Selain Protein, Vitamin K Dibutuhkan untuk Tulang Yang Sehat

Merries Insight
30 Agustus 2019
Resep
Share
Selain Protein, Vitamin K Dibutuhkan untuk Tulang Yang Sehat

Artikel ini berisi tentang :

  1. Manfaat Vitamin K Untuk Tubuh
  2. Vitamin K Baik Untuk Tulang
  3. Sumber Vitamin K dari Alam
  4. Apakah Si Kecil butuh suplemen vitamin K?

Jika dibandingkan dengan jenis vitamin lainnya, popularitas vitamin K memang masih jauh tertinggal ketimbang vitamin A, B atau C. Tapi kalau untuk ukuran khasiat, vitamin K ternyata memiliki peran yang sangat penting, terutama untuk kesehatan tulang Si Kecil.

Manfaat Vitamin K Untuk Tubuh

Menurut National Institutes of Health (NIH), manfaat utama vitamin K sebenarnya untuk mendukung pembekuan darah. Berdasarkan beberapa catatan penelitian, vitamin K berperan penting untuk mendukung kesehatan tubuh, diantaranya :

  1. Meningkatkan fungsi kognitif otak. Maka dari itu, anak-anak diwajibkan untuk memperbanyak konsumsi vitamin K. Pada orang dewasa, NIH mengklaim jika asupan vitamin K yang cukup efektif untuk mencegah kepikunan dan masalah kognitif lainnya.
  2. Vitamin K efektif untuk membantu menjaga tekanan darah agar tetap normal dengan cara mencegah pembentukan mineral di dinding pembuluh darah. Kondisi inilah yang membuat vitamin K disebut-sebut baik untuk menjaga kesehatan jantung.
  3. Selain menjaga kesehatan jantung, fungsi vitamin K yang mampu menormalkan tekanan darah ternyata berperan penting dalam menurunkan risiko stroke.

Vitamin K Baik Untuk Tulang

Selain protein, tubuh ternyata membutuhkan vitamin K untuk membentuk kekuatan tulang dan menjaga kesehatan tulang secara menyeluruh. Hal ini bahkan ditegaskan oleh The American Academy of Pediatrics, yang menyarankan Moms untuk memenuhi kebutuhan vitamin K harian Si Kecil.

Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition,  yang menyebut jika anak yang mengonsumsi vitamin K dalam jumlah yang cukup, cenderung memiliki tulang yang lebih kuat dan sehat.

Meskipun begitu, penelitian ini menyebut jika manfaat vitamin K akan jauh lebih terasa bagi kaum wanita yang memang lebih rentan terhadap masalah tulang, seperti osteoporosis saat dewasa nanti.

Cara kerja vitamin K tergolong sangat unik. Vitamin K bertugas untuk menggiring kalsium dari darah agar masuk ke dalam tulang, dan mendukung pembentukan tulang, sekaligus melindungi tulang dari kerusakan. Jadi konsumsi vitamin K tetap harus diimbangi dengan konsumsi kalsium yang cukup.

Sumber Vitamin K dari Alam

Vitamin K termasuk golongan vitamin yang mudah larut dalam lemak. Ada dua jenis vitamin K yang wajib Moms ketahui, yakni vitamin K1 dan vitamin K2. Meskipun sama-sama berbentuk vitamin K, tapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Vitamin K1 dikenal juga dengan istilah phylloquinone, yang merupakan vitamin K yang bersumber dari sayuran hijau, dan sumber makanan nabati lainnya. Dari keseluruhan asupan vitamin K yang biasa dikonsumsi, 75-90% diantaranya ternyata jenis vitamin K1.

Beberapa sumber vitamin K1 yang paling utama tiap 230 gram sayuran yang dimasak:

  • Kale (1.062 mcg)
  • Bayam (889 mcg)
  • Lobak hijau (529 mcg)
  • Brokoli (220 mcg)
  • Kubis (218 mcg).

Sedangkan untuk vitamin K2, dikenal juga dengan istilah menaquinones (MKs). Vitamin K2 bersumber dari makanan fermentasi dan produk hewani. Beberapa sumber vitamin K2 yang paling utama tiap 100 gram makanan adalah:

  • Keju (76 mcg)
  • Kaki dan paha ayam (60 mcg)
  • Kuning telur (32 mcg)

Menariknya, vitamin K2 secara alami diproduksi oleh bakteri usus dalam tubuh, sehingga Si Kecil tidak membutuhkan asupan makanan sumber vitamin K2 dalam jumlah banyak.

Apakah Si Kecil butuh suplemen vitamin K?

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kemenkes RI, secara umum kebutuhan vitamin K Si Kecil hanya sekitar 55–65 mcg vitamin K per hari. Jumlah ini bahkan sudah bisa dipenuhi dengan hanya konsumsi 100 gram keju, atau sekitar 50 gram kubis.

Dengan kata lain, sebenarnya konsumsi suplemen vitamin K tidak dibutuhkan oleh Si Kecil, apalagi jika dia sudah terbiasa mengkonsumsi sayuran hijau dan daging. Yang perlu diperhatikan, Moms hanya perlu memperbanyak asupan kalsium Si Kecil untuk mendukung kesehatan tulangnya.

Walaupun begitu, ada baiknya jika kita juga mengetahui tanda-tanda tubuh yang kekurangan vitamin K. Dilansir dari situs dokter.id, kekurangan vitamin K umumnya bisa menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah. Karena itulah mereka yang kekurangan vitamin ini akan lebih mudah mengalami perdarahan dan tanda-tanda yang bisa dilihat adalah:

  • Mudah memar
  • Mudah mimisan
  • Mengalami perdarahan saluran cerna
  • Ada darah pada air kemih.
  • Darah terus mengalir dari bekas luka suntikan atau bekas luka lainnya.

Itulah beberapa ciri-ciri tubuh yang kekurangan vitamin K. Jika Si Kecil memiliki kondisi yang disebutkan di atas, mungkin memang Si Kecil membutuhkan tambahan vitamin . Tapi, Moms sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar jumlah dan sumbernya tepat, sesuai dengan kebutuhan.

Ingat Moms, overdosis (kelebihan) vitamin K mungkin saja terjadi dan Moms juga harus waspada akan hal ini. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin terjadi pada Si Kecil yang kelebihan vitamin K:

  • Mual
  • Muntah
  • Anemia
  • Diare
  • Ruam kulit

Nah Moms, waspadai berbagai tanda di atas jika terjadi pada buah hati, ya. Pastikan kebutuhan harian vitamin Si Kecil tidak belebih ataupun kekurangan.