Menu MPASI untuk Bayi yang Sembelit

Merries Insight
15 September 2020
Umum
Share
Menu MPASI untuk Bayi yang Sembelit

Memasuki usia 6 bulan, Si Kecil mulai dikenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Dalam proses pemberian makanan semi padat ini tentunya tidak selalu berjalan lancar. Terkadang, muncul kendala yang dialami bayi. Salah satunya, ia mengalami sembelit. 

Salah satu gejala dari sembelit adalah Si Kecil kesulitan untuk Buang Air Besar (BAB). Penyebab utama dari sembelit adalah Si Kecil kurang serat, khususnya serat air. Serat ini membantu pencernaan Si Kecil bekerja dengan baik. Bila sembelit terjadi, maka Moms perlu mencoba membuat MPASI dengan bahan-bahan yang mengandung serat tinggi. Biasanya dengan begitu, sembelit pada Si Kecil dapat tertangani. 

Tetapi bila Si Kecil sudah diberikan menu MPASI berserat, kok bayi masih mengalami sembelit? Mungkin ada yang Moms yang bertanya demikian. Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi bayi sehingga mengalami sembelit:  

Masa adaptasi saluran cerna

Sebagian bayi memiliki saluran pencernaan yang mampu beradaptasi dengan cepat dengan bahan makanan yang terkandung dalam MPASI. Akan tetapi, ada juga sebagian bayi yang saluran cernanya ternyata memerlukan waktu yang lebih lama untuk dapat menyesuaikan dengan makanan semi padat ini saat mulai dikenalkan dengan menu MPASI 6 bulan.

Dengan kata lain, bayi yang mengalami sembelit pada masa pengenalan MPASI 6 bulan memerlukan waktu adaptasi yang lebih lama. Akan tetapi, seiring waktu umumnya sistem pencernaan bayi akan bisa menerima dan mengolah MPASI dengan baik. Saat Si Kecil makin terbiasa dengan asupan makanan semi padat, maka saluran pencernaannya pun akan semakin matang. Sehingga Moms tidak harus langsung mengubah seluruh menu MPASI 6 bulan Si Kecil ya. Mungkin saja Si Kecil hanya masih membiasakan diri.

Pilihan bahan pangan untuk MPASI 

Ada beberapa jenis pangan yang ternyata bisa menimbulkan sembelit pada sebagian bayi. Di antaranya adalah sereal dari beras dan pisang. Bila Moms mengenalkan MPASI dengan jenis makanan tersebut dan menyebabkan sembelit, sebaiknya segera dihentikan pemberiannya.  Gantilah dengan bahan makanan lain yang tidak berisiko menimbulkan sembelit. Alasannya adalah kedua bahan ini cukup susah untuk dicerna oleh Si Kecil, khususnya bila pisang yang Moms berikan masih berlum terlalu matang. 

Bayi mengalami dehidrasi 

Ketika memulai memberikan MPASI saat si Kecil berusia 6 bulan, sebagian Moms mungkin mengurangi atau bahkan menghentikan pemberian ASI.  Hal ini justru bisa menyebabkan Si Kecil mengalami dehidrasi sehingga terjadilah sembelit. Karena itu, ASI sebaiknya tetap diberikan sesuai keinginan bayi, meski Moms sudah mulai memberikan MPASI. Kemudian, berikan pula air putih setelah Si Kecil makan, sehingga proses pencernaan menjadi lebih lancar. Alhasil, bayi pun akan terhindar dari masalah sembelit. 

Jadi, Moms harus memastikan asupan cairan Si Kecil cukup untuk membantu melancarkan sistem pencernaannya. Tak hanya itu, Moms juga bisa mencoba menambahkan minyak pada makan semi padat Si Kecil. Misalnya, minyak zaitun ataupun minyak sayur. Berikan setidaknya satu sendok pada porsi makan Si Kecil. Hal ini juga dapat membantu kendala pencernaan yang dihadapi Si Kecil.

Bayi mengalami alergi 

Sembelit juga bisa terjadi karena Si Kecil mengalami alergi terhadap makanan tertentu.  Maka bayi disarankan untuk mengonsumsi menu tunggal selama satu minggu ketika baru dikenalkan dengan menu MPASI 6 bulan. Hal ini untuk mengetahui apakah ia mengalami alergi terhadap makanan tertentu atau tidak. Menu tunggal berarti menu MPASI yang terdiri dari satu bahan saja. 

Konsultasi pada dokter, bila…

Nah, pada beberapa kasus , ternyata mengubah jenis makanan dan memastikan kecukupan cairan ternyata tidak juga membantu mengatasi masalah sembelit pada Si Kecil. Bila ini yang terjadi, segera konsultasikan pada dokter ahli. Apalagi bila kemudian Si Kecil menjadi enggan makan atau bahkan terdapat darah pada kotorannya. 

