Lebih baik mana, MPASI Instan atau MPASI Homemade?

Merries Insight
15 September 2020
Umum
Share
Lebih baik mana, MPASI Instan atau MPASI Homemade?

Si Kecil sudah masuk usia 6 bulan? Itu saat yang tepat untuk memperkenalkan jenis makanan lain yang bermanfaat untuk mendorong tumbuh kembangnya kelak. Setelah 6 bulan mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, Moms boleh mulai memberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh Si Kecil.

Bagi working Moms, menyiapkan MPASI pasti sudah terasa berat di pikiran. Mulai dari bagaimana cara mengatur waktunya untuk tetap bekerja, namun di sisi lain, Moms pasti ingin tetap memberikan yang terbaik untuk Si Kecil. 

Nah saat ini sudah banyak tersedia MPASI instan yang kerap dijadikan solusi bagi working moms untuk tetap bisa menjalankan perannya sebagai ibu dan sebagai pekerja sekaligus. Berikut merupakan kelebihan dari MPASI instan, baik bagi working moms atau ibu rumah tangga.

1. Praktis

Ada banyak MPASI instan yang dengan mudah bisa ditemui di minimarket ataupun supermarket yang berada di dekat rumah. Cara membuatnya juga mudah dan praktis. Moms hanya perlu mencampurnya dengan  sedikit air hangat lalu mengaduknya sebentar.

Karena kepraktisannya, MPASI instan dianggap menjadi salah satu solusi yang tepat untuk memberikan menu harian bagi Si Kecil.

2. Murah

Harganya yang murah juga menjadi salah satu pertimbangan Moms sekalian memilih MPASI instan untuk menu harian Si Kecil. Bisa dibayangkan, untuk satu porsi MPASI instan, Moms hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 10rb

Jika dibandingkan dengan membuat MPASI sendiri dirumah, tentu Moms harus menyiapkan dana yang lebih besar dari harga satu porsi MPASI instan.

3. Varian rasa

Saat Si Kecil mulai menginjak usia 6 bulan, makanan pendamping ASI sudah harus diperkenalkan. Karena hal tersebut juga akan menstimulasi sistem pencernaan Si Kecil. MPASI perlu diberikan secara bertahap untuk mengenalkan tekstur dan rasa untuk Si Kecil. Lebih baik Moms memberikan beragam menu MPASI agar, selain memenuhi beragam gizi, juga menstimulasi Si Kecil untuk mengenal rasa dan tekstur. Bila menyediakan beragam menu tiap hari susah, memilih MPASI instan dapat dilakukan. Karena MPASI instan tersedia di banyak varian yang  bisa dijadikan alternatif untuk menu hariannya. 

Namun Moms tetap harus berhati-hati menggunakan MPASI instan sebagai menu makanan Si Kecil terlalu sering. Dokter anak tidak menganjurkan Moms sering-sering memberikan Si Kecil MPASI instan. Hal itu dikarenakan produksi MPASI instan membutuhkan proses yang panjang dan lama. Sehingga dikhawatirkan nutrisi dan vitamin yang terkandung didalamnya sudah terbuang. Belum lagi, biasanya MPASI instan terdiri dari berbagai bahan makanan sekaligus, sehingga bila Si Kecil alergi, maka Moms akan kesulitan mengidentifikasi penyebab alergi tersebut.

Memberikan MPASI instan terus menerus ke bayi akan membuat ia susah mengenal rasa asli dari tiap makanan di kemudian hari. Selain bahan alami, MPASI instan juga menambahkan bahan-bahan yang akan meningkatkan cita rasa, misalnya frukto oligosakarida. Bahan ini tidak berbahaya bagi Si Kecil, tapi dapat membuat rasa menu MPASI tersebut berbeda dari rasa alami bila Moms membuat di rumah. Bila terus menerus diberikan rasa buatan, Si Kecil kelak akan kesusahan mengenali rasa alami makanan. 

Oleh karena itu, tetap dianjurkan untuk memberikan MPASI yang Moms buat mandiri sebagai sumber gizi terbaik guna tumbuh kembangnya kelak. MPASI instan bisa Moms pilih sebagai rencana cadangan jika sedang tidak bisa membuat MPASI secara mandiri. 

Membuat MPASI sendiri bisa dilakukan dengan cara mudah dan praktis lho Moms! 

Menu MPASI 6 bulan yang praktis dan bergizi

Bagi working moms, bangun pagi adalah hal yang biasa. Sebelum Si Kecil bangun, Moms bisa mulai menyiapkan menu MPASI 6 bulan untuk sarapannya.  Namun sebelum itu, Moms harus memastikan bahwa menu MPASI 6 bulan yang diberikan bisa berupa sayuran dan buah-buahan yang sudah dihaluskan, sereal, bubur yang dihaluskan dan dicampur dengan daging atau ayam yang juga sudah dihaluskan, bubur tahu atau kacang-kacangan.

