Kenali Pertumbuhan Bayi, Bagaimana Berat Badan Ideal Usia 0-12 Bulan?

Merries Insight
13 Mei 2020
Umum
Share
Kenali Pertumbuhan Bayi, Bagaimana Berat Badan Ideal Usia 0-12 Bulan?

Moms, salah satu faktor penting bagi tumbuh kembang bayi adalah berat badan. Bila berat badannya kurang atau berlebih, bisa menjadi pertanda ada suatu masalah kesehatan yang dialami Si Kecil. Misalnya, jika berat badan bayi rendah, kemungkinan mengalami kurang gizi. Efek selanjutnya akan berdampak pada tumbuh kembang anak di kemudian hari.  Karena itu, Moms penting sekali untuk memperhatikan berat badan Si Kecil, ya.

Nah Moms, berikut ini patokan berat badan bayi yang ideal untuk rentang usia 0-12 bulan berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan :  

0 bulan  

Pada saat lahir, bayi akan menjalani pengukuran berat badan dan tinggi badan. Ini untuk mengetahui apakah kondisi berat dan tinggi badannya berada di angka normal, kurang, atau berlebih. Untuk bayi laki-laki, termasuk kategori normal bila berat badan (BB) berada pada rentang 2,5 kilogram (kg) sampai 3,9 kg. Sementara, untuk bayi perempuan berat badan baru lahir yang normal adalah 2,4-3,7 kg.

Bayi baru lahir dikatakan besar apabila berat badannya mencapai di atas 4 kg atau dikatakan kecil bila berat badannya di bawah  2,5 kg. BB yang terbilang kecil ini dapat  menandakan bahwa bayi ini mengalami kendala berat badan bayi rendah (BBLR).

Akan tetapi, hasil pengukuran ini hanya berlaku untuk bayi yang lahir pada usia kehamilan normal , yaitu usia usia kehamilan 37-40 minggu. Sedangkan, untuk bayi yang lahir prematur atau kurang dari usia kehamilan normal, berat badan akan cenderung rendah atau di bawah 2,5 kg.

Bayi usia 1-3 bulan

Pada usia 1 bulan, berat badan bayi yang ideal sekitar 3,4-5,1 kg.  Kemudian pada umur selanjutnya, berat ideal untuk bayi laki-laki dan bayi perempuan akan berbeda.

Baca Juga : Deteksi Masalah Tumbuh Kembang Bayi Sejak Dini

Usia

Berat Bayi Laki-laki

Berat Bayi Perempuan

1 Bulan

3,4 - 5,1 kg

3,4 - 5,1 kg

2 Bulan

4,3 - 6,3 kg

3,9 - 5,8 kg

3 Bulan

5 - 7,2 kg

4,5 - 6, 6kg

4 Bulan

5,6 - 7,8 kg

5 - 7,3 kg

5 Bulan

6 - 8,4 kg

5,4 - 7,8 kg

6 Bulan

6,4 - 8,8 kg

5,7 - 8,2 kg

7 Bulan

6,9 - 9,2 kg

6 - 8,6 kg

8 Bulan

6,9 - 9,6 kg

6,3 - 9 kg

9 Bulan

7,1 - 9,9 kg

6,5 - 9,3 kg

10 Bulan

7,4 - 10,2 kg

6,7 - 9,6 kg

11 Bulan

7,6 - 10,5 kg

6,9 - 9,9 kg

12 Bulan

7,7 - 10,8 kg

7 - 10,1 kg

Cara menghitung berat badan 

Perlu kita tahu Moms, tumbuh kembang Si Kecil berlangsung sangat cepat. Ada beberapa cara pengukuran untuk mengetahui status gizi anak, termasuk berat badan ideal anak. Untuk pengukuran berat badan bayi, digunakan grafik WHO  dengan satuan pengukuran yang disebut standar deviasi (SD). Berikut contoh grafiknya: 

Cara Menggunakan Grafik Pertumbuhan WHO:

