Kenali 4 Gejala Penyakit Mata Bayi

Merries Insight
23 November 2014
Kesehatan
Share
Kenali 4 Gejala Penyakit Mata Bayi

Bayi yang baru lahir masih sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Mata bayi termasuk bagian yang rentan terserang penyakit. Setidaknya ada beberapa penyakit mata yang wajib Moms identifikasi dengan cepat sebelum masalah ini semakin parah.

  1. Strabismus

Ini merupakan keadaan di mata bayi tidak sejajar misal 1 mata mengarah ke luar (walleye atau exotropia) atau ke dalam (crossed eye atau esotropia). Kesejajaran mata normal sebenarnya tidak tetap pada saat lahir. Tetapi pada usia 4 bulan kedua mata bayi seharusnya sudah lurus. Jika setelah melewati usia ini, mata bayi masih tidaksejajar, segeralah ke dokter. Jika strabismus tidak ditangani dengan benar ini akan menimbulkan amblyopia.

  1. Amlyopia

Penyakit ini juga sering disebut dengan mata malas. Secara medik, ini adalah keadaan di mana sehat kehilangan penglihatan. Ini terjadi pada bayi yang kedua matanya mengalami ketidakseimbangan atau strabismus, katarak, atau ptosis. Akibatnya anak akan lebih sering menggunakan satu mata dan satu mata lainnya dapat kehilangan penglihatan karena tak pernah digunakan. Perawatn oleh dokter idealnya diberikan sebelum anak berusia 6 tahun. Jika tidak ditangani, penghlihatan dapat hilang secara permanen.

  1. Ptosis

Pada beberapa bayi, otot yang bertugas mengangkat kelopak mata atas tidak berkembang dengan baik pada satu mata atau kedua mata. Kelemahan otot ini menyebabkan kelopak mata menjadi menurun atau istilah medisnya disebut dengan ptosis. Jika kelopak mata turun dan menutupi setengah mata, mata akan terlihat lebih kecil dari mata yang lain. Kadang ptosis menyebabkan amblyopia. Bila masalahnya berat, dokter biasanya akan melakukan tindakan operasi untuk membantu mengangkat kelopak mata anak.

  1. Prematur Retinopathy

Pada bayi lahir terlalu dini atau prematur, pembuluh darah di bagian mata yang bertugas menyuplai retina belum berkembang optimal. Pembuluh darah kadang berkembang abnormal dan dapat menyebabkan kerusakan di mata bagian dalam. Penyakit mata ini dapat dideteksi melalui pemeriksaan ophthalmic yang sebaiknya dilakukan dalam minggu pertama setelah bayi lahir. Jika kasusnya berat, mata harus mendapat perawatan untuk mencegah kebutuhan. Kasus ini juga dapat terjadi pada bayi yang tidak lahir prematur tetapi beresiko tinggi seperti kelainan napas, infeksi, dan bayi berat lahir rendah.