Ibu, Ini Buku Terbaik Mengajarkan Anak Untuk Bersyukur

Merries Insight
11 Agustus 2017
Umum
Share
Ibu, Ini Buku Terbaik Mengajarkan Anak Untuk Bersyukur

Artikel ini berisi tentang :

  • Manfaat Membaca Buku bagi Si Kecil
  • Buku Apa Saja yang Cocok Dibaca Si Kecil?
  • Pentingnya Mengajarkan Anak Bersyukur
  • Bagaimana Caranya Mengajarkan Anak Bersyukur?

Dalam sebuah wawancara, Carol H. Rasco, President dan CEO Reading Is Fundamental, menyatakan jika membacakan buku efektif untuk membangun fondasi mental Si Kecil yang berkaitan dengan semangat untuk berhasil di masa depan, sekaligus mampu memandang dunia lebih luas lagi.

Manfaat Membaca Buku bagi Si Kecil

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Child & Teen Psichology, membuktikan jika kebiasaan membaca sejak dini akan membuat Si Kecil lebih percaya diri, lebih aktif dan lebih efektif ketika berfikir.

Sementara itu, menurut Anil Chacko, penulis studi dari New York University, menyebut jika anak yang gemar membaca sejak dini, 30 persen lebih aktif dan punya nilai akademik lebih tinggi, terutama pelajaran yang terkait logika, pengetahuan dan bahasa.

Selain itu, buku pun mampu menghadirkan berbagai solusi dan menuntun Si Kecil untuk lebih bersyukur dengan kehidupannya sekarang.

Buku Apa Saja yang Cocok Dibaca Si Kecil?

Nah, berkaitan dengan semangat membaca, sepertinya beberapa buku yang mengajarkan bersyukur ini layak dijadikan bacaan wajib bagi Si Kecil.

  • The Giving Tree

Buku karya Shel Silverstein ini sejatinya bukan buku baru. Bahkan menurut catatan, buku yang berjudul The Giving Tree ini, pertama kali diterbitkan di tahun 1964 silam. Tapi untuk masalah isi, harus diakui jika buku yang satu ini masih sangat relevan dengan perkembangan zaman, bahkan hingga saat ini.

Secara khusus buku ini mengisahkan tentang hubungan pohon apel dan anak laki-laki, dimana sang pohon dengan ikhlas telah memberikan segalanya kepada sang bocah. Bahkan karena pengorbanan sang pohon ini, Si Kecil kemudian bisa tumbuh hingga menjadi anak remaja, dewasa, bahkan hingga lansia.

  • Anak Kucing yang Manja

Cerita rakyat dari Deli Serdang yang diceritakan dengan manis oleh Murti Bunanta ini sangat memukau karena ilustrasi yang sangat indah karya pelukis Hardiyono. Tidak hanya itu, buku ini pun sangat menarik karena menempatkan kucing (salah satu binatang yang dekat dengan anak-anak) sebagai tokoh utama.

Secara umum, buku ini menceritakan perjalanan seekor anak kucing manja yang mencari tahu siapa yang mahluk paling unggul di jagat raya ini. Walaupun begitu, pada akhirnya si anak kucing ini pun mendapat jawaban jika yang lebih unggul dari semua mahluk tersebut adalah mama kucing.

  • Did I Ever Tell You How Lucky You Are?

Dr. Seuss memang sangat piawai dalam urusan menyampaikan pesan dengan sangat menyenangkan. Dalam bukunya yang legendaris, Did I Ever Tell You How Lucky You Are?, penulis yang satu ini berhasil merangkai kata yang berisi permainan rima, lengkap dengan ilustrasi jenaka khas-nya.

Dalam karyanya ini, secara khusus Dr. Seuss mengajak para pembaca menyadari betapa beruntung mereka karena berhasil mendapatkan segala kenyamanan hidup yang mungkin tidak dimiliki orang lain.

Pentingnya Mengajarkan Anak Bersyukur

Menurut Holly Holmer, pakar bidang pendidikan dan aktivitas anak, bersyukur merupakan salah satu cara untuk membentuk karakter pribadi yang mulia. Hal inilah yang membuat kita sebagai orangtua, wajib menanamkan nilai syukur kepada Si Kecil sejak dini.

Lebih lanjut lagi, Holmer menyebut jika anak yang bersyukur cenderung lebih tenang dan tidak manja. Mereka pun terbiasa melihat dunia dari perspektif berbeda, dan mampu melihat bentuk kasih sayang dari sudut yang lebih luas, bukan hanya sekedar memberikan apa yang mereka inginkan.

Untuk masa depannya, Si Kecil yang sudah terbiasa bersyukur, akan menjelma menjadi pribadi yang humanis dan peduli sesama. Mereka pun mampu membedakan mana yang menjadi kebutuhannya, dan mana yang hanya sekedar keinginan semata.

Bagaimana Caranya Mengajarkan Anak Bersyukur?

Selain lewat buku yang disebutkan di atas, Holmer menyebut jika perkataan “Nak, kamu harus bersyukur!”, tidaklah cukup! Menurutnya, ada beberapa hal lainnya yang harus diajarkan agar mereka memahami penuh konsep bersyukur.

Salah satu yang paling mudah adalah, membiasakan Si Kecil untuk berterima kasih, bukan hanya atas pemberian materi, tapi juga bantuan orang lain.

Dalam pepatahnya, Dalai Lama pernah mengucapkan, “saat kita mengucap syukur dan berterimakasih kepada orang lain, di dalamnya terkandung rasa hormat kita pada orang lain”. Dengan kata lain, ada pelajaran karakter yang mendalam dari upacapan terima kasih.

Selain itu, Moms pun disarankan untuk memberi contoh bagaimana caranya bersyukur. Bagaimanapun juga, orangtua merupakan role mode dari anak-anaknya. Apapun yang Moms lakukan, akan cenderung mereka ikuti dan terapkan dalam kehidupannya sehari-hari.

Jangan lupa untuk membiasakan diri meluangkan waktu bersama Si Kecil, dan ajarkan mereka untuk bisa menikmati apapun yang telah diraih dan mereka nikmati. Dengan pelajaran bersyukur, Si Kecil akan jadi anak dengan pribadi yang mulia.

Trik lainnya, bekali Si Kecil dengan pelajaran agama. Hal ini sangat penting! Lewat pelajaran agama, mereka akan mempelajari banyak hal tentang nilai kemanusiaan dan ketuhanan, termasuk mensyukuri segala anugerah yang telah diberikan Tuhan kepadanya. Selamat mencoba!