Ngidam Pada Ibu Hamil Itu Wajar. Begini Cara Sehat Menjalaninya!

Merries Insight
27 September 2018
Umum
Share
Ngidam Pada Ibu Hamil Itu Wajar. Begini Cara Sehat Menjalaninya!

Artikel ini berisi tentang:

  1. Ngidam Merupakan Hal Yang Wajar
  2. Apakah Ngidam Harus Dituruti?
  3. Cara Sehat Menjalani Ngidam
  4. Jangan Lupa Minta Dukungan Pasangan

Ngidam merupakan salah satu kondisi unik yang biasa terjadi saat kehamilan datang. Kondisi ini biasanya ditandai dengan dorongan besar untuk melakukan hal-hal yang unik, termasuk mengonsumsi makanan-makanan tertentu.

Ngidam Hal Yang Wajar

Penelitian mengungkap jika fenomena ngidam dirasakan oleh 68 persen Ibu hamil, dimana biasanya ngidam akan muncul saat trimester pertama usia kehamilan, dan akan menurun menjelang trimester kedua.

Mengenai wajar atau tidaknya, ngidam termasuk dalam hal yang wajar, dan biasanya terkait dengan peningkatan peptide Opioid Endogen (POE) dalam tubuh, yang kemudian akan memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu. (oleh dr Damar Prasmusinto, SpOG(K), RS Brawijaya)

Walaupun begitu, terkadang ngidam pun akan menyebabkan Ibu hamil mengalami pola makan terbalik. Misalnya, jika sebelum hamil Mom sangat tidak suka dengan daging, terkadang saat ngidam Mom akan sangat menginginkannya.

Jangan khawatir, ini merupakan hal yang wajar, sekaligus sinyal alami dari tubuh yang menginginkan asupan protein lebih tinggi dari biasanya.

Apakah Ngidam Harus Dituruti?

Ada yang percaya jika ngidam tidak dituruti, akan membuat Si Kecil nantinya ngeces atau mengeluarkan air liur terus menerus. Ini jelas mitos yang tidak perlu didengarkan, faktanya tidak ada hubungan antara ngidam dengan kondisi Si Kecil yag suka ngeces.

Penyebab fenomena ngidam ini bisa dibagi dalam 2 bagian, yang pertama cerminan Mom kurang nutrisi tertentu dalam tubuh. Misalnya, saat Mom ngidam bakso atau sate sapi, mungkin ini sinyal dari tubuh jika Mom kurang protein.

Nah untuk mengatasinya, Mom sebaiknya memperbanyak konsumsi makanan dengan kandunga protein tinggi, misalnya daging merah, daging ayam tanpa kulit, telur rebus, kacang-kacangan dan lainnya.

Semetara untuk kondisi kedua, bisa disebabkan karena pica, atau kondisi psikologis dimana Mom merasa kurang diperhatikan oleh orang terdekat (pasangan), hingga memicu timbulnya perasaan seperti ngidam (karena ingin perhatikan).

Misalnya, Mom ngidam menyentuh kereta api, atau kondisi lainnya yang tidak relevan dengan nutrisi kehamilan. (oleh dr Handrawan Nadesul, penulis Buku Membesarkan Bayi jadi Anak Pintar)

Cara Sehat Menjalani Ngidam

Menurut Riskesdas 2013, angka kelahiran bayi dengan berat badan rendah di Indonesia mencapai 10,2 persen, sementara bayi terlahir pendek mencapai 20,2 persen. Angka ini menunjukan jika banyak ibu hamil yang kekurangan nutrisi, terutama di awal masa kehamilan.

Untuk mengatasinya, Mom disarankan untuk mengganti makanan yang diinginkan dengan makanan yang sehat. Misalnya, saat Mom ngidam cokelat, bisa diganti dengan susu cokelat.

Cukupi juga kebutuan nutrisi kehamilan dengan memperbanyak konsumsi makanan tinggi karbohidrat kompleks, protein, zat besi, vitamin dan serat. Selain itu, Mom pun diwajibkan untuk mengonsumsi makanan tinggi asam folat, dan kalsium. (oleh dr Judi Januadi Endjun, SpOG)

Alternatif lainnya, Mom tetap bisa mengonsumsi makanan yang diinginkan, tapi jumlahnya dibatasi. Misalnya, saat ingin mengonsumsi es krim, cobalah untuk membatasinya hingga 1 cup es krim berukuran kecil dan lainnya.

Cara lainnya menjalani ngidam dengan sehat adalah, mencampurkan makanan yang diinginkan dengan makanan sehat. Misalnya, jika Mom ngidam bakso atau mie, Mom bisa menambahkan makanan padat gizi ke dalam makanan tersebut, seperti telur rebus, sayuran, daging dan lainnya.

Intinya, Mom harus cerdas dalam mengakali perasaan ngidam ini. Selain itu, gunakan ngidam sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan.

Jangan Lupa Minta Dukungan Pasangan

Jangan lupa untuk meminta dukungan dan pengertian kepada pasangan tentang kondisi Mom saat ini. Hal ini dilakukan untuk mecegah terjadinya stres dan depresi selama kehamilan karena perasaan terabaikan dan tidak diperhatikan. (oleh Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si.)

Misalnya, saat Mom ngidam hal-hal yang aneh, seperti ingin menyentuh kereta api, bersalaman dengan masinis dan lainnya, mintalah bantuan kepada suami untuk memenuhi keinginan tersebut.

Hal ini pun berlaku jika Mom ngidam makanan langka, dimana suami bisa dilibatkan langsung saat mencari makanan tersebut. Tapi ingat, pastikan ngidam yang Mom rasakan tidak membahayakan kehamilan, atau terkait dengan hal-hal yang berisiko.

Dengan adanya dukungan pasangan, Mom akan merasa lebih tenang, dan terhindar dari stres, sekaligus dapat membangun ikatan emosional yang lebih kuat.