Si Kecil Malas Berjalan Padahal Sudah Mahir Berjalan? Pakai Trik Ini Moms!

Merries Insight
02 Januari 2019
Tumbuh Kembang
Share
Si Kecil Malas Berjalan Padahal Sudah Mahir Berjalan? Pakai Trik Ini Moms!

Artikel ini berisi tentang:

  1. Coba Berikan Sepatu Berbunyi
  2. Ajak Bermain di Luar Ruangan
  3. Ubah Pola Asuh Yang Terlalu Memanjakan
  4. Periksa, Mungkin Si Kecil Trauma

Saat memasuki usia usia 9-12 bulan, kebanyakan anak sudah masuk dalam fase berdiri dan mulai belajar melangkah. Meskipun begitu, umumnya Si Kecil baru bisa berjalan dengan baik saat usianya mencapai 15-18 bulan. Tapi bagaimana jika Si Kecil sudah mahir berjalan, tapi malas untuk melakukannya?

Coba Berikan Sepatu Berbunyi

Setelah mahir berjalan, seharusnya Si Kecil makin aktif untuk menjelajah lingkungan sekitar dengan cara berjalan. Hal ini tidak lepas dari fase tumbuh kembang anak yang sudah memasuki masa eksplorasi. Tapi memang ada beberapa anak yang justru memperlihatkan kurang berminat untuk berjalan.

Penyebabnya beragam, dari mulai rasa tidak nyaman di telapak kaki, hingga terlalu nyaman bergerak dengan cara merangkak, atau menggunakan baby walker.

Untuk menyiasati hal ini, Moms bisa memberikan sepatu berbunyi pada Si Kecil. Umumnya, sepatu ini terbuat dari bahan yang ringan, dan tidak licin. (oleh Weni Endahing Warni, MPsi, pakar tumbuh kembang anak dari Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah, Surabaya)

Tapi ingat, Weni menjelaskan agar sepatu yang dipilih jangan asal berbunyi saat diinjak, tapi pilihlah sepatu dengan bahan terbaik, yang mampu melindungi kaki dari benda tajam dan tidak licin.

Dengan cara ini, diharapkan Si Kecil akan makin tertantang untuk berjalan, sehingga fase belajar berjalannya akan lebih maksimal. Selain itu, trik ini pun cukup efektif untuk merangsang Si Kecil lebih aktif bergerak karena umumnya Balita akan tertarik dengan suara-suara yang unik.

Ajak Bermain di Luar Ruangan

Jika selama ini Si Kecil bermain di dalam rumah, cobalah sesekali Moms mengajak Si Kecil untuk bermain di luar rumah, seperti taman bermain dan lainnya. Ajak Si Kecil untuk melakukan permainan yang menuntunya lebih banyak berlari, misalnya sepakbola dan lainnya.

Dengan cara ini, Si Kecil akan lebih tertantang untuk menendang bola, dan berlari mengejar bola. Sesekali, Moms bisa menggoda Si Kecil dengan cara mendahuluinya saat dia akan menendang bola. Hal ini dilakukan agar Si Kecil makin penasaran dan tertantang untuk terus berlari.

Akan lebih baik jika di taman tersebut terdapat anak seusianya. Dengan begitu, Si Kecil akan melihat mereka dan terpacu untuk mengikuti anak-anak lainnya yang berjalan atau berlari sendiri, tidak merangkak atau hanya duduk saja seperti yang biasa dia lakukan.

Ubah Pola Asuh Yang Terlalu Memanjakan

Jika selama ini Mom terbiasa melayani Si Kecil, maka wajar jika dia pun menganggap kemampuan berjalan tidak penting. Toh dengan duduk saja dia sudah bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. (oleh Gay L. Girolami, MS, PT, pakar perkembangan fisik dari American Physical Therapy Association)

Ada beberapa kebiasaan yang membuat Si Kecil akhirnya malas untuk berjalan karena menganggap segala kebutuhannya sudah bisa terpenuhi, diantaranya :

  1. Setiap Si Kecil kesulitan untuk meraih sesuatu, Moms langsung membantunya. Misal, saat bola yang dipegangnya terjatuh, Moms langsung mengambilkannya.
  2. Si Kecil selalu dipangku kemanapun dia pergi. Misal, saat bermain ke supermarket, dia tidak diizinkan untuk turun, dan menjelajah supermarket untuk memilih jajanannya sendiri.
  3. Moms terlalu protektif pada Si Kecil, misalnya jangan menginjak tanah nanti kotor, jangan lari-lari nanti jatuh, dan lainnya.
  4. Moms memberikan banyak mainan yang membuatnya pasif bergerak, misalnya konsol games, mobil-mobilan yang dikendari dengan remot dan lainnya.

Terlalu memanjakan, atau bahkan terlalu protektif tidak hanya membuat Si Kecil manja dan terlalu banyak ketakutan, tapi akan membuatnya jadi malas untuk bergerak.

Periksa, Mungkin Si Kecil Trauma

Si Kecil malas berjalan kaki bisa juga disebabkan karena ada trauma yang masih menghinggapinya. Misal, dia pernah terjatuh hingga mengalami cidera parah, Moms selalu menakut-nakutinya atau melarangnya banyak bergerak, dan lainnya.

Kondisi ini tentu saja cukup serius, mengingat trauma yang dibiarkan terus terpelihara akan membuat Si Kecil sulit mengembangkan kemampuannya, termasuk kemampuan berjalannya. (oleh Dr. Nadine Burke Harris, dokter anak, sekaligus dan CEO Center for Youth Wellness, di San Fransisco, Amerika)

Untuk mengatasi hal ini, cara terbaik yang harus Moms lakukan adalah, mengajak Si Kecil untuk berkonsultasi dengan prikolog anak. Nantinya, mereka akan memberikan bimbingan apa saja yang harus dilakukan dalam rangka trauma healing.