Beda Dengan Anak Berkebutuhan Khusus, Ini Fakta Tentang Anak Berkebutuhan Tinggi!

Beda Dengan Anak Berkebutuhan Khusus, Ini Fakta Tentang Anak Berkebutuhan Tinggi!

Artikel ini berisi tentang :

  1. Apa itu anak dengan kebutuhan tinggi?
  2. Ciri Anak Berkebutuhan Tinggi
  3. Apa penyebab anak berkebutuhan tinggi?
  4. Bagaimana cara mengatasinya?

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak dengan karakteristik khusus, yang merujuk pada masalah ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Contohnya, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa dan lainnya. Selain anak berkebutuhan khusus, ternyata ada lho anak yang masuk dalam kategori berkebutuhan tinggi.

Apa itu anak dengan kebutuhan tinggi?

Meskipun sama-sama butuh perhatian yang lebih besar dari anak-anak normal lainnya, anak berkebutuhan tinggi jauh berbeda dengan anak berkebutuhan khusus. (oleh William Sears. M.D., dokter spesialis anak dan penulis buku The Fussy Baby Book Parenting Your High-Need Child From Birth to Age Five)

Menurut William, anak berkebutuhan tinggi pada dasarnya sama seperti anak-anak lainnya, baik secara fisik maupun secara mental. Hanya saja, mereka selalu ingin lebih. Si Kecil seolah tidak bisa jauh dari Moms, atau yang kita kenal dengan istilah anak bau tangan.

Jika keinginannya tidak terpenuhi dia akan melampiaskan amarahnya dengan cara yang cukup ekstrim, dari mulai berguling-guling di lantai, melemparkan benda-benda yang dekat dengannya, menjambak-jambak rambutnya, dan berbagai amukan lainnya.

Ciri Anak Berkebutuhan Tinggi

Anak berkebutuhan tinggi secara umum terlihat dari beberapa cirinya. Misalnya, jika Si Kecil masih bayi, dia harus selalu digendong. Bahkan saat dia tertidur, Moms harus selalu berada disisinya. Ditinggalkan sedikit, dia seolah tahu dan langsung terbangun.

Untuk lebih lengkapnya, berikut merupakan beberapa tanda anak berkebutuhan tinggi.

  1. Bagi Bayi, ciri khas anak berkebutuhan tinggi adalah, Si Kecil terlihat lebih waspada, sulit didiamkan saat menangis, terlalu peka hingga membuatnya sering terbangun, dan tidak mau diturunkan dari gendongan.
  1. Pada Balita, ciri khas anak berkebutuhan tinggi adalah, Si Kecil sering gelisah, keras kepala, sangat energik, tidak sabaran, rentan tantrum, berkemauan keras, dan senang dipeluk.

Dengan kata lain, anak dengan kebutuhan tinggi merupakan anak yang menginginkan perhatian jauh lebih besar ketimbang anak lainnya, meskipun terkadang mereka melakukannya dengan cara yang membuat Moms sedikit repot.

Apa penyebab anak berkebutuhan tinggi?

Hingga kini belum ditemukan secara spesifik apa penyebab pasti anak berkebutuhan tinggi. Hanya saja, dapat dipastikan ada beberapa faktor penyebab yang membuat mereka lebih sering rewel. (oleh Claire B. Kopp, Ph. D., dari Developmental Psychology di California’s Claremont Graduate University)

Menurut Claire, kemungkinan pertama bisa jadi Si Kecil pernah mengalami trauma atau ada hal yang membuatnya sangat takut. Hal inilah yang akhirnya membuat mereka cenderung rewel, dan tidak nyaman saat jauh dari Moms.

Sedangkan kemungkinan kedua, bisa jadi Si Kecil sering dijanjikan sesuatu tapi tidak pernah Moms berikan. Atau mungkin sebaliknya, seluruh keinginan Si Kecil selalu langsung dipenuhi. Sehingga ketika keinginannya tidak dipenuhi, dia akan merasa kesal dan melampiaskannya dengan cara negatif.

Kemungkinan lainnya, sikap Si Kecil yang terlihat butuh perhatian lebih, bisa disebabkan karena Moms selalu memarahinya, sering meninggalkannya, dan lainnya. Hal inilah yang akhirnya membuat mereka bersikap negatif sebagai cara untuk mencari perhatian.

Bagaimana cara mengatasinya?

Untuk mengatasi masalah ini, hal pertama yang harus Moms lakukan adalah, mengamati faktor penyebab kenapa Si Kecil sampai bersikap demikian. Apakah ini karena faktor trauma, faktor kurang perhatian dan kasih sayang, atau karena faktor pola asuh yang kurang baik.

Setelah diketahui penyebabnya, cobalah untuk memberikan perhatian kepada Si Kecil, dan nasehati dia untuk mengubah perilakunya. Selain itu, Claire menyarankan Moms agar lebih sabar dalam menghadapi mereka, dan perlakukan Si Kecil dengan penuh kasih sayang.

Yakinkan Si Kecil jika Moms sangat menyayanginya, dan tidak ada alasan untuk takut kehilangan kasih sayang. Kalau dibutuhkan, Moms bisa datang kepada psikolog anak terdekat untuk meminta bimbingan terkait cara membesarkan anak dengan kebutuhan tinggi.

Ingat Moms, membesarkan anak dengan kebutuhan tinggi memang termasuk hal yang sulit dilakukan. Dibutuhkan kesabaran dan keseriusan untuk mengatasinya dengan baik. Semoga bermanfaat!