Si Kecil Takut Mengaku Salah. Apa Yang Harus Dads Lakukan?

Merries Insight
05 April 2019
Umum
Share
Si Kecil Takut Mengaku Salah. Apa Yang Harus Dads Lakukan?

Artikel ini berisi tentang:

  1. Buat Si Kecil Mengakui Kesalahannya
  2. Si Kecil Jangan Langsung Dimarahi
  3. Berikan Pandangan Terkait Sikapnya
  4. Dorong Untuk Meminta Maaf

Ada peribahasa yang menyatakan, sekali berbohong, maka untuk menutupi kebohongan tersebut harus ditutupi dengan kebohongan lainnya. Peribahasa ini jelas memperlihatkan bagaimana sebuah kejujuran jadi hal yang sangat mahal harganya.

Lantas, bagaimana jika Si Kecil ketahuan berbohong karena takut mengakui kesalahan yang sudah diperbuatnya. Apakah Dads harus menghukumnya?

Buat Si Kecil Mengakui Kesalahannya

Meskipun sudah ketahuan salah, Dads jangan langsung memarahinya. Cobalah untuk duduk bersama, peluk dan bicaralah dengan lemah lembut. Katakan jika setiap orang pasti melakukan kesalahan, tapi hanya orang yang hebat yang mampu mengakuinya.

Setelah itu, cobalah untuk bertanya apakah dia benar melakukan kesalahan yang dituduhkan, misalnya telah merusak mainan temannya tapi dia tidak mengakuinya? Yakinkan jika Dads tidak akan memarahinya meskipun dia benar-benar melakukannya.

Justru sebaliknya, katakan jika Dads akan merasa sangat kecewa jika Si Kecil melakukan kesalahan, tapi tidak mau mengakuinya, dan malah berbohong untuk menutupinya.

Jelaskan kembali tentang nilai-nilai kejujuran, dan betapa hebatnya orang yang melakukan kesalahan, dan berani untuk mengaku kesalahan tersebut. Dengan cara ini, biasanya Si Kecil akan langsung luluh, dan dia pun mau mengakui kesalahannya.

Si Kecil Jangan Langsung Dimarahi

Sesuai dengan janji Dads tadi, saat Si Kecil sudah mengakui kesalahannya. Peluklah dia dan katakan jika Dads sangat bangga kepadanya. Dengan mengakui kesalahan yang sudah dia perbuat, itu artinya Si Kecil merupakan anak yang hebat.

Setelah itu, minta dia menceritakan kejadian yang sebenarnya. Di sini, Dads hanya perlu mendengarkan tanpa harus berkomentar, atau bahkan menghakimi. Biarkan Si Kecil memaparkan kejadian yang sebenarnya, dan menjelaskan alasan kenapa Si Kecil sampai tega merusak mainan temannya.

Jika memang ada hal yang harus ditanyakan, maka tanyakanlah. Tapi ingat, plilih moment yang tepat untuk bertanya. Jangan sampai memotong penjelasan Si Kecil yang masih belum tuntas.

Selain itu, pastikan Dads masih menggunakan kata-kata yang lembut dan hindari kalimat yang menghakimi. Misalnya, nggak boleh memaksa, harusnya kalau temanmu menolak meminjamkan mainannya, kamu mainkan saja mainan yang ada.

Berikan Pandangan Terkait Sikapnya

Setelah Si Kecil memaparkan apa yang dilakukannya, dan alasan kenapa dia melakukan kesalahan tersebut (Misal, merusak mainan temannya), Dads boleh memberikan pandangan terkait konflik yang terjadi antara Si Kecil dan temannya.

Jangan lupa, awali kalimat pandangan Dads dengan kalimat pendapat, Misalnya, menurut Dads, apa yang dilakukan kamu itu salah, meskipun ini disebabkan karena temanmu tidak mau berbagi. Ingat, meminjam itu hak kamu, tapi temanmu juga punya hak untuk menolaknya. Jadi hargai hak mereka!

Dengan cara ini, Dads sudah menujukkan sikap yang mau mendengarkan penjelasan Si Kecil, tapi tetap konsisten untuk memberikan nilai-nilai luhur kejujuran dan sikap ksatria. Selain itu, di sini pun Dads sudah menunjukan sikap terkait kebenaran (yang salah tetap salah).

Dorong Untuk Meminta Maaf

Setelah memberikan penjelasan terkait pandangan Dads atas kesalahan yang Si Kecil lakukan, selanjutnya ingatkan Si Kecil terkait apa yang harus dia lakukan setelah melakukan kesalahan. Misal, Nak, sekarang kamu sudah mengaku salah kan? Nah, orang yang salah itu harus gimana?

Jika Si Kecil terlihat kebingungan, Dads bisa mengingatkan jika kewajiban pertama orang yang melakukan kesalahan adalah, segera meminta maaf. Setelah itu, berjanjilah jika dia akan bersikap baik dan tidak akan merusak mainan temannya lagi.

Dengan cara ini, Dads sudah menanamkan sikap berani berbuat, maka harus berani bertanggung jawab. Jika Si Kecil tidak berani, Dads harus mengantarnya dan biarkan dia meminta maaf sendiri.

Terkait mainan temannya yang rusak, Dads bisa mendatangi orangtuanya kemudian sampaikan permintaan maaf (akan lebih baik jika Dads membawa serta Si Kecil, dan biarkan Si Kecil pun meminta maaf pada orangtua temannya tersebut). Jangan lupa, bawakan mainan penggantinya juga. Selamat mencoba Dads!