Aturan Konsumsi Obat-Obatan Selama Masa Kehamilan

Merries Insight
06 Juli 2016
Kesehatan
Share
Aturan Konsumsi Obat-Obatan Selama Masa Kehamilan

Pada waktu hamil, apapun yang Bunda konsumsi akan diserap oleh bayi, termasuk saat Bunda mengkonsumsi obat – obatan. Hal inilah yang membuat para ibu hamil merasa khawatir. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal Internasional Klinik Farmasi, sebanyak 72,8% wanita mengaku memilih untuk tidak mengkonsumsi obat seperti parasetamol, obat batuk, atau obat flu (ibuprofen) selama hamil.

Walaupun demikian, dalam kurun waktu 9 bulan selama kehamilan, kadang beberapa penyakit ringan seperti demam atau sakit kepala sangat mungkin terjadi pada ibu hamil. Menurut Michael Twigg dari East Anglia University selaku pemimpin penelitian tersebut mengatakan bahwa sebenarnya ibu hamil tidak perlu menghindari parasetamol. Bila mengalami sakit kepala berat, mereka dapat mengkonsumsi obat itu sesuai dengan anjuran dokter.

Sementara itu, Louise Silverton, Direktur Royal College of Midwives mengatakan bahwa ibu hamil wajib berhati – hati bila mengkonsumsi obat ketika hamil. Ibu hamil wajib menghindari obat – obatan, khususnya saat trimester pertama. Bila hendak mengkonsumsi parasetamol, maka harus menggunakan dosis yang paling rendah dan dalam waktu singkat.

Selain itu Louise juga mengatakan bahwa para ibu hamil yang mengalami penyakit ringan seperti nyeri atau flu, kadang tidak membutuhkan obat. Bila ibu hamil merasa perlu mendapatkan obat seperti parasetamol, Louise juga menganjurkan untuk konsultasi ke dokter atau bidan terlebih dulu.

Di sisi lain, Dr. Hellen Webberley beranggapan bahwa konsumsi obat pada ibu hamil wajib disesuaikan dengan usia kehamilan. Beberapa obat memang mempunyai potensi yang membahayakan untuk janin muda yang masih berkembang. Namun ada pula obat lainnya yang berbahaya untuk janin yang telah berkembang. Jadi ibu hamil wajib untuk membaca aturan pemakaian obat dan mendiskusikan dengan dokter bila masih merasa belum yakin.

Sekedar informasi, menurut WHO hampir 90% cacat janin di seluruh dunia merupakan efek dari konsumsi obat ketika hamil, khususnya obat bebas, tembakau, obat terlarang, dan alkohol. Kandungan obat yang dikonsumsi ibu hamil akan diteruskan ke janin lewat plasenta bersama dengan zat gisi yang diperoleh dari makanan yang dikonsumsi ibu dan menimbulkan efek samping yang beragam tergantung dari jenis obatnya.

Ada yang langsung berpengaruh terhadap janin seperti menyebabkan keguguran, menghambat proses pembentukan janin, dan mengganggu pertumbuhan janin sehingga menyebabkan cacat janin. Ada pula yang mempunyai efek buruk seperti menurunkan fungsi plasenta dan juga menghambat jalan nutrisi menuju ke janin seperti obat antihistamin, antibiotik, dan jenis obat anti pembekuan darah yang diyakini termasuk jenis obat yang menimbulkan gangguan pada jaringan dan fungsi organ janin. Karena itu, sangat penting Moms untuk selalu konsultasi ke dokter kandungan jika ingin mengkonsumsi obat.