  1. Tentukan umur dan berat badan anak. Umur ditentukan dengan menarik garis horizontal dan berat badan ditarik dari garis vertikal. 
  2.  Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada garis vertikal hingga mendapat titik temu (plotted point). Titik temu ini merupakan gambaran perkembangan anak berdasarkan kurva pertumbuhan WHO.
  3. Standar deviasi yang ditunjukan dengan area antara pita hijau ke kuning (+1 atau -1) dan area antara pita kuning dan merah (+2 atau -2). Sedangkan pita hijau adalah 0. Moms tidak perlu khawatir jika titik temu umur ke berat anak berada di standar deviasi +1 atau -1. Itu berarti anak Moms lebih kurus atau gemuk dari standar, namun tidak perlu panik. Tapi, Moms perlu segera menemui dokter jika titik temu anak berada di area +2 atau -2.

Untuk mengetahui apakah berat badan bayi ideal atau belum, Moms juga sebaiknya membandingkan hasil pengukuran berat dan tinggi badan. Apabila hasilnya masih berada dalam rentang sesuai usianya, artinya pertumbuhan si kecil termasuk dalam kategori normal. Sementara jika bobot badan bayi berada di luar dari rentang normal, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter mengenai tumbuh kembang anak.

Baca Juga : Kiat Hemat Beli Popok Bayi, Manfaatkan Program Promo!

Cara menjaga dan mencapai berat badan bayi ideal

Lalu, bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk menjaga dan mencapai berat badan bayi? Berikut di antaranya: 

1. Berikan ASI eksklusif

Sejak dilahirkan biasanya bayi baru lahir akan mengalami penurunan berat badan. Pemberian air susu ibu (ASI) yang cukup akan membantu mencapai bobot badan bayi ideal. Agar tumbuh kembang bayi bisa berjalan dengan baik, Moms harus selalu memenuhi kebutuhan asupan zat gizinya.

Salah satu cara untuk menjaga dan meningkatkan bobot badan bayi yang baru lahir yakni dengan memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama. ASI merupakan satu-satunya makanan sekaligus minuman yang terbaik bagi bayi selama usianya masih kurang dari 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif juga dapat membantu mencegah kenaikan berat badan berlebih pada bayi.

Agar lebih optimal, Moms perlu menerapkan jadwal menyusui ASI. Biasanya, jadwal dan frekuensi menyusui bayi bisa bervariasi tergantung usianya. Di usia 1 bulan, frekuensi menyusu bayi mungkin sekitar 8-12 kali dalam sehari. Di usia 2 bulan, biasanya menjadi 7-9 kali per hari.

Di bulan ketiga sampai kelima, bayi bisa menyusu sekitar 7-8 kali sehari, 4-6 kali saat usianya menginjak 6 bulan.

2. Menyusui secara bergantian pada kedua payudara

Cara ini akan membantu si kecil mendapatkan asupan ASI beserta zat gizi di dalamnya yang lebih optimal. Selain itu, produksi ASI pada payudara juga akan semakin banyak karena semakin sering dikeluarkan.

Setiap kali Moms menyusui, payudara mengirim sinyal ke otak untuk memperbanyak produksinya guna memenuhi kebutuhan bayi. Sebaliknya, semakin jarang menyusui, payudara menganggap bahwa jumlah ASI yang dibutuhkan bayi tidak begitu banyak. Jadi perlahan-lahan, produksi ASI pada payudara otomatis akan semakin berkurang.

3. Berikan MPASI yang sehat

Setelah bayi genap berusia 6 bulan, kebutuhan zat gizi bayi akan terus bertambah. Di usia yang baru ini, pemberian ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian bayi.

Itulah mengapa pemberian ASI eksklusif hanya dapat dilakukan sampai usia bayi 6 bulan. Setelahnya, bayi tetap bisa mendapatkan ASI, tetapi perlu dibarengi dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang terus bertambah ini, Moms bisa memberikan MPASI 6 bulan yang mengandung gizi seimbang. Kandungan gizi seimbang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral. Jangan lupa juga lengkapi imunisasi dan vitamin untuk si kecil guna mencegah berbagai penyakit di kemudian hari.

Nah Moms, pantau terus ya pertambahan berat badan Si Kecil!