencegahan sindrom kepala datar pada bayi yaitu dengan cara mengubah posisi tidur secara berkala. Sebaiknya jangan biarkan bayi anda tidur dalam satu posisi tertentu saja. Posisi terlentang, misalnya, dalam jangka waktu yang lama dapat membuat bentuk kepala bayi bagian belakang menjadi lebih datar. Sesekali anda boleh memposisikan bayi anda dalam posisi tengkurap maupun miring.

  • Memakaikan topi khusus pada kepala bayi

Kini banyak topi khusus untuk bayi yang dapat anda gunakan untuk mendukung pergerakan leher dan kepala bayi. Kepala bayi yang rutin bergerak dapat meminimalisir sindrom kepala datar pada bayi.

Topi penyangga ini sering disebut Tortle. Tortle tersedia dalam berbagai model dan motif. Bahkan di luar negeri, Desain Tortle dibuat sesuai dengan 4 buah jenis musim. Tortle terbuat dari material kain yang nyaman untuk bayi. Tortle dapat dipakaikan kapan saja seperti saat bayi sedang beristirahat di boks bayi, ayunan, maupun gendongan sang ibu. Jadi, sebenarnya ada beberapa cara untuk mencegah atau mengatasi sindrom kepala datar bayi.