Gara-gara Orangtua, Anak Perempuan Rentan Terjebak Diet Tidak Sehat?

Merries Insight
27 Oktober 2017
Tumbuh Kembang
Share
Gara-gara Orangtua, Anak Perempuan Rentan Terjebak Diet Tidak Sehat?

Artikel ini berisi tentang :

  • Diet Tidak Sehat Anak Perempuan
  • Peran Orangtua Sangat Besar
  • Solusi Bagi Orangtua

 

Berbeda dengan anak laki-laki, kebanyakan anak perempuan cenderung lebih peduli pada penampilan, dari mulai pakaian hingga masalah berat badan. Hal ini cukup wajar, mengingat lingkungan, atau bahkan Moms sendiri menuntut mereka untuk tampil sempurna, termasuk dalam urusan berat badan.

Diet Tidak Sehat Anak Perempuan

Sepintas tuntutan untuk tampil sempurna memang positif karena secara tidak langsung Moms mengajarkan Si Kecil untuk lebih mencintai dirinya sendiri. Sayang, penelitian membuktikan jika tekananan untuk tampil sempurna malah membuat Si Kecil rentan terjebak dalam pola diet tidak sehat.

Alasannya, tekanan yang diterima Si Kecil mau tidak mau harus diterima sebagai salah satu hal yang terkadang membuat mereka stres, kehilangan kebebasan dan tidak bisa menentukan mana yang diinginkannya. (Penelitian The American Academy of Pediatrics).

Hal inilah yang membuat para peneliti meminta orangtua untuk lebih fokus kepada mengajarkan pola makan sehat, ketimbang fokus pada pola makan untuk berat badan dan penampilan saja.

Sementara untuk pola diet yang disarankan, tidak ada program diet khusus untuk anak-anak. Bagaimanapun juga, untuk mereka yang berlaku hanya memperbaiki pola makan dan perbanyak aktivitas fisik (Elia Indrianingsih, dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Eka Hospital BSD).

Walaupun begitu, Moms bisa mencoba pola diet sederhana ini untuk Si Kecil:

  1. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dengan fokus kepada, sayuran, buah-buahan, susu dan produk olahannya (keju, yoghurt dan lainnya), daging, ikan, kacang-kacangan dan sumber karbohidrat kompleks (nasi merah, sereal gandum utuh dan roti gandum).
  2. Pastikan Si Kecil rutin sarapan setiap pagi dengan menu seimbang. Sebaiknya fokuskan untuk menyediakan menu sarapan tinggi karbohidrat kompleks, protein, dan serat. Misal, nasi merah dengan tambahan telur dan sayuran, roti gandum utuh dengan sayuran, serta sereal gandum dengan susu.
  3. Mulai secara perlahan dengan mengurangi kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula ( seperti permen, es krim dan lainnya), dan ganti dengan makanan-makanan di atas. Selain itu, pastikan Si Kecil jauh dari junk food, gorengan, dan minuman bersoda.
  4. Ajak Si Kecil melakukan olahraga secara teratur, setidaknya 15-20 menit per hari. Beberapa olahraga yang disarankan untuk Si Kecil adalah, bersepeda, jogging, berenang dan olahraga permainan, seperti bola basket, tenis, bulu tangkis, dan lainnya.
  5. Batasi waktu Si Kecil menonton televisi dan bermain gadget, setidaknya hingga 2-4 jam per hari. Selain itu, dorong Si Kecil untuk lebih banyak bermain di luar ruangan. Jangan lupa, dorong Si Kecil untuk bermain bersama teman-temannya.
  6. Perkenalkan Si Kecil dengan permainan tradisional yang bisa mengasah gerak dan keseimbangan, seperti permainan galah asin, engrang, lompat tinggi, pecle dan lainnya. Untuk melakukan kegiatan ini, Si Kecil bisa memanfaatkan lahan belakang rumah, atau lapangan di kompleks perumahan Moms.

Intinya, pola diet terbaik untuk Si Kecil adalah, fokus kepada konsumsi makanan sehat dan perbanyak aktivitas yang melibatkan fisik mereka. Sesuai anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO), anak-anak yang berusia 5-17 tahun membutuhkan aktivitas fisik setidaknya 60 menit per hari.

Peran Orangtua Sangat Besar

Tidak hanya dalam pendidikan, peran orangtua pun sangat vital terhadap perkembangan pola pikir Si Kecil. Hal ini dibuktikan lewat penelitian yang menyebut anak perempuan yang tumbuh diantara komentar negatif tentang berat badan, akan cenderung tidak puas dengan tubuhnya saat dewasa nanti.

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati sekitar 501 wanita yang berusia antara 20 s/d 35 tahun, dan mengaitkannya dengan data tentang kepuasan penampilan, kebiasaan makan, berat badan dan komentar orangtua tentang berat badan mereka di masa kecilnya.

Hasilnya, wanita yang mendapat komentar buruk tentang penampilan cenderung memiliki berat badan yang tinggi ketimbang mereka yang tidak mendapatkan komentar negatif tentang penampilan. (Brian Wansink, PhD, direktur Cornell University Food and Brand Lab).

Solusi Bagi Orangtua

Kalau Moms terlalu khawatir tentang berat badan Si Kecil, sebaiknya hindari mengkritik atau membatasi makanan mereka. Sebaliknya, Mom wajib membantu Si Kecil untuk memilih makanan yang sehat dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka.

Selain itu, Moms pun harus jadi panutan bagi Si Kecil dalam hal pola makan sehat, agar mereka punya kenangan indah tentang makanannya. (Russell Marx, peneliti dari National Eating Disorders Association).