Mengenal Miom dan Bahayanya

Merries Insight
11 Desember 2014
Tumbuh Kembang
Share
Mengenal Miom dan Bahayanya

Miom merupakan istilah medis yang digunakan untuk penyakit tumor di dinding rahim. Tumor tersebut awalnya adalah sel otot di dinding rahim. Tetapi sel tersebut berubah menjadi tumor yang menempel di otot dinding rahim. Ukurannya sebesar kacang polong hingga sebutir anggur, kenyal, dan dapat tumbuh cepat atau lambat. Jadi yang awalnya hanya satu lama kelamaan akan bertambah banyak. Menurut statistik medis, sebagian besar masalah miom tidak membahayakan dan jarang berubah menjadi penyakit kanker.

Jika miom berukuran kecil, keberadaaan miom akan sulit untuk dideteksi. Tetapi jika sudah cukup besar akan muncul gejala pada penderitanya yakni sebagai berikut:

  • Rasa nyeri pada pinggul atau pinggul
  • Perut begah/ terasa penuh. Kadang perut membesar seperti wanita yang sedang hamil
  • Mengalami gejala anemia
  • Sering buang air kecil karena miom menekan bagian kandung kemih
  • Haid tidak teratur
  • Pendarahan tidak normal

Penyakit miom tidak boleh dianggap remeh karena walaupun sebagian besar tidak menjadi kanker penyakit miom juga memiliki beberapa dampak negatif yaitu:

Menurunkan Peluang Terjadinya Kehamilan.

Bila miom berkembang di saluran leher rahim, miom dapat menurunkan peluang seseorang wanita mengalami kehamilan. Pasalnya leher rahim akan mengecil sehingga menghambat sperma yang akan masuk ke rahim dan menyulitkan terjadinya pembuahan. Oleh sebab itu, miom wajib dihilangkan lebih dulu bila ingin hamil. Miom juga dapat membuat wanita sulit hamil bila berkembang di dinding rahim. Pasalnya ini akan menghambat implantasi atau penanaman sel telur yang sudah dibuahi di dinding rahim.

Meningkatkan Resiko Keguguran

Baca Juga

Mengenal Tari Perut dan Manfaatnya Untuk Persalinan

Mengenal Pecah Ketuban Dini dan Faktor Penyebabnya

Mengenal Tunagrahita dan Bagaimana Ciri-cirinya

Wanita yang hamil dan mengalami penyakit miom ini wajib untuk lebih berhati – hati. Saat kehamilan trimester pertama wanita dengan miom memiliki resiko keguguran lebih tinggi. Pasalnya, miom yang membesar dapat mendorong embrio sehingga embrio tidak dapat menempel dengan baik pada dinding rahim. Jika kehamilan berlanjut, maka miom juga akan mendesak janin hingga terjadi plasenta previa atau plasenta tumbuh di bagian bawah rahim dan pendarahan persalinan.