Pentingnya Zat Gizi untuk Tumbuh Kembang Otak Si Kecil

Pentingnya Zat Gizi untuk Tumbuh Kembang Otak Si Kecil

Otak merupakan salah satu organ yang sangat vital perannya. Ia mengatur fungsi tubuh, gerakan, detak jantung, keseimbangan cairan tubuh, dan banyak peran lainnya. Otak dianggap organ paling canggih yang terdapat di tubuh setiap manusia.

Nah, membicarakan otak, perkembangannya dimulai sejak janin dalam kandungan ibu. Ketika bayi lahir, pertumbuhan dan perkembangan otak berlangsung cepat. Untuk mendukung tumbuh kembang otak, maka dibutuhkan zat-zat gizi tertentu. Apa sajakah itu? Yuk Moms, kita simak uraian berikut ini.  

1. Lemak

Lemak merupakan zat gizi yang diperlukan sekali untuk perkembangan otak bayi. Saat bayi baru lahir, lemak bisa didapatkan dari ASI. Sekitar 55 persen kalori yang dihasilkan oleh ASI adalah bersumber dari lemak.  Agar otak bayi bekerja optimal dibutuhkan jenis lemak DHA (Docosahexaenoic acid) dan ARA (Arachidonic acid). DHA juga membantu pembentukkan struktur otak bayi.

Nah, sekitar 25 persen lemak otak bayi dibentuk oleh DHA yang didapatkan dari lemak yang dikonsumsi. ARA juga berfungsi sebagai bahan dasar pembuatan prostaglandin, yaitu zat yang berguna dalam proses pertumbuhan dan perkembangan otak.

Sumber lemak bisa didapatkan dari alpukat, ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden, telur, daging sapi, kacang-kacangan. Sumber lemak ini bisa dikonsumsi bayi setelah ia berusia 6 bulan. Pada usia 0-6 bulan, bayi membutuhkan lemak sebanyak 34 gram per hari. Pada usia 7-12 bulan membutuhkan 34 gram lemak per hari. Lalu, pada usia 13-24 bulan membutuhkan lemak sebanyak 44 gram per hari. 

2. Besi

Sumber utama zat besi juga didapatkan dari ASI.  Ketika bayi menginjak usia 6 bulan dan seterusnya, ia membutuhkan asupan dari makanan yang mengandung zat besi lainnya, karena kebutuhannya meningkat. Perlu kita tahu Moms, pada periode baru lahir hingga 2 tahun Si Kecil akan tumbuh dengan cepat. Pada masa ini, dan volume darah yang diproduksi pun semakin banyak.

Ketika tubuh Si Kecil kekurangan zat besi dalam menu makanan yang sehari-hari dikonsumsi, semua zat besi yang ada di dalam tubuh akan digunakan untuk memproduksi darah. Akhirnya, otak tidak mendapatkan zat besi dengan memadai. Hal ini akan menyebabkan masalah kognitif di kemudian hari. 

Sumber zat besi bisa diperoleh dari daging sapi, ikan, ayam tanpa kulit, hati, dan telur. Moms juga bisa memberikan produk makanan bayi yang telah ditambahkan zat besi secara khusus atau fortifikasi zat besi.

Pada usia 0-6 bulan, bayi membutuhkan zat besi sebanyak 5 mg per hari. Pada usia 7-12 bulan membutuhkan 7 mg  besi per hari. Lalu, pada usia 13-24 bulan membutuhkan besi sebanyak 8 mg per hari.

3. Kolin

Kolin merupakan salah satu jenis vitamin B kompleks yang dapat diproduksi individu dalam kadar yang sangat sedikit. Jadi jumlah kolin dalam tubuh tergantung asupan makanan yang dikonsumsi. Kebutuhan kolin terus semakin meningkat bahkan sejak janin masih di dalam kandungan, untuk membantu perkembangan otak.

Kolin di dalam tubuh akan diubah menjadi betaine yang berperan sebagai zat yang digunakan untuk mengatur fungsi gen, mengatur perkembangan saraf dan perkembangan otak. Kekurangan kolin sejak dalam kandungan dapat mengganggu perkembangan otak dan saraf bayi.

