Agar Anak Mudah Bergaul

Merries Insight
18 September 2014
Kesehatan
Share
Agar Anak Mudah Bergaul

Sebagian anak mudah bergaul dengan sendirinya saat bertemu dengan orang – orang baru. Ini tidak terlepas dari kebiasaan anak di rumah yang sering bermain dengan teman – teman sebayanya atau berinteraksi dengan orang lain. Namun, sebagian anak kadang sulit untuk bergaul karena jarang bertemu dengan orang banyak atau mungkin karena ia adalah anak tunggal sehingga jarang bergaul. Anak yang sulit bergaul biasanya lebih individualis karena ia biasa bermain sendiri sehingga tidak heran jika ia lebih asyik sendiri walaupun tidak ada teman maupun orang lain yang menemaninya. Untuk membantu Moms agar anak mudah bergaul, Moms dapat mencoba beberapa tips berikut.

Ajak Teman Anak Bermain Ke Rumah

Sesekali, Moms dapat mengajak teman – teman si kecil bermain di rumah. Jika tidak, Moms bisa meminta sepupu untuk menginap pada saat liburan atau akhir pekan. Alternatif lainnya, izinkan anak menginap di rumah nenek bersama dengan para sepupunya saat liburan sekolah.

Mengikuti Kegiatan Sekolah

Dukung anak untuk mengikuti kegiatan di sekolah yang dapat mengasah kemampuannya untuk berinteraksi dengan orang lain seperti drum band, les piano, dan kelompok vokal. Kegiatan dalam organisasi ini akan melatih anak untuk berinterasi dengan orang lain serta mengasah kemampuannya berkomunikasi.

Bermain Peran

Moms dapat melatih anak bergaul dengan memberinya pengalaman dan pengetahuan saat bertemu dengan orang lain. Bersama dengan si kecil, Moms bisa mengajaknya bermain tamu – tamuan di mana Moms berperan sebagai tamu yang berkunjung ke rumah anak atau Moms bisa mengajaknya berpura-pura sebagai penjual dan pembeli. Gunakan pula telepon mainan untuk melatih anak terbiasa bercakap – cakap. Cara ini akan membiasakan anak untuk berkomunikasi dan memudahkan anak saat berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan nyata sehari – hari.

Jika tips di atas sudah Moms lakukan dan anak sepertinya tetap lebih nyaman sendiri, Moms tidak perlu khawatir. Banyak pengarang berbakat justru memerlukan banyak waktu sendiri. Sejauh anak tidak mengalami kesulitan ketika harus bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain, ini tidak menjadi masalah serius.