Ini Dia Risiko Kehamilan Bagi Penderita Lupus

Merries Insight
26 Oktober 2015
Tumbuh Kembang
Share
Ini Dia Risiko Kehamilan Bagi Penderita Lupus

Menurut penelitian terbaru, seorang wanita dengan Lupus masih diperbolehkan untuk hamil, dengan catatan, ketika hamil gejala Lupus tersebut tidak sedang kambuh, dan sebisa mungkin melakukan upaya pencegahan kekambuhan Lupus selama masa kehamilan.

Wanita dengan Lupus yang ingin hamil, mau tidak mereka harus melibatkan dokter kandungan, dokter perinatologi dan dokter internis untuk mencegah atau meminimalisir dampak dari Lupus terhadap kehamilan. Selain itu, Moms pun harus mengetahui beberapa risiko yang mungkin harus dihadapi ketika hamil dengan Lupus, seperti berikut ini.

Preeklamsia/Eklamsia

Sebanyak 20 persen Ibu hamil penderita lupus, terlebih bagi mereka yang memiliki gangguan fungsi ginjal, sangat berisiko mengidap tekanan darah tinggi, dan akhirnya bisa berlanjut dengan preeklamsia/eklamsia. Untuk mencegah kondisi ini, biasanya dokter akan memberikan obat anti-hipertensi.

Gangguan Pertumbuhan Janin

Hamil dengan Preeklamsia dan eklamsia, secara khusus akan meningkatkan risiko persalinan preterm atau kurang bulan, serta meningkatnya risiko gangguan pertumbuhan janin. Sebagai catatan, risiko ini akan semakin meningkat jika Moms seorang ibu hamil perokok, atau tinggal di lingkungan perokok.

Baca Juga

Trik Sehat Saat Hamil untuk Penderita Diabetes

3 Penyebab Anak Terjangkit Penyakit Lupus

Trik Jalani Kehamilan Aman Untuk Penderita Lupus

Keguguran

Risiko keguguran selalu menghantui Ibu hamil yang terjangkit lupus. Hal tersebut di duga karena terjadinya kerusakan pembuluh darah pada Ibu hamil, sehingga pasokan makanan untuk janin akan terhambat. Kondisi ini mau tidak mau akan mengganggu perkembangan janin dalam rahim, dan bahkan memperbesar risiko keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan.

Risiko Neonatal Lupus

Ibu dengan Lupus berisiko melahirkan bayi dengan Neonatal Lupus. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak merah di kulit, gangguan jantung dan kelainan darah. Untuk kelainan darah sendiri, biasanya akan hilang sendirinya setelah bayi berusia 6-8 bulan, kalau mengalami gangguan jantung, biasanya kelainan ini akan menetap, bahkan si bayi akan membutuhkan alat pacu jantung.

Dengan tingginya risiko hamil bagi para penderita Lupus, sudah selayaknya Moms lebih waspada, dan melakukan upaya pencegahan sejak dini. Cobalah untuk lebih bersahabat dengan dokter dan periksakan kondisi anda sesering mungkin untuk mengetahui apakah Moms bisa hamil dengan Lupus, atau lebih baik di tunda dulu hingga penyakit tersebut benar-benar bisa dikendalikan.

Baca Juga

Trik Sehat Saat Hamil untuk Penderita Diabetes

3 Penyebab Anak Terjangkit Penyakit Lupus

Makanan-Makanan ini Cocok untuk Ibu Hamil Penderita Diabetes