Ketika bayi lahir, kandungan kolin juga masih sangat dibutuhkan. ASI merupakan sumber utama kolin yang paling baik bagi Si Kecil. Pada usia 0-6 bulan, bayi membutuhkan kolin sebanyak 125 mg per hari. Sedangkan, bayi berusia 6-12 bulan membutuhkan 150 mg kolin per hari. Riset menunjukan, bayi yang dapat memenuhi kebutuhan kolin per hari memiliki kemampuan memori otak yang lebih baik ketika dewasa. Adapun sumber kolin bisa didapat dari kuning telur, daging merah, ikan, daging unggas, kacang-kacangan, brokoli, pokcoy, kembang kol, kubis.

4. Asam folat

Asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B lain. Kekurangan asam folat sejak masa kehamilan bisa berdampak pada gangguan perkembangan saraf dan otak janin. Maka sejak awal kehamilan bahkan sebelum hamil, ibu harus memenuhi kebutuhan asam folat. 

Adapun sumber pangan yang kaya asam folat adalah kacang-kacangan seperti kacang kedelai, bayam atau sayuran hijau, hati, alpukat, dan jeruk. Selain itu, ada juga beberapa makanan olahan seperti roti dan sereal bayi juga mengandung asam folat.

5. Yodium

Yodium merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan untuk perkembangan otak bayi. Sejak dalam kandungan hingga lahir, bayi membutuhkan yodium untuk perkembangan otak. Pada dasarnya yodium berperan sebagai pembentuk hormon tiroid yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.

Hormon tiroid inilah yang diperlukan untuk proses perkembangan normal otak dan saraf bayi. Untuk bayi yang sudah berusia di atas 6 bulan, sumber yodium bisa diperoleh antara lain dari udang, daging lobster, tuna, kentang, minyak ikan cod, ikan, dan telur.

6. Protein

Protein merupakan salah satu zat gizi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak bayi. Protein berfungsi membentuk sel-sel otak bayi serta jaringan ikat di sekitar otak.

Protein juga berperan untuk memproduksi sel saraf baru di dalam otak sehingga memungkinkan otak Si Kecil agar terus tumbuh dan berkembang. Bila terjadi kekurangan protein, dapat memicu terjadinya microcephaly yaitu suatu kondisi otak tidak tumbuh dengan ukuran normalnya.

Oleh karena itu, protein sangat penting bagi kebutuhan otak bayi. Selain dari ASI, setelah bayi berusia 6 bulan dan seterusnya, protein bisa diperoleh antara lain dari telur, daging sapi, daging ayam, ikan, tahu, tempe, kacang hijau, kacang kedelai. Pada usia 0-6 bulan, bayi membutuhkan protein sebanyak 12 gram per hari. Pada usia 7-12 bulan membutuhkan 18 gram protein per hari. Lalu, pada usia 13-24 bulan membutuhkan protein sebanyak 26 gram per hari. 

7. Zinc

Zinc merupakan mineral dalam tubuh yang memiliki banyak fungsi. Mulai dari proses pembentukan sel dan pembentukan DNA, bahkan sejak baru terjadi pembuahan di dalam kandungan. Zinc banyak ditemukan di otak, ini menandakan bahwa fungsi dan perkembangan otak bayi bisa berjalan normal dengan adanya zat gizi ini. 

Adapun sumber zinc bagi bayi usia 0-6 bulan yang terbaik adalah ASI. Kemudian, seiring bertambahnya usia, kebutuhan zinc semakin meningkat dan tidak hanya mengandalkan ASI. Maka dibutuhkan zink dari asupan makanan lain seperti ayam, daging sapi, kacang-kacangan, gandum.

8. Vitamin D

Vitamin D diketahui berperan dalam pembentukkan atau kekuatan tulang. Namun ternyata bukan hanya itu. Vitamin D juga sangat berperan dalam perkembangan otak bayi. Ya, vitamin D diperlukan untuk perkembangan otak sejak sejak janin di dalam kandungan.

Vitamin D bisa diperoleh dari bahan makanan seperti ikan berlemak, susu yang difortifikasi, paparan sinar UV dari matahari.

