Perkembangan Bayi Baru Lahir dari Minggu ke Minggu 

Perkembangan Bayi Baru Lahir dari Minggu ke Minggu 

Bagi Moms yang baru melahirkan, merawat bayi memang tidak semudah dibayangkan. Apalagi, bayi baru lahir. Untuk itu, Moms perlu mengetahui perkembangan bayi lahir dari minggu ke minggu. Perlu kita tahu, Si Kecil mengalami perkembangan kemampuannya setiap hari. Namun, tidak semua bayi mengalami fase perkembangan yang sama, bisa saja berbeda. Yuk, kita simak bagaimana perkembangan bayi dari usia 0 hingga 6 minggu.

Bayi baru lahir

Umumnya, beberapa saat setelah lahir, kulit bayi tampak kemerahan.  Kelenjar mata Si Kecil belum berkembang sehingga tak memproduksi air mata. Karena itu, meski ia menangis saat lahir, namun tak tampak keluar air mata. Ia sudah bisa membuka mata dan melihat lingkungan sekitar tapi belum bisa terfokus. Pada tahap awal, biasanya dilakukan skin to skin contact untuk membangun ikatan emosional dengan Moms, menghangatkan tubuhnya dan melancarkan proses menyusui.

Beberapa saat setelah lahir, ia akan diposisikan pada perut Moms, lalu berusaha ‘merangkak’ mencari puting payudara untuk kemudian menyusu. Setelah sekitar menyusu kurang lebih 30 menit, selanjut  Si Kecil akan tidur setidaknya 6 jam. Lalu, dalam waktu 24 jam setelah lahir, ia akan buang air kecil atau besar minimal sekali. Tak perlu khawatir bila warna kotorannya tampak hijau tua kehitaman. Hal itu terjadi karena kotoran bayi baru lahir mengandung zat mekonium yang diproduksi pada dua hari pertama kehidupannya.  Selanjutnya, kotorannya akan tampak hijau kecoklatan, lalu berangsur-angsur menjadi kuning.

Perkembangan bayi usia 1 minggu

  • Kemampuan motorik halus/kasar

Kemampuan ini belum tampak karena tubuhnya masih beradaptasi dan kemampuan ototnya belum berkembang. Namun, pada usia satu minggu ini  ia mulai sedikit menggerakkan tangan, kaki dan kepalanya.

  • Kemampuan komunikasi/bahasa

Ia makin sering menangis sebagai tanda membutuhkan sesuatu. Contohnya, lapar, haus, atau rasa tak nyaman karena popoknya basah dan lain-lain.

  • Kemampuan sosial emosional 

Pada usia ini, matanya mampu melihat jelas dengan jarak dekat. Namun, belum bisa terlalu fokus sehingga belum mampu mengenali wajah.  Meski begitu, ia sudah mengenali suara Moms. Sebagian bayi di usia ini juga bisa tersenyum. 

Perkembangan bayi usia 2 minggu

  • Kemampuan motorik kasar

Pada usia ini belum tampak perubahan yang terlalu signifikan. Namun, ia berusaha mengangkat kepala pada posisi terkurap. Kemampuan ototnya  belum optimal untuk bisa melakukan banyak gerakan.

  • Kemampuan motorik halus

Bayi di usia ini mulai melakukan gerakan tangan dan kaki secara refleks. Ia juga mulai mencoba memasukkan jari ke dalam mulut dan memainkan lidahnya.

  • Kemampuan komunikasi dan bahasa

Ia menangis untuk menginginkan sesuatu. Namun, pada usia ini Moms mulai bisa membedakan tangisan sesuai dengan kebutuhan Si Kecil, apakah lapar atau haus dan sebagainya.

  • Kemampuan sosial dan emosional

Kemampuan mata sudah lebih baik sehingga Si Kecil mulai bisa melihat pada jarak tertentu. Ini mulai bisa melihat orang-orang terdekat bahkan saling menatap. Ia juga mulai bisa merespons suara yang didengar.

