Jangan Panik, Ini 6 Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi

Jangan Panik, Ini 6 Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi

Saat bayi mulai tumbuh gigi, biasanya suasana hati juga akan berubah.  Selain itu, Si Kecil juga akan menjadi lebih rewel dan manja. Nah ini merupakan ciri lain yang Moms harus tahu kalau bayi sedang melalui masa tumbuh gigi. Ciri-ciri bayi tumbuh gigi lainnya bisa Moms perhatikan secara seksama sejak usia 4 bulan. 

Saat Si Kecil rewel, kerap kali Moms langsung memberikannya air susu ibu (ASI). Dugaan awal biasanya Si Kecil dianggap haus dan butuh minum. Padahal bisa jadi itu merupakan ciri-ciri bayi tumbuh gigi. Sedikit saja perubahan dalam tubuh bayi, Si Kecil acapkali meresponnya dengan menunjukkan perasaan tidak nyaman. Begitu pula saat giginya mulai tumbuh. 

Bayi mulai menunjukkan gejala gigi tumbuh saat usianya menginjak 4 bulan hingga 7 bulan. Tetapi tingkat rewelnya berbeda, tergantung dari berapa gigi yang saat itu tumbuh. Bayi akan lebih rewel dari biasanya jika gigi Si Kecil tumbuh secara berbarengan. Hal ini merupakan tanda alamiah, karena rewel adalah ekspresi sakit ataupun gatal yang teramat sangat di wilayah gusinya. 

Nah berikut merupakan ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang bisa Moms pelajari. Agar Moms tidak panik dan tahu bagaimana cara menyikapinya.

1. Memasukkan tangan dan benda lain ke mulut

Nah ini merupakan ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang paling sering ditemui. Saat itu, gusi Si Kecil gatal akibat dorongan gigi yang akan tumbuh keluar dari gusinya. Biasanya tidak hanya tangan yang dimasukkan ke mulut, benda lain yang ada disekitarnya juga kerap dijadikan pelampiasan atas rasa gatal yang dirasakannya. Agar lebih aman, Moms bisa memberikan buah dingin yang ditumbuk halus. Hal itu akan membuat nyaman gusi bayi dan meredakan rasa gatalnya. Moms juga bisa mulai memberikan mainan yang aman jika ia masukan ke dalam mulut. Ketika Si Kecil sudah mulai melakukan ini, Moms harus lebih sering membersihkan barang-barang Si Kecil, agar tidak ada debu atau kotoran yang menempel jika Si Kecil memasukkan barang ke mulut.

2. Air liur berlebih

Hal itu bisa jadi disebabkan karena adanya kontraksi otot di mulut bayi akibat dorongan gigi yang akan tumbuh, alhasil produksi air liurnya pun melimpah. Untuk mengatasinya, Moms bisa mengelapnya dengan handuk kecil yang lembut. Hal ini juga menghindari baju bayi juga tidak basah terkena liur.

Selain itu, Moms juga bisa menggantungkan celemek makan (baby bib) di lehernya agak mudah untuk membersihkan liur akibat proses tumbuh gigi. Sehingga, Moms tidak perlu khawatir jika bayi sudah mulai mengeluarkan lebih banyak air liur dari biasanya ya. Apalagi saat ia berusia 4-7 bulan. Hal ini sepenuhnya wajar.

Beberapa bayi bahkan ada yang mengalami perubahan dalam warna dan konsistensi pada kotoran lunak mereka saat gigi akan tumbuh. Perubahan ini dikarenakan air liur berlebih yang dialami bayi. Air liur berlebih ini belum bisa dicerna oleh usus bayi, sehingga menyebabkan kotoran lunak berwarna kehijauan hingga berlendir. Hal ini membuat Moms harus semakin tepat dalam memilih popok yang tepat. Dengan popok yang baik seperti Merries, kotoran lunak bisa dengan cepat terserap oleh teknologi permukaan bergelombang yang dimiliki Merries. Kulit pantat bayi akan tetap kering dan sejuk di bagian dalam sehingga terhindar dari terjadinya ruam popok.

