Kenali Dua Teknik Bayi Tabung

Merries Insight
09 Desember 2014
Kesehatan
Share
Kenali Dua Teknik Bayi Tabung

Kehadiran bayi memang sangat dinanti oleh setiap pasangan suami-istri. Alangkah bahagianya bila pasangan suami-istri bisa mempunyai anak dengan proses kehamilan normal. Akan tetapi, banyak pasangan yang harus berusaha ekstra keras termasuk dengan melakukan program bayi tabung. Jika Moms berencana untuk mengikuti prosedur ini, Moms tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri karena program ini juga bisa Moms lakukan di dalam negeri dengan biaya yang lebih terjangkau dan peluang keberhasilan yang cukup tinggi. Biaya menjadi salah satu kendala terbesar bagi banyak pasangan untuk mengikuti program bayi tabung, tetapi Moms perlu mengetahui lebih dalam mengenai teknik bayi tabung sendiri agar Moms tidak salah persepi mengenai bayi tabung dan biaya yang harus Moms keluarkan.

Teknik IVM atau In Vitro Maturation

Teknik ini dilakukan dengan pematangan sel telur di luar tubuh dengan mengambil sel telur yang belum matang melalui pembedahan kecil. Pembuahan dilakukan setelah sel telur matang di laboratorium dan disimpan selama jangka waktu tertentu hingga embrio terbentuk. Embrio inilah yang akan ditanamkan dalam rahim Moms maupun ibu pengganti. Teknik ini bisa dipilih oleh wanita di bawah 35 tahun dan wanita yang mengalami sindrom ketidakseimbangan hormon. Teknik juga bisa dilakukan oleh wanita yang belum memiliki anak atau ingin menambah anak lagi meskipun harus mengikuti prosedur kemoterapi. Obat-obatan diperlukan agar tubuh memproduksi sebanyak mungkin sel telur sehat sehingga biaya yang dikeluarkan pun lebih besar.

Teknik Bayi Tabung dengan Siklus Alami

Teknik ini bisa menekan pengeluaran dan Moms hanya perlu membayar 1/3 dari harga bayi tabung dengan teknik sebelumnya karena biaya obat stimulan ovarium tidak ada. Pematangan sel telur terjadi secara alami sesuai dengan siklus menstruasi normal. Sel telur yang matang tersebut kemudian diambil lewat bedah kecil dan difertilisai dengan sperma pasangan dalam laboratorium. Embrio hasil pembuahan yang sukses kemudian ditanamkan ke dalam rahim. Teknik ini menjadi pilihan wanita dengan tuba falopii yang tersumbar meskipun mempunyai siklus menstruasi teratur. Akan tetapi, Moms tidak boleh mengalami masalah ovulasi dan mempunyai kondisi hormon normal dengan usia tidak lebih dari 35 tahun.