Perkembangan bayi usia 3 minggu

  • Kemampuan motorik kasar

Si Kecil mulai tampak lebih aktif. Ia mulai mampu menggerakkan dan memalingkan kepala.

  • Kemampuan motorik halus

Bayi usia ini juga makin sering menggerakkan tangannya ketika melakukan berbagai aktivitas. Misalnya, saat menyusu, mandi, ganti popok atau ketika bermain.  Ia juga suka memasukkan tangan ke mulutnya.

  • Kemampuan komunikasi/bahasa

Si Kecil masih sering menangis. Namun, ia sudah bisa memerhatikan lebih lama wajah Moms atau Dads dan orang yang sering berada didekatnya. Ia mempelajari raut wajah orang yang dilihatnya. Ia juga menyimak bahasa yang didengarnya. Ia semakin mengenali suara dan merasakan apa yang terjadi di sekitarnya.

  • Kemampuan sosial emosional 

Bayi mulai sering memperhatikan orang-orang didekatnya.

Perkembangan bayi usia 4 minggu

Pada usia ini sebagian bayi mulai tampak mengalami masalah kesehatan seperti iritasi kulit, jerawat, atau alergi. Namun, jangan khawatir karena hal ini tergolong normal dilalui oleh bayi. Moms hanya perlu memperhatikan gejala-gejala yang dialami bayi. Pemilihan popok bayi baru lahir yang lembut dan berkualitas bisa membantu si Kecil terhindar dari iritasi di daerah bokong. Selain permukaan yang lembut, perhatikan juga daya serap dari popok tersebut. Pilih popok yang memiliki terowongan udara agar popok dapat menyerap cairan dengan cepat dan menjaga kulit tetap kering. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko iritasi kulit yang dikarenakan kondisi kulit lembab. Salah satu popok bayi yang memiliki tekonolgi ini adalah Merries. Merries memiliki permukaan yang lembut dan 3 lapisan udara serta terowongan udara yang mengoptimalkan daya serap popok. 

  • Kemampuan motorik kasar

Pada usia 1 bulan ini, Si Kecil mulai mampu mengangkat kepala lebih tinggi yaitu sekitar 45 derajat.

  • Kemampuan motorik halus

Ia mulai mencoba memegang sesuatu. Selain itu, ia makin mampu mengisap, menelan, bahkan menggerakkan tangannya. Gerakan refleks makin kuat. Meski begitu, ia masih mengepalkan tangan ketika tidur.

  • Kemampuan komunikasi dan bahasa

Kemampuan komunikasi/bahasa bayi baru lahir untuk menunjukkan keinginannya atau hal yang dialaminya adalah dengan cara menangis.  Meski begitu, pada usia ini ia mulai juga melatih fokus melihat mata orang yang mengajaknya bicara. Ia mulai mampu mengenali suara yang didengarnya. Ya, kemampuan pendengarannya semakin baik. Namun, ia belum mampu mengeluarkan suara yang jelas.  

  • Kemampuan sosial emosional 

Si Kecil tampak tersenyum sebagai respons senang atau tertarik pada sesuatu yang dilihatnya.  Ia juga mulai bisa mengenali Moms dan Dads.

Perkembangan bayi usia 5 minggu

  • Kemampuan motorik kasar

Si Kecil mulai mampu mengangkat kepala lebih tinggi dan lebih lama. ia juga mampu menggerakan kepala lebih lincah. 

  • Kemampuan motorik halus

Si Kecil juga mulai mampu memegang dan melepaskan sesuatu dari tangannya. Ia juga belajar memegang jari Moms. Perhatikan benda dipegangnya, jangan sampai dimasukkan ke dalam mulut apalagi dalam kondisi tidak bersih. 

  • Kemampuan komunikasi dan bahasa

Pada usia ini, Si Kecil berusaha berkomunikasi dengan meniru apa yang dikatakan Moms. Ia berusaha berkomunikasi selain dengan cara menangis. Pastinya kemampuan bahasanya belum sempurna dan belum bisa dipahami. 

