Sebenarnya Musik Apa yang Bisa Mencerdaskan Calon Bayi?

Sebenarnya Musik Apa yang Bisa Mencerdaskan Calon Bayi?

Orang tua mana sih yang nggak kagum ketika banyak media memuji kejeniusan si dokter cilik dari India, Akrit Jaswal, atau astronom cilik Tanishq Abraham? Bagaimana tidak, mereka merupakan deretan orang-orang jenius yang mampu meraih gelar akademik dengan nilai sempurna di usianya yang masih belia.

Melihat fenomena ini, banyak orang tua yang kemudian meminta anaknya untuk belajar lebih giat lagi, memberikan makanan sehat penunjang nutrisi otak, memilih sekolah terbaik walaupun biayanya mahal dan lainnya. Dengan kata lain, hampir semua orang tua ingin punya anak yang cerdas.

Apakah itu saja sudah cukup?

Tentu saja tidak Moms. Sebenarnya, mencetak anak yang cerdas harus dimulai sejak si kecil masih dalam kandungan, dimana ketika itu otaknya masih dalam tahap produksi. Caranya, dengan memberikan makanan sehat, terutama yang mengandung Omega 3.

Selain itu, banyak penelitian yang menunjukan jika anak cerdas bisa dicetak lewat kebiasaan orang tuanya dalam mendengarkan musik. Mereka percaya, ada jenis musik tertentu yang efektif untuk mendorong pertumbuhan otak si kecil, salah satunya jenis musik klasik karya Mozart.

Seperti dilansir dalam womenhealthmag, banyak penelitian yang menyatakan jika pemberian stimulasi dengan terapi musik klasik, merupakan cara paling efektif diterapkan sejak bayi masih dalam kandungan, atau lebih tepatnya saat kehamilan menginjak usia 8 minggu.

Pada saat itu, otak janin sudah mulai berfungsi. Di sisi lain, pendengaran merupakan salah satu dari panca indera paling sederhana dan sudah bisa dirangsang sejak dini. Rangsangan yang dilakukan secara terus menerus inilah yang akhirnya akan membuat perkembangan otak janin lebih maksimal.

Kenapa Harus Musik Klasik

Mengenai hal ini, Dr. Kuei Pin Yeo, selaku President Director Yayasan Musik Jakarta, menyatakan jika musik klasik merupakan jenis musik yang memiliki frekuensi bervariasi, dengan nada-nada yang indah. Selain itu, musik klasik pun punya metode dan jenjang khusus yang tidak dimiliki jenis musik lainnya.

Tidak hanya itu, Dr. Yeo pun menerangkan jika musik sangat efektif untuk mengelola emosi anak. Contohnya, ketika didengarkan musik lembut, kebanyakan anak-anak akan langsung merasa tenang, sedangkan jika didengarkan musik riang, mereka akan terlihat gembira.

Selain itu, anak yang sejak dalam kandungan telah biasa diperdengarkan jenis musik tertentu, terutama musik klasik, selain memiliki emosi yang stabil, mereka pun cenderung mudah beradaptasi dan lebih cepat dalam belajar musik.

Bagaimana dengan anda Moms, sudahkan rutin mendengarkan lagu-lagu klasik, khususnya karya Mozart?