Kenali Emosi Bayi

Merries Insight
25 Desember 2014
Kesehatan
Share
Kenali Emosi Bayi

Moms benar-benar sudah mengenal karakter anak-anak anda? Setiap anak pastinya memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang periang, moody, sensitif, dan lain sebagainya. Dilansir dari sebuah buku yang berjudul What’s Going On in There?-How the Brain and Mind Develop in the First Five Years of Life karangan Lise Elliot, sikap ceria pada anak bukanlah karakter atau bawaan anak sejak lahir, melainkan bagian dari mood pada anak. Sikap ceria ini bisa saja berubah menjadi sikap-sikap lainnya yang bahkan mungkin berlawanan dengan sikap ceria. Hanya saja, bayi hanya mengalami beberapa jenis tempramen, yaitu cenderung pessimistis atau cenderung optimistis, pemalu atau pemberani, dll.

Meski belum ada penelitian yang meneliti apakah ada simpul saraf yang mempengaruhi moody atau keceriaan seseorang, namun ada beberapa penelitian yang menunjukan bahwa tempramen (gaya bersosialisasi dan emosi dasar) pada seseorang sebenarnya sudah terbentuk sejak ia lahir. Bayi yang mudah gelisah, belum tentu kelak saat dewasa ia akan menjadi pribadi yang tidak bahagia. Masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi emosi dasar. Sebut saja bakat, pengalaman, dan pola asuh yang diterimanya sejak kecil yang juga nantinya akan membantu pembentukan karakter/ kepribadiannya. Elliot, dalam bukunya, mengatakan bahwa bawaan lahir sifatnya tidak permanen. Seiring berjalannya proses tumbuh kembang anak, faktor pengalaman akan turut membentuk tempramen dasar si anak. Tempramen ini kemudian nanti akan membentuk kepribadiannya.

Para ahli juga sepakat bahwa personaliti anak dapat dicerminkan dari aktivitas otak depannya. Emosi yang bersifat positif seperti rasa bahagia, akan nampak pada bagian korteks otak depan sisi kiri. Sebaliknya, emosi negatif seperti rasa cemas, gelisah, dll akan nampak pada bagian korteks otak depan sisi kanan. Seseorang yang terlihat selalu bahagia umumnya mempunyai aktivitas otak depan sisi kiri lebih aktif bila dibandingkan dengan otak depan sisi kanannya. Hebatnya lagi otak depan ini masih terus dapat berkembang hingga si anak memasuki masa akhir remajanya. Jadi Moms masih memiliki banyak waktu untuk membantu pembentukan kepribadian buah hati anda.