Lakukan Ini Agar Si Kecil Tidak Rewel Saat Moms Kembali Bekerja Pasca Libur Panjang

Merries Insight
16 Juli 2019
Umum
Share
Lakukan Ini Agar Si Kecil Tidak Rewel Saat Moms Kembali Bekerja Pasca Libur Panjang

Artikel ini berisi tentang :

  1. Buat Si Kecil Nyaman Dengan Pengasuhnya
  2. Jadilah Seorang Ibu Yang Kuat
  3. Jangan Khawatir, Si Kecil Baik-Baik Saja!
  4. Tetap Luangkan Waktu Bersama Si Kecil

Selama libur panjang, Moms akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama Si Kecil. Tapi yang jadi masalah, saat waktu liburan telah usai dan Moms harus kembali bekerja, Si Kecil seolah tidak rela untuk melepas kepergian Moms. Apa yang harus dilakukan?

Buat Si Kecil Nyaman Dengan Pengasuhnya

Sebagai wanita karier, Moms seharusnya sudah mempertimbangkan hal ini. 1-2 hari sebelum kembali bekerja, Moms harus mulai mempersiapkan Si Kecil agar siap ditinggal kembali. Caranya, cobalah untuk lepaskan Si Kecil secara perlahan dengan mengurangi kontak bersamanya.

Selain itu, Moms pun bisa memperbanyak interaksi Si Kecil dengan pengasuhnya. Misalnya, jika selama liburan Si Kecil makan disuapin Moms, maka selama 1-2 hari menjelang masuk kerja, biarkan pengasuh yang melakukannya. Ini berlaku untuk aktivitas lainnya, seperti mandi, bermain dan tidur.

Jika Si Kecil menghampiri, Moms boleh melakukan kontak, tapi setelah itu biarkan dia kembali bermain dengan pengasuhnya. Cara ini dilakukan agar Si Kecil bisa kembali terbiasa tanpa Moms, dan mulai dekat kembali dengan pengasuhnya.

Jadilah Seorang Ibu Yang Kuat

Terkadang bukan hanya Si Kecil saja yang berat harus kembali berpisah, Moms pun akan merasa sangat berat ketika harus kembali meninggalkan Si Kecil di rumah, meskipun perpisahan ini hanya untuk sementara. Jangan khawatir, ini normal kok!

Pada dasarnya, Mom hanya perlu membiasakan diri saja. Kalau kemarin bisa, kenapa sekarang tidak. Cobalah untuk lebih tegar dan menguatkan diri. (oleh Anna Surti Ariani, SPsi, MSi, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan UI)

Menurut Anna, pada dasarnya Moms hanya perlu menghadapi apa yang terjadi. Kalau memang harus menangis, maka menangislah untuk menunjukkan jika Moms tidak suka berjauhan dengan Si Kecil, tapi keadaan lah yang memaksa Moms untuk melakukannya.

Anna pun tidak menyarankan Moms sok perkasa. Berpura-pura tegar justru akan membuat Moms merasa semakin berat dan sulit berkonsentrasi selama bekerja.

Jangan Khawatir, Si Kecil Baik-Baik Saja!

Jangan pernah khawatir dengan kondisi Si Kecil di rumah. Pasalnya, penelitian yang dilakukan University College London, dan diterbitkan dalam dalam Journal of Epidemiology and Community Health, menyebut jika anak-anak pada dasarnya baik-baik saja meskipun Moms tinggalkan untuk bekerja.

Hal ini didapat dari penelitian terhadap 13.000 anak di Inggris, yang menyebut jika pada dasarnya tidak ada perbedaan antara perilaku Si Kecil yang ditinggalkan di rumah untuk bekerja, dengan anak yang tetap bersama Moms di rumah.

Ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan Si Kecil di rumah bersama pengasuhnya, diantaranya :

  1. Untuk anak 1-2 tahun, aktivitas mereka pada dasarnya tidak terlalu rumit. Pengasuhnya bisa menjaga Si Kecil sambil mengajarkan beberapa kemampuan dasar, seperti memantapkan posisi duduk, merangkak, belajar berjalan kaki, membacakan dongeng dan mengajaknya bicara.
  2. Untuk usia 3-4 tahun, aktivitas untuk meningkatkan kreativitas bisa dilakukan, misalnya dengan meminta pengasuh mengajarkan Si Kecil membuat prakarya sendiri, mengenalkan huruf, bermain di taman, bermain lempar bola, dan permainan lainnya.

Meskipun begitu, ada hal yang harus Moms perhatikan agar pekerjaan tidak mengganggu tumbuh kembang Si Kecil, salah satunya Moms wajib meluangkan waktu untuk bersamanya sepulang sekolah. (oleh Dr Anne McMunn, ketua tim peneliti dari University College London, Inggris)

Tetap Luangkan Waktu Bersama Si Kecil

Sebagai seorang ibu bekerja, Moms harus memaksimalkan semua waktu yang ada untuk Si Kecil, baik sebelum berangkat ataupun setelah pulang bekerja. (oleh ‎Elizabeth T Santosa, M.Psi., psikolog anak dan remaja dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia)

Sebelum berangkat kerja, cobalah untuk memberi pengertian kalau Moms akan kembali bekerja. Katakan kepadanya jika Moms sangat mencintainya, dan tidak ingin berpisah dengannya. Tapi karena kewajiban bekerja, maka Moms harus meninggalkannya bersama pengasuh di rumah.

Sepulang sekolah, ajak Si Kecil untuk bermain bersama. Agar tidak terlalu kehilangan, sebaiknya Moms pulang tepat waktu (jangan lembur). Dengan cara ini, Si Kecil akan tahu meskipun sibuk, Moms selalu berusaha untuk menghabiskan waktu bersamanya.

Elizabeth pun menyarankan agar Moms membangun rutinitas yang sehat bersama Si Kecil, seperti membacakan cerita sebelum tidur, memberikan morning kiss, berolahraga bersama di pagi hari, berdoa bersama sebelum berangkat kerja, dan aktivitas positif lainnya.