Kenali Jenis Tantrum dan Cara Mengatasinya

Merries Insight
29 April 2014
Umum
Share
Kenali Jenis Tantrum dan Cara Mengatasinya

Dr. Sharon Fried Buchalter, dalam buku Children Are People Too mengatakan, tetap tenang dan coba kenali penyebab balita tantrum merupakan kuci utama keberhasilan Moms untuk mengendalikan tantrum anak. Dr. Sharon mengatakan, ada beberapa jenis tantrum, yaitu tantrum aktif yang merupakan protes dan sosial dan ada juga tantrum pasif yang merupakan merengek dan tidak kooperatif, dan tentunya setiap tantrum akan butuh penanganan yang berbeda-beda tergantung jenisnya.

Tantrum Protes

Tatrum ini terjadi karena anak marah tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya, pada beberapa kejadian tantrum ini biasanya akan menyebabkan balita menangis, menendang-nendang dan bahkan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri seperti berguling-guling dan lainnya.

Untuk tantrum jenis ini, Moms bisa melakukan penanganan sebagai berikut.

  • Cobalah untuk memberi dia ruang untuk meluapkan emosinya tersebut, akan tetapi jangan jauh-jauh dan tetap awasi dia ketika mengamuk.
  • Berikan pelukan kepadanya, asal dilakukan dengan cara yang lembut sambil membisikkan kata-kata yang menenangkan, maka biasanya balita akan tenang sendiri.
  • Cepat bertindak bila balita mulai melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya. Jika dia mulai berguling-guling di lantai, singkirkan benda-benda berbahaya yang ada disekitarnya.
  • Jangan mengabulkan keinginanya untuk membuat dia berhenti tantrum. Moms harus tetap konsisiten supaya tantrum ini tidak dijadikan dia senjata untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Tantrum Sosial

Tantrum ini biasanya terjadi karena balita marah dengan temannya, dan pada beberapa kejadian dia biasanya akan bertindak agresif dan tidak bersahabat.

Untuk mengatasi tantrum ini, Moms bisa melakukan beberapa hal seperti.

  • Moms harus mengucapkan kata-kata yang bisa mengekpresikan perasaanya. Perkataan Moms juga harus menunjukkan kalau Moms berempati kepadanya.
  • Jangan melakukan fisik kepadanya, contohnya dengan cara mencubitnya ataupun memukulnya.
  • Ajak bicara balita setelah anak berhenti mengamuk, tentunya lakukan ini dengan lembut tapi tegas.

Tantrum Tidak Kooperatif

Biasanya tantrum ini terjadi karena tidak suka saat diminta melakukan sesuatu, dan pada kebanyakan kasus biasanya balita tidak kooperatif karena dia tidak senang untuk melakukan apa yang Moms minta, seperti ketika diminta mandi atau makan.

  • Sebaiknya jangan memarahi balita ketika tantrum, jika memang perlu Moms bisa menjauh sebentar kemudian tarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri sebelum Moms menghadapi balita Moms tersebut.
  • Cobalah untuk memberi balita pilihan, contohnya ketika Moms menyuruh mandi, tanyakan apakah dia mau menggunakan mandi dengan air hangat atau mau mandi dengan air dingin. Berikan juga balita kesempatan untuk merasa punya kendali atas dirinya.