  • Kemampuan sosial emosional

Si Kecil mampu menggoyangkan tubuhnya pertanda mencari perhatian orang di sekitarnya.  Kemampuan melihat dan mendengar semakin baik. Ia suka mengamati dan merekam wajah orang-orang di sekelilingnya. Pada usia ini, Moms dan Dads harus kerap hadir ketika bayi sedang mencari, hal tersebut membantu bayi membentuk rasa percaya pada sekitarnya.

Perkembangan bayi usia 6 minggu

  • Kemampuan motorik kasar

Si Kecil mulai mampu dan sering menggerakkan tangan dan kaki secara teratur.  Ototnya semakin berkembang sehingga gerak tangan dan kaki lebih stabil.  Kemampuan mengangkat kepala juga makin baik.

  • Kemampuan motorik halus

Secara umum, masih sama seperti perkembangan usia sebelumnya. Namun,  sekarang ini ia makin sering memasukkan tangan ke dalam mulutnya. Waspadai bila ia memegang benda yang kecil, Moms harus lebih sering memerhatikan benda apa saja yang ingin dipegangnya.

  • Kemampuan komunikasi dan bahasa 

Si Kecil berusaha menanggapi pembicaraan.  Ya, bayi di usia ini berusaha merespons atau berkomunikasi.  Tentunya belum tampak bahasa yang bisa dipahami.  Namun, ia berupaya membalas atau merespons ucapan Moms dan Dads.  Lalu, Si Kecil juga semakin peka dengan suara-suara di sekitarnya.  Ia berusaha mencari sumber suara tersebut.

  • Kemampuan sosial emosional

Pada tahap usia ini, bayi mulai mampu menatap dan lebih banyak tersenyum pada orang yang dilihatnya.  Moms lebih sering ajak ia bicara dan bermain. Oh ya, ia akan belajar menenangkan diri dengan cara menghisap jarinya.

MERAWAT TALI PUSAT

Pada bayi baru lahir ini, hal yang penting juga Moms perhatikan adalah merawat atau membersihkan area tali pusat.  Moms perlu menyiapkan peralatan seperti busa yang halus atau kapas, sabun, handuk dan air bersih. Hindari pemakaian alkohol karena bisa mengiritasi kulit Si Kecil. 

Lalu, pastikan Moms mencuci tangan sebelum membersihkan area tali pusat.  Berikut langkah-langkah merawat atau membersihkannya : 

  • Basahi kapas bersih dengan air hangat yang sudah dicampur dengan sabun.
  • Pastikan kapas diperas hingga tidak ada tetesan airnya. 
  • Bersihkan area pusar perlahan dan lembut.
  • Bersihkan pula bagian tali pusarnya dari bagian pangkalnya. Pastikan kotoran di area tali pusat bersih. 
  • Siapkan kapas yang beri air hangat, lalu bersihkan area tali pusat.
  • Keringkan area tali pusat dengan handuk. Biarkan terbuka untuk beberapa saat.
  • Hindari penggunaan krim, lotion atau bedak di area pusar.
  • Pakaikan popok bayi yang memang dibuat untuk bayi baru lahir dengan tipe perekat. Popok tipe perekat lebih memudahkan Moms memasangkan popok ke bayi yang baru bisa berbaring, atau mengganti popok untuk bayi yang sedang tertidur. Pastikan juga permukaan popok bayi lembut karena kulit bayi yang baru lahir masih tipis. Moms bisa memilih popok Merries NB24 karena dirancang untuk bayi yang baru lahir dengan perekat yang bisa dilepas pasang, permukaan yang lembut, dan menjaga kulit bayi tetap kering. Pemilihan popok yang tepat bisa menghindari iritasi kulit pada bayi.

Nah Moms, selamat menikmati momen perkembangan bayi baru lahir ya. Jangan lupa pula pastikan membersihkan tali pusat dengan hati-hati.