Pada usia 0-6 bulan, bayi membutuhkan vitamin D sebanyak 5 mcg per hari. Pada usia 7-12 bulan membutuhkan juga 5 mcg vitamin D per hari. Lalu, pada usia 13-24 bulan membutuhkan vitamin D sebanyak 15 mcg per hari.

Lalu, bagaimana kecukupan gizi anak usia 0-2 tahun?  Nah Moms berikut ini uraiannya.

Bayi usia 0-6 bulan

Kebutuhan zat gizi makro harian bayi:

  • Energi: 550 kkal
  • Protein: 12 gram (gr)
  • Lemak: 34 gr
  • Karbohidrat: 58 gr

Kebutuhan zat gizi mikro harian bayi:

Vitamin
  • Vitamin A: 375 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 5 mcg
  • Vitamin E: 4 milligram (mg)
  • Vitamin K: 5 mcg
Mineral 
  • Kalsium: 200 mg
  • Fosfor: 100 mg
  • Magnesium: 30 mg
  • Natrium: 120 mg
  • Kalium 500 mg
  • Besi 5 mg

Pada 6 bulan pertama, bayi dianjurkan untuk hanya mengkonsumsi ASI dan tanpa asupan tambahan apapun. ASI sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Bayi usia 7-12 bulan

Kebutuhan zat gizi makro harian bayi:

  • Energi: 725 kkal
  • Protein: 18 gr
  • Lemak 36 gr
  • Karbohidrat 82 gr
  • Serat: 10 gr
  • Air: 800 mililiter (ml)

Kebutuhan zat gizi mikro harian bayi:

Vitamin 
  • Vitamin A: 400 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 5 mcg
  • Vitamin E: 5 miligram (mg)
  • Vitamin K: 10 mcg
Mineral 
  • Kalsium: 250 mg
  • Fosfor: 250 mg
  • Magnesium: 55 mg
  • Natrium: 200 mg
  • Kalium: 700 mg
  • Besi: 7 mg

 Contoh menu untuk umur  7-8 bulan

  Porsi MPASI per hari:
  • 3 sampai 9 sendok makan bubur dan dalam sehari berikan 2 sampai 3 kali.
  • 1 sendok teh buah dan ditambah secara bertahap menjadi ¼ sampai ½ cangkir. Berikan 2 sampai 3 kali setiap hari.
  • 1 sendok teh sayuran dan ditambah secara bertahap menjadi ¼ sampai ½ cangkir. Berikan 2 sampai 3 kali setiap hari.

 Contoh menu untuk umur 8-12 bulan

Porsi MPASI per hari:
  • ¼ sampai 1/3 cangkir susu
  • ¼ sampai ½ cangkir bubur nasi atau gandum
  • ¼ sampai ½ cangkir berisi buah
  • ¼ sampai ½ cangkir berisi sayuran
  • 1/8 sampai ¼ cangkir berisi makanan berprotein

Anak usia 13-24 bulan

Kebutuhan zat gizi makro harian bayi:

  • Energi: 1125 kkal
  • Protein: 26 gr
  • Lemak 44 gr
  • Karbohidrat 155 gr
  • Serat: 16 gr
  • Air: 1200 mililiter (ml)

Kebutuhan zat gizi mikro harian bayi:

Vitamin 
  • Vitamin A: 400 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 6 miligram (mg)
  • Vitamin K: 15 mcg
Mineral 
  • Kalsium: 650 mg
  • Fosfor: 500 mg
  • Magnesium: 60 mg
  • Natrium: 1000 mg
  • Kalium: 3000 mg
  • Besi: 8 mg

 Contoh menu untuk umur 13 bulan ke atas: 

 Porsi per hari:
  • 1/3 cangkir susu
  • ¼ sampai ½ cangkir bubur nasi atau gandum
  • ¼ sampai ½ cangkir berisi buah
  • ¼ sampai ½ cangkir berisi sayuran
  • 1/8 sampai ¼ cangkir berisi makaroni dan keju
  • 1/8 sampai ¼ cangkir berisi makanan berprotein

Dengan banyak dan beragamnya kebutuhan gizi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak Si Kecil, Moms dan Dads harus terus memperhatikan asupan nutrisi Si Kecil, ya.