Kenali kotoran bayi yang normal

Untuk dapat mengenali kotoran lunak yang perlu penanganan, Moms tentunya harus memahami kotoran lunak yang normal Pada awal MPASI 6 bulan, konsistensi kotoran bayi biasanya menjadi lebih padat setelah mendapatkan MPASI. Ini hal yang wajar dan normal.  Sebelumnya, asupan Si Kecil selama 0-6 bulan hanya ASI yang berupa cairan sehingga kotorannya pun menjadi lebih cair. Nah, ketika memulai mengonsumsi makanan semi padat, kotoran Si Kecil menjadi lebih padat sehingga konsistensinya tidak secair sebelumnya.

Pada umumnya, Si Kecil akan tetap buang air besar setidaknya sekali dalam sehari dengan bentuk kotoran seperti pasta gigi. Seiring dengan bertambahnya usia, saluran pencernaan bayi pun akan semakin matang. Dalam hal ini, organ usus akan mampu menahan makanan lebih lama di dalam saluran pencernaan. Alhasil, bentuk kotoran akan menjadi lebih padat lagi menyerupai kotoran orang dewasa. Meski begitu, konsistensinya tetap lebih lunak. Antisipasi perubahan frekuensi dan tekstur kotoran lunak Si Kecil dengan memilih popok yang tepat. Pilih popok Merries yang terbuat dari bahan terbaik dan anti bocor dengan fitur popok dengan 3 lapisan bersirkulasi udara, sehingga popok bisa lebih banyak menyerap dan cepat kering.

Moms patut waspada bila Si Kecil ternyata sudah lebih dari tiga hari tidak buang air besar. Atau, ia menjadi rewel dan terlihat kesakitan saat akan buang air besar. Perhatikan pula bila kotoran bayi berbentuk bulat kecil seperti kelereng. Hal ini merupakan salah satu tanda awal Si Kecil mengalami sembelit.

Resep MPASI untuk Si Kecil Berusia 6 Bulan yang sembelit

Bagi Moms yang bayinya mengalami sembelit atau konstipasi tak perlu khawatir berlebihan. Ada beberapa resep menu MPASI yang dapat Moms coba untuk mengatasi konstipasi pada Si Kecil. Nah, utamanya adalah memilih bahan makanan berserat yang bisa membantu bayi mengatasi sembelit. Di antaranya adalah buah pir, peach, aprikot, serta sayuran seperti brokoli atau kacang polong.  Kemudian, hindari jenis makanan seperti sereal, pisang, atau apel karena dapat memadatkan kotoran. Berikut ini beberapa resep yang bisa Moms coba: 

Bubur pir 

Bahan-bahan yang perlu disiapkan: 

  • 1 buah pir (bisa juga diganti aprikot)
  • air atau asi secukupnya

Cara membuat:

  • Cuci buah pir hingga bersih
  • Kupas dan potong pir menjadi dua bagian
  • Bersihkan bagian tengah buah pir
  • Potong pir kecil-kecil berbentuk seperti dadu 
  • Masak air hingga mendidih di dalam panci
  • Masukkan pir
  • Saat pir melembut, ambil/angkat pir, lalu keringkan
  • Haluskan dengan blender
  • Sajikan untuk Si Kecil 

Bubur sayuran

Bahan-bahan yang perlu disiapkan:

  • 1 kentang kecil yang dikupas
  • 1 potongan kecil labu yang dikupas
  • 1/2 cangkir wortel parut
  • 1 brokoli

Cara membuat: 

  • Potong kecil-kecil brokoli hingga halus
  • Didihkan air dalam panci atau steamer
  • Masukkan sayuran
  • Tutup panci dengan rapat dan masak sampai sayuran menjadi lebih lunak 
  • Saring dan keringkan sayuran
  • Haluskan ke dalam blender
  • Sajikan ke dalam mangkuk makan 
  • Siap disantap oleh Si Kecil 

Puree Ayam dan Wortel

Bahan- bahan yang perlu disiapkan:

  • 2 cangkir ayam tanpa tulang yang dicincang 
  • 2 cangkir wortel dipotong-potong bentuk dadu
  • 6-7 gelas air

Cara Membuat:

  1. Ayam dan wortel direbus secara terpisah hingga lunak.
  2. Sisakan kaldu ayam untuk digunakan pada proses pencampuran.
  3. Masukkan ayam, wortel, dan kaldu ke dalam blender, haluskan.
  4. Tambahkan air hangat 
  5. Siap disajikan pada Si Kecil

 

 

Mashed Potato

Bahan-bahan yang perlu disiapkan:

  • 1 kentang ukuran sedang
  • 1 sendok teh mentega
  • 1 sendok makan ASI

Cara Membuat:

  1. Cuci kentang dan kupas kulitnya.
  2. Potong kentang menjadi kubus-kubus kecil.
  3. Rebus kentang dalam panci hingga lunak.
  4. Masukkan ke dalam wadah
  5. Masukkan kentang dan mentega.
  6. Hancurkan kentang dan masukkan ASI, gunakan blender atau garpu.
  7. Aduk hingga tercampur rata. 
  8. Sajikan pada Si Kecil.

Nah, sangat mudah kan ya Moms membuat menu MPASI untuk bayi yang sembelit? Pastikan pula bahan makanan untuk makanan semi padat Si Kecil tetap mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan agar tumbuh kembangnya optimal.