3. Gusi mengalami bengkak

Ibarat ada benda keras yang menyeruak dari dalam daging, keadaan gusi si Kecil juga biasanya mengalami bengkak dan memerah. Hal itu merupakan ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang alami. Moms bisa melihatnya dengan membuka mulut bayi dan memeriksa tanda-tandanya. Biasanya akan terlihat secara samar gigi yang baru tumbuh tersebut. Jangan lupa untuk cuci tangan ya Moms sebelum melakukan hal tersebut, agar mulut Si Kecil bisa aman dari risiko bakteri.

4. Tidak nafsu makan

Gerakan tutup mulut (GTM) Si Kecil juga bisa disebabkan oleh giginya yang baru saja tumbuh. Ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang seperti ini kerap kali diartikan bahwa jenis makanan yang diberikan tidak disukai oleh Si Kecil. Padahal karena adanya perubahan pada gusinya, membuat bayi merasa tidak nyaman untuk menerima makanan yang diberikan. Moms harus pintar-pintar mencari cara agar Si Kecil tetap mau makan. Beri asupan berupa buah dingin yang dilumatkan bisa membantu kecukupan nutrisinya.

5. Ruam di sekitar mulut

Karena yang sedang mengalami perubahan adalah gusinya, kondisi sekitar mulut biasanya akan ikut terkena dampaknya. Hal itu dipicu oleh melimpahnya air liur bayi saat giginya sedang tumbuh. Sehingga, Moms harus bisa menjaga wilayah sekitar mulut Si Kecil tetap kering untuk menghindari ruam.  Ketika ruam muncul, rasanya bisa tidak nyaman karena gatal. Hal ini cukup berisiko jika Si Kecil malah menggaruk dan menyebabkan luka di wajahnya. 

6. Demam 

Sama seperti orang dewasa ketika gigi geraham dewasanya mulai tumbuh. Gejala demam dan sakit kepala pasti dirasakan. Begitu pula dengan bayi, ada beberapa kasus pada anak saat dalam proses tumbuh gigi, tubuhnya mengalami demam yang cukup tinggi.

Moms bisa membawanya ke dokter untuk mendapatkan pengobatan jika panas tubuhnya lebih dari 38 derajat. Rata-rata demam yang dialami Si Kecil kala tumbuh gigi berlangsung selama 1 hingga 2 hari. Moms bisa menurunkan panasnya dengan banyak memberikan cairan seperti air putih atau ASI.

Tips Agar Si Kecil Mau Makan Kala Tumbuh Gigi

Saat proses tumbuh gigi, bayi akan lebih selektif dalam menerima makanan. Untuk menyiasatinya, selain memberikan buah dingin yang sudah dilumatkan, Moms juga bisa memberikan buah yang memiliki tekstur agak keras yang dingin untuk diberikan kepada bayi. Tujuannya adalah agar bayi bisa merasa lebih nyaman kala memasukkan buah tersebut ke gusinya yang sedang bengkak.

Selain itu, Moms juga bisa memberikan usapan dan pijatan yang lembut dengan kain yang dingin pada wilayah gusi Si Kecil dari luar (pipi). Ketika rasa sakitnya perlahan hilang, bayi juga akan memiliki keinginan untuk makan. Akan lebih baik untuk berfokus meringankan gejala yang timbul akibat gigi tumbuh, bukan memaksanya makan tanpa tahu kondisi yang dialami Si Kecil.

Dengan begitu, Moms juga bisa meningkatkan ikatan emosional dengan anak sekaligus membantu Si Kecil lebih tenang saat giginya tumbuh.

Jika gigi Si Kecil belum juga tumbuh setelah usia 9 bulan, Moms jangan langsung khawatir. Karena sejatinya pertumbuhan setiap anak berbeda. Jika pertumbuhan kulit, tulang dan juga rambutnya berjalan normal tanpa ada yang berbeda, mungkin hanya masalah waktu gigi Si Kecil mau memperlihatkan bentuknya.  Tetapi ketika usianya sudah menginjak 18 bulan, sekitar 1 setengah tahun, Moms sebaiknya melakukan cek  ke dokter gigi.

Proses tumbuh kembang bayi juga bisa terlihat dari giginya. Jika sudah mulai banyak, artinya dia sudah siap untuk diberikan makanan yang memiliki tekstur agak keras dan padat. Namun Moms tetap harus menunggu usianya pas ya. Di usia 11 bulan, bayi baru bisa menerima makanan yang agak padat dari menu biasanya. Selain itu, pemberian protein hewani juga sudah bisa dilakukan pada usia 12 bulan atau 1 tahun.