Polemik Musik Klasik dan Perkembangan Otak Bayi

Merries Insight
05 Mei 2014
Umum
Share
Polemik Musik Klasik dan Perkembangan Otak Bayi

Memasuki usia kehamilan trimester kedua, pada saat ini janin dalam kandungan Moms mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik itu perkembangan dari segi ukuran maupun dari segi kemampuan, dan tentu saja salah satu kemampuan terpenting yang pada saat itu mulai berkembang adalah kemampuan pendengaran dan perkembangan otak bayi.

Pada trimester kedua, pendengaran bayi menjadi satu-satunya saluran komunikasi antara janin dan juga dunia luar, terutama dengan Moms. Bagaimanapun juga bayi akan dapat merasakan lingkungan sekitarnya melalui pendengaran yang saat ini baru dia miliki dan memberi respon dari segala sesuatu yang dia dengar.

Tentu saja Moms dapat merasakan reaksi tersebut dalam bentuk gerakan janin Moms di dalam kandungan lewat tendangan atau pergeseran-pergeseran kecil yang akan semakin sering Moms rasakan. Karena hal tersebutlah banyak para orang tua yang percaya bahwa memperdengarkan musik, khususnya musik klasik kepada janin dalam kandungan dipercaya dapat meningkatkan kecerdasan otak bayi ketika dia lahir nanti.

Tetapi, benarkah musik klasik dapat mencerdaskan janin dalam kandungan Moms? Sampai saat ini pendapat tersebut masih simpang siur diantara para ahli yang masih melakukan penelitian tentang hubungan antara musik dengan kecerdasan otak janin, hal tersebut karena sebenarnya belum ada satupun penelitian yang sanggup memastikan bahwa musik yang didengarkan kepada janin akan mampu membuat otak si kecil lebih pintar.

Menurut David Baron, yang merupakan Kepala Bagian Psikiatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Temple Amerika mengatakan bahwa Inteligensia merupakan hal yang sangat kompleks dan sampai sekarang belum ada bukti ilmiah yang mengatakan bahwa musik secara langsung akan merangsang perkembangan otak janin sehingga kelak bayinya bisa mempunyai IQ diatas rata-rata. David juga menambahkan bahwa sekitar 60 sampai 80 persen kecerdasan seseorang ternyata diturunkan secara genetik.

Tapi Moms harus tahu bahwa janin yang memang sudah terbiasa untuk mendengar musik klasik yang tenang memang akan cenderung menjadi anak yang tenang dan lebih terarah. Selain itu, dia juga akan gampang tidur nyenyak, dan tentu saja tidur lelap ini akan ada hubungannya dengan perkembangan otak anak sehingga akhirnya selalu dikaitkan dengan musik sebagai cara untuk merangsang kecerdasan anak.

Selain itu, David menambahkan bahwa anak yang terbiasa mendengarkan musik klasik akan cenderung memiliki selera musik yang tinggi. Dalam artian anak Moms kelak akan menyukai musik klasik dan lebih menyukai musik yang tenang dan lembut.