Mengunggah Foto Anak di Sosmed Bukan Bagian dari Kasih Sayang Lho!

Merries Insight
05 September 2017
Umum
Share
Mengunggah Foto Anak di Sosmed Bukan Bagian dari Kasih Sayang Lho!

Artikel ini berisi tentang :

  • Mengunggah Foto Anak di Sosmed Bukan Tanda Sayang Anak
  • Apa Bahaya Mengunggah Foto Si Kecil di Sosmed?
  • Denda dan Penjara Menanti
  • Bagaimana Kalau Sudah Terlanjur Terupload?

Tidak hanya foto-foto anak muda saja, sosial media pun diramaikan dengan foto anak-anak menggemaskan yang mengundang like dan banyak komentar. Melihat hal ini, wajar jika Moms sebagai orangtuanya merasa bangga dengan pujian dan popularitas instan yang didapatkan Si Kecil.

Yang paling menarik, bahkan bayi baru lahir pun kini sudah memiliki akun sosial media sendiri, tentu saja akun tersebut dikelola langsung oleh orangtua mereka. Lantas, apakah mengunggah foto Si Kecil ke sosial media bisa dikatakan sebagai bentuk rasa bangga dan rasa sayang kita kepada Si Kecil?

Mengunggah Foto Anak di Sosmed Bukan Tanda Sayang Anak

Sayang Moms, kebiasaan mengunggah foto anak di sosial media, justru bukan bagian bentuk kasih sayang Moms kepada Si Kecil, melainkan bentuk eksploitasi orangtua terhadap Si Kecil untuk mendapat banyak simpati dan pujian dari pengguna sosial media lainnya

Dengan kata lain, saat Moms mengunggah foto atau video Si Kecil ke sosial media, itu artinya Moms memperdagangkan Si Kecil demi like dan komentar pujian pengguna sosial media lainnya.

Sementara itu, Psikolog Klinis Rosdiana Setyaningrum, justru lebih menyarankan Moms untuk lebih fokus membesarkan Si Kecil dan meningkatkan prestasi riil ketimbang sibuk mengumbar pencitraan terhadap Si Kecil di dunia maya.

Menurutnya, jangan sampai kondisi nyata Si Kecil, justru tidak lebih baik ketimbang foto-foto yang dipajang di sosial media. Lagian, saat Moms mengurangi kebiasaan pamer foto di sosial media, otomatis Moms bisa lebih fokus mengevaluasi kondisi dan realita yang terjadi pada Si Kecil.

Apa Bahaya Mengunggah Foto Si Kecil di Sosmed?

Mungkin Moms terlalu sering bergaul dengan orang-orang positif hingga akhirnya tidak menyadari jika di luar sana, banyak orang yang memiliki perilaku seksual menyimpang, seperti kaum pedofil, yang sedang mengincar Si Kecil.

Menurut Sarah Clark, ilmuwan Departemen Kesehatan Anak dari University Michigan, seperti dilansir dalam NY Daily News, kebiasaan mengunggah foto Si Kecil di sosial media, sama dengan menempatkan mereka dalam bahaya, terutama serangan predator anak.

Yang lebih mengerikan, lewat foto-foto dan video di sosial media, para penculik anak bisa menargetkan anak Moms untuk melakukan aksi kejahatan yang sangat terencana. Biasanya, hal ini menimpa kepada orangtua yang sering mengunggah foto anak, lengkap dengan penanda lokasi.

Mengenai penggunaannya, si penculik bisa saja menjadikan Si Kecil sebagai alat untuk meminta tebusan, atau bisa saja dijual kepada pihak lain, termasuk dijadikan sebagai budak seks dan lainnya. Bagaimana Moms, mengerikan bukan?

Denda dan Penjara Menanti

Walaupun mendapat pujian itu menyenangkan, banyak pihak yang justru tidak setuju dengan hal ini. Bahkan saking melarangnya, pihak kepolisian Prancis telah mengeluarkan imbauan kepada orangtua agar tidak asal memposting foto atau video Si Kecil ke media sosial.

Menurut mereka, tindakan ini dianggap melanggar privasi anak dibawah umur. Bahkan jika tetap ngeyel, pihak kepolisian Prancis akan menjerat Moms dengan hukuman penjara 1 tahun dan denda 45 ribu Euro atau setara dengan harga 650 jutaan.

Menariknya, apa yang dilakukan oleh kepolisian Perancis ini ternyata meniru kebijakan yang sudah lebih dulu dikumandangkan di Jerman. Bahkan di Negara tersebut, kampante tentang privasi anak sudah sangat gencar dilakukan, termasuk di sosial media, seperti Facebook dan lainnya.

Bagaimana Kalau Sudah Terlanjur Terupload?

Kalau memang sudah terlanjur atau Moms masih ingin mengunggah foto Si Kecil sebagai dokumentasi, French Gendarmerie, ahli hukum dan etika Internet, menyarankan Moms agar segera mengaktifkan fitur privacy setting, dengan ketentuan keluarga dan teman dekat saja yang bisa mengaksesnya.

Selain itu, Moms pun diwajibkan untuk matikan GPS ponsel, dan memberikan watermark khusus yang menandakan jika Moms merupakan pemilik sah dari foto-foto tersebut.

Sementara itu, berdasarkan hasil jajak pendapat University of Michigan C.S. Mott Children’s Hospital, menyimpulkan jika foto Si Kecil yang diunggah ke situs sosial media, harus dalam kondisi berbusana lengkap. Selain unsur etika, hal ini pun dinilai efektif menghalau minat predator anak.

So, bagaimana menurut Moms Moms? Apakah masih tetap pengen membuat Si Kecil eksis di dunia maya dan memajang foto-fotonya sebagai kebanggaan?