3 Keuntungan Mengajak Anak Beraktivitas Di Dapur

Merries Insight
03 Oktober 2014
Tumbuh Kembang
Share
3 Keuntungan Mengajak Anak Beraktivitas Di Dapur

Anak laki-laki dan anak perempuan yang sudah menginjak usia Taman Kanak-kanak harus mulai dikenalkan banyak aktivitas. Apalagi Moms selalu berada di rumah mengurus pekerjaan rumah tangga termasuk anak. Aktivitas bersama anak harus menjadi prioritas di kala waktu senggang Moms. Terlebih saat musim libur sekolah tiba, ajak anak untuk melakukan aktivitas bersama. Kenalkan aktivitas Moms yang sering dilakukan seperti di area dapur. Walaupun ada banyak barang berbahaya bagi anak, Moms dapat mengajak beberapa aktivitas ringan di dapur bersama anak. Moms akan merasakan tiga keuntungan saat mengajak anak beraktivitas di dapur.

  1. Pendekatan Emosional

Melihat dari sisi Moms jelas Moms akan lebih dekat secara emosional. Aktivitas bersama anak dapat mempererat hubungan orangtua dan anak. Tidak masalah aktivitas yang Moms lakukan di dapur hanya mencuci buah dan sayur. Mengajak mengelap meja atau peralatan masak. Aktivitas ringan disertai obrolan mampu mendekatkan emosional antara Moms dan anak. Terlebih bagi Moms yang sibuk bekerja di luar rumah, aktivitas ini dapat menjadi jalan pendekatan yang efektif.

  1. Pengenalan Aktivitas Di Dapur

Mengajak anak melakukan aktivitas di dapur secara tidak langsung dapat untuk belajar. Anak yang hanya mengenal telur melalui buku pelajaran, kini dapat ikut menggoreng ketika di dapur. Anak yang hanya melihat cara membuat kue melalui siaran televisi, kini dapat merasakan keseruan buat kue di dapur bersama Moms. Banyak aktivitas baru dan dijamin menyenangkan anak ketika Moms mengajak anak di dapur.

  1. Pengenalan Peralatan Dapur

Anak adalah sosok yang mudah tertarik masuk dalam aktivitas baru. Jika seorang anak jarang menuju ke ruangan tertentu atau tempat tertentu, kemudian diajak masuk, dijamin akan senang. Termasuk Moms mengajak anak beraktivitas di dapur. Anak akan sibuk memegang peralatan dapur dan sibuk memegang bahan-bahan yang akan Moms masak. Moms tidak boleh melarangnya karena itu bentuk belajar anak mengenal aktivitasnya.

Tidak perlu melarang anak untuk melakukan aktivitas orangtua. Selama Moms ikut mendampingin dan mengarahkan tentu anak menjadi belajar dan mengerti. Termasuk mengajak beraktivitas di dapur sebagai aktivitas sederhana untuk belajar anak.