Menggunakan Baby Walker Aman atau Tidak, Ya?

Merries Insight
02 Februari 2016
Tumbuh Kembang
Share
Menggunakan Baby Walker Aman atau Tidak, Ya?

Para orang tua seringkali menggunakan baby walker untuk mempermudah belajar berjalan. Memang dengan menggunakan baby walker, si kecil akan mudah bergerak sesuai kehendaknya. Namun, apakah penggunaan baby walker itu aman dan apakah benar jika baby walker membantu si kecil belajar berjalan?

Moms, sebenarnya penggunaan baby walker tidaklah aman atau bahkan bisa dibilang banyak bahaya baby walker yang mengintai si kecil. Misalnya saja, si kecil dapat terjatuh, tejungkir atau bahkan meraih benda berbahaya seperti benda tajam atau benda panas di sekitar ruangan. Bahaya baby walker yang paling parah adalah kesalahan cara berjalan. Jadi, salah besar jika Moms pikir bahwa manfaat baby walker adalah membantu si kecil belajar jalan.

Ketika menggunakan baby walker, si kecil tak dapat melihat kaki dan jarinya, alhasil ia tak akan tahu bagaimana cara menyeimbangkan dirinya dengan benar. Posisi duduk bersandar dan kaki yang menjinjit saat menggunakan baby walker juga sangat mempengaruhi cara belajar si kecil kelak.

Bahaya baby walker yang juga dapat digolongkan fatal adalah pelatihan otot yang salah. Saat menggunakan baby walker, kedua tungkai bagian bawah memang diperkuat. Tetapi otot bagian atas seperti tungkai dan paha tak dilatih sama sekali. Padahal, jika Moms ingin anak segera berjalan otot bagian bawah dan bagian atas harus sama-sama dilatih.

Tak hanya berbahaya bagi fisik anak, ada juga bahaya baby walker yang berkaitan dengan masalah psikis, yaitu keengganan anak untuk belajar berjalan. Penggunaan baby walker akan menawarkan kemudahan gerak bagi anak sehingga ia akan lebih memilih menggunakan baby walker daripada berjalan.

Cara yang paling benar untuk merangsang perkembangan organ gerak anak adalah dengan cara tradisional atau “titah”. Cara seperti ini relatif lebih aman karena kaki anak bisa menapak langsung ke lantai sehingga cidera jari dan kemungkinan kesalahan cara jalan dapat diminimalkan. Belajar berjalan dengan cara tradisional seperti juga akan membuat otot kaki anak kuat menahan berat tubuh secara keseluruhan.

Jika terpaksa atau sudah terlanjur menggunakan baby walker maka hendaknya Moms benar-benar mengawasi anak saat menggunakannya. Pasalnya, sudah beberapa kasus cidera anak diakibatkan oleh bahaya baby walker. Misalnya saja kasus cidera akibat penggunaan baby walker di Amerika yang mencapai 8800 kasus dan 34 balita di antaranya meninggal akibat cidera kepala.

Karena bahaya baby walker yang sedemikian banyak, penggunaan baby walker sangat tidak disarankan untuk alasan apapun ya, Moms. Jika Moms merasa kerepotan atau mungkin sibuk sehingga tidak sempat mengajari “titah” ada baiknya Moms menggunakan stationery walker, yaitu sejenis baby walker tanpa roda. Namun, pastikan dalam penggunaannya Moms selalu ada untuk mengawasi si kecil.