Bila Moms sudah terlalu lelah untuk menyiapkan MPASI setelah bekerja, Moms bisa mencicil persiapannya dulu. Salah satu caranya adalah dengan memotong bahan-bahan dulu. Moms bisa memotong dan menyiapkan untuk satu hari atau langsung beberapa hari ke depan sekaligus. Cuci dan potong buah dan sayur yang Moms akan gunakan. Lalu masukkan bahan-bahan ini ke dalam tempat penyimpanan kedap udara. Simpan bahan di kulkas. 

Menu MPASI 6 bulan yang terbaik adalah menu MPASI 4 bintang. Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), MPASI diperlukan karena ASI yang selama ini dikonsumsi oleh Si Kecil tidak cukup memenuhi kebutuhannya saat usianya sudah menginjak setengah tahun. 

Jadi perlu asupan tambahan berupa karbohidrat dan lemak.  Terpenting adalah Moms menggunakan makanan pokok yang ada di negara ini, yakni nasi. Bahan-bahan tersebut perlu diperhatikan agar kecukupan nutrisi Si Kecil bisa terjaga. Nah berikut merupakan menu MPASI 6 bulan yang bisa Moms buat di saat malam sesudah pulang bekerja atau saat pagi hari sebelum berangkat kerja.

Memang membutuhkan usaha yang lebih dibanding MPASI instan, tetapi  kandungan gizi dan nutrisinya jauh lebih baik. Moms tentu ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil bukan?

1. Puree buah pisang dan alpukat

Sebelum berangkat kerja Moms bisa membuat menu MPASI 6 bulan dengan menggabungkan 1 buah pisang ambon dengan setengah buah alpukat yang dicampur dengan ASI.

Karena sistem pencernaan Si Kecil belum berjalan dengan sempurna, langkah pertama yang harus Moms lakukan adalah menghaluskan masing-masing buah dengan menggunakan blender. 

Bila tidak memiliki blender, Moms bisa menghaluskannya sendiri dengan menggunakan sendok makan. Setelah itu campurkan ASI secukupnya. 

Jangan lupa untuk kembali menyaringnya untuk kemudian disajikan untuk Si Kecil. Jangan tambahkan gula ataupun garam ya Moms dalam menu MPASI 6 bulan.

Nutrisi yang dibutuhkan oleh Si Kecil sudah dapat terpenuhi oleh makanan yang diberikan. JIka diberikan garam atau gula, dikhawatirkan Si Kecil akan mengalami kelebihan nutrisi yang berpotensi mengganggu tumbuh kembangnya kelak.

2. Bubur beras dicampur ASI

Menu ini cocok untuk dijadikan menu awal saat Si Kecil diberikan MPASI 6 bulan. Moms hanya perlu memasak bubur beras kemudian setelah matang saring dan campur dengan ASI. 

Menu ini cocok untuk melihat sensitivitas sistem pencernaan Si Kecil. Jika selama 5 hari tidak ada masalah, Moms bisa mencampurnya dengan hati ayam dan brokoli.

Proses membuatnya juga relatif mudah, masak bubur bersama dengan hati ayam dan brokoli sampai benar-benar matang. Setelah itu saring semua sampai halus dan campurkan dengan ASI. 

3. Bubur hati ayam, brokoli dan tempe

Tempe memiliki kandungan protein nabati yang baik untuk tubuh Si Kecil. Moms bisa mencampurnya dengan bubur beras, hati ayam, brokoli untuk kemudian disaring. Menu tersebut sudah masuk dalam menu MPASI 6 bulan 4 bintang. Karena sudah mengandung karbohidrat, protein hewani, serat dan juga protein nabati. Gunakan puree buah sebagai camilan untuk mengisi kekosongan antara makan pagi dengan makan siang. 

Dalam memberikan MPASI 6 bulan, Moms juga perlu memperhatikan waktu pemberian MPASI, keamanan dan kebersihannya, serta mempertimbangkan reaksi Si Kecil merespons suapan MPASI Moms atau Dads dengan senang hati apa tidak.

Dengan waktu yang tepat, Moms sudah menciptakan kebiasaan bagi Si Kecil kelak. Misal, ketika Moms memberikan sarapan pukul 6 pagi, maka biasakan untuk selalu memberikannya sarapan di pukul yang sama.

Sehingga tubuhnya juga bisa beradaptasi. Selain itu, jangan berikan makanan ketika Si Kecil tidak lapar. Moms bisa menghitungnya dari waktu terakhir dia makan dan kebiasaan Si Kecil makan jam berapa.

Hal itu dimaksudkan agar Si Kecil bisa merasakan sinyal lapar yang terjadi di tubuh. Jangan lupa untuk menyiapkan popok terbaik saat memulai MPASI 6 bulan.

Pasalnya, tekstur dan volume kotoran Si Kecil juga akan berubah. Penggunaan popok yang tepat, yang memiliki terowongan udara dan pelapis dalam yang senantiasa kering meskipun sudah terisi cairan merupakan kunci untuk mengatasi munculnya ruam popok. 

Moms bisa menggunakan Popok Merries yang diproduksi Jepang. Popok ini direkomendasikan banyak Moms di Jepang karena kelembutanya, sirkulasi udaranya yang baik dan tidak menimbulkan ruam popok pada Si Kecil.