5 Perkembangan Emosi Anak Balita

Merries Insight
07 Januari 2015
Tumbuh Kembang
Share
5 Perkembangan Emosi Anak Balita

Emosi anak balita masih berubah-ubah degan cepat. Senang, sedih, marah dapat berganti hanya dalam hitungan menit. Tetapi tidak ada yang salah dengan emosinya ini karena sedih, cemas, takut, dan marah adalah sesuatu yang manusiawi. Ini disebabkan karena ada stimulasi dari luar yang berpengaruh terhadap perasaan si kecil. Mengajari anak mengelola emosi berkaitan erat dengan tahap perkembangannya. Penting bagi Moms untuk memahami perkembangan emosi si kecil karena tiap tahap mempunyai perkembangan emosi yang unik. Berikut ini adalah perkembangan emosi pada balita.

  1. Mau Menang Sendiri

Pada tahap usia ini, balita memang sedang dalam tahap egosentris. Ia selalu berperilaku keras kepala dan mau menang sendiri. Perilaku yang ditampilkan adalah ia tidak mau mengalah, senang merebut mainan teman, atau sulit dinasihati. Moms dapat mengajari anak berbagi seperti berbagi mainan atau makanan kepada temannya.

  1. Mengungkapkan Emosi

Balita sebenarnya sudah dapat mengeluarkan emosinya secara tersembunyi atau terang-terangan. Contohnya ketika ia bertemu dengan orang yang baru pertama kali ditemuinya, si kecil dapat bersembunyi. Saat sedang marah, ia akan berteriak-teriak. Sementara ketika ia merasa Moms lebih memperhatikan adiknya, anak akan mencari perhatian secara tersamar dengan berperilaku seperti bayi.

  1. Senang Mencari Perhatian

Balita senang mencari perhatian orang lain. Dia juga sangat percaya diri dan memuja diri sendiri. Oleh sebab itu jika Moms memberi perhatian terhadap perilakunya, bayi akan cenderung terus mengulah perilakunya itu. Jadi beri pujian ketika ia berperilaku baik dan teguran jika anak melakukan perbuatan negatif.

  1. Menyadari Kemampuannya

Saat balita, anak sudah mulai sadar bahwa dia adalah individu yang terpisah dari keterbatasan dan kekuatannya. Anak merasa senang jika sudah bisa melakukan sesuatu. Tetapi di sisi lain, anak akan merasa bingung dan frustasi karena tidak dapat melakukan sesuatu yang diinginkan. Tugas Moms adalah mengetahui kapan anak sebaiknya dibiasakan untuk mandiri dan kapan seharusnya mendapat bantuan.

  1. Senang Kontak Fisik

Balita senang mengekspresikan emosinya dengan cara melakukan kontak fisik. Saat suasana hatinya senang, anak akan memeluk orang terdekatnya seperti Moms, papa, adik, maupun kakaknya.

Baca Juga

Emosi Negatif Datang Mengganggu Saat Hamil? Tangkal Dengan Cara Ini!

Kelola Emosi Si Kecil dengan Cara Ini Ya Dads!

Yuk Lepaskan Emosi Negatif Si Kecil Lewat Karya Seni