3 Alasan Mengapa Air Liur Bayi Tak Perlu Dikhawatirkan

Merries Insight
03 Februari 2015
Tumbuh Kembang
Share
3 Alasan Mengapa Air Liur Bayi Tak Perlu Dikhawatirkan

Saat bayi berusia 4 bulan, beberapa bayi biasanya akan mengeluarkan air liur berlebih atau disebut dengan “ngeces”. Saat itu adalah 2 bulan sebelum gigi bayi yang pertama tumbuh. Para orang tua kadang harus memasang celemek atau handuk kecil agar baju si kecil tidak basah oleh liur. Air liur adalah hal yang sangat wajar terjadi pada bayi. Bahkan sebagian besar bayi mengalaminya sehingga Moms tidak perlu mengkhawatirkan soal hal ini. Berikut ini adalah beberapa penyebab bayi mengeluarkan banyak air liur.

Persiapan Untuk Makanan Padat

Banyak yang meyakini bahwa tumbuh gigi memicu bayi memproduksi air liur lebih banyak. Sebenarnya, penyebab yang paling umum adalah tubuh bayi memproduksi enzim lebih banyak untuk mecerna makanan padat.

Tumbuh Gigi

Gigi yang mulai muncul dari gusi si kecil akan membuat bayi merasa gatal untuk menggigit sesuatu. Gigitan tersebut juga dapat merangsang pertumbuhan giginya. Saat buah hati Moms menggigit, tentu ada banyak benda asing yang masuk ke dalam mulutnya sehingga air liur pun terus mengalir seiring gerakan otot rahangnya.

Bentuk Rahang

Baca Juga

Mengapa Ibu Hamil Perlu ke Dokter Gigi

Mengapa Ibu Hamil Disarankan untuk Menjauhi Pemandian Air Panas dan Sauna?

4 Masalah Bayi yang Tidak Perlu Dikhawatirkan

Saat masih bayi, tulang rahangnya masih belum kuat dan bentuknya belum sempurna sehingga bayi tanpa sadar mulutnya menganga. Bila mulut mengaga, maka air liur pun akan dengan mudah mengalir keluar. Pada usia tersebut, bayi juga belum mampu menelan ludah.

Air liur bayi memang tidak perlu dikhawatirkan, namun air liur tersebut tentu tidak boleh dibiarkan menetes begitu saja karena dapat membasahi bajunya dan membuat si kecil kedinginan jika tidak diganti. Moms dapat menyeka liurnya dengan kain lembut atau menyelipkan kain lembut untuk penadah liur agar tidak merembes ke baju.

Bila bayi mengalami ruam merah, Moms dapat mengoleskan lotion. Pada dasarnya bayi akan mampu mengatasi air liurnya setelah berusia 1 tahun karena ia sudah dapat menelan air liur. Yang perlu diwaspadai adalah jika bayi mengeluarkan air liur berlebih dan disertai dengan dengkuran atau infeksi telinga. Jika terjadi hal tersebut, Moms wajib menghubungi dokter karena ini kemungkinan bayi mengalami adenoid.

Baca Juga

4 Masalah Bayi yang Tidak Perlu Dikhawatirkan

Alasan Mengapa Dads Harus Lebih Dekat dengan Anak Perempuan

Mengapa Balita Tak Bisa Lepas dari Ibunya?