Makan Berantakan Bikin Anak Pintar?

Merries Insight
03 Januari 2015
Umum
Share
Makan Berantakan Bikin Anak Pintar?

Sepertinya baru saja Moms mendudukkan si kecil di depan sepiring makanannya. Kemudian Moms memalingkan wajah sejenak untuk mengambil minumnya dan pada saat Moms menengok, makan di piring telah tercecer kemana–mana, bahkan membentuk lukisan abstrak di lantai.

Namun Mom sebaiknya tetap tenang. Ini memang menyebalkan dan menguji kesabaran Moms. Walaupun demikian, Moms tidak perlu marah atau buru – buru menyuapi si kecil supaya ia tidak sempat bermain-main dengan makanannya. Pasalnya, menurut sebuah riset yang dilakukan di Universitas Lowa, makin sering balita makan berantakan, maka semakin banyak dia akan belajar.

Penelitian ini dilakukan pada 74 balita usia 16 bulan. Balita tersebut diwajibkan mengkonsumsi 14 makanan cair seperti puding, saus apel, sup, dan jus. Beberapa anak didudukkan di high chair sedangkan beberapa lainnya tidak. Para balita tersebut kemudian diperkenalkan dengan kata- kata seperti “kiv” dan “dax.”

Satu menit kemudian, balita diminta untuk mengindentifikasi makanan yang serupa dalam berbagai bentuk dan ukuran. Penelitian tersebut membuktikan bahwa balita yang berani kotor, biasa duduk di high chair, dan belajar makan sendiri walaupun berantakan akan mempelajari kata-kata lebih banyak daripada balita yang tidak. Jadi mereka diduga dapat menjadi anak yang cepat belajar saat tumbuh besar.

Penelitian yang diterbitkan melalui Journal of Developmental Science tersebut menyimpulkan bahwa anak yang bermain dengan makanannya, khususnya yang lembek, lengket, dan agak cair, mereka akan tumbuh menjadi anak yang lebih pintar. Ini disebabkan karena anak mempelajari makanan dari semua indera yaitu indera pengecap, peraba, perasa, dan sensorik.

Anak tersebut tidak hanya mengenal ukuran dan bentuk makanan secara visual tapi juga mengidentifikasi makanan melalui teksturnya. Walaupun bermain dengan makanan ini bermanfaat positif untuk balita, tidak berarti Moms boleh membiarkan si kecil begitu saja. Moms juga perlu mengajari anak untuk belajar memasukkan makanan dengan benar ke dalam mulut. Jangan lupa juga untuk memakaikan celemek makan dan melapisi lantai dan meja makan dengan plastik supaya cipratan makanan si kecil lebih mudah dibersihkan.