Mengenal Hipersalivasi Saat Hamil dan Bagaimana Cara Mengatasinya!

Merries Insight
17 Desember 2018
Kesehatan
Share
Mengenal Hipersalivasi Saat Hamil dan Bagaimana Cara Mengatasinya!

Artikel Ini Berisi Tentang:

  1. Apa itu Hipersalivasi?
  2. Apa Penyebab Hipersalivasi?
  3. Apakah Hipersalivasi Berbahaya Bagi Kehamilan?
  4. Bagaimana Cara Mengatasi Hipersalivasi?

Ada banyak masalah yang kerap menimpa Ibu hamil, dari mulai mood swing akibat perubahan hormon, morning sickness, sakit punggung akibat beban perut yang membesar, dan hipersalivasi. Meskipun jarang terjadi, hipersalivasi tergolong sangat menakutkan karena bisa membuat Mom tidak nyaman.

Apa itu Hipersalivasi?

Dilansir dalam baby centre, hipersalivasi merupakan kondisi air liur yang keluar secara terus menerus hingga Mom harus menyediakan saputangan atau kantung plastik untuk menampungnya.

Jelas kondisi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Tapi jangan khawatir Mom, sama seperti morning sickness, masalah ini biasanya akan terjadi di awal masa kehamilan, dan akan berhenti saat usia kehamilan berusia lebih dari 3 bulan.

Selain itu, hipersalivasi pun bisa diatasi tergantung dari penyebabnya. Bisa dengan mengobati peradangan, mengatasi masalah infeksi dan lainnya.

Apa Penyebab Hipersalivasi?

Mengenai penyebabnya, hingga kini masih jadi masih jadi misteri. Beberapa pakar menduka hipersalivasi disebabkan karena faktor hormonal yang berhubungan dengan morning sickness. Tidak heran jika akhirnya banyak yang menyebut hipersalivasi merupakan bentuk parah dari morning sickness.

Selain itu, hipersalivasi pun bisa disebabkan karena beberapa hal, diantaranya :

  1. Karena mual dan mulas di awal kehamilan, yang membuat Mom mengonsumsi lebih sedikit makanan dan (secara tidak sadar) banyak menelan ludah. Kondisi ini akan merangsang kelenjar saliva untuk memproduksi lebih banyak air liur.
  2. Kondisi perut ibu hamil yang asam, akan naik ke kerongkongan dan menyebabkan peradangan. Dalam kondisi ini, sensor asam akan memicu kelenjar saliva untuk menghasilkan air liur dengan konsentrasi bikarbonat tinggi dan bersifat basa.
  3. Peradangan yang disebabkan karena infeksi tertentu, termasuk infeksi mulut, kerusakan gigi, konsumsi obat tertentu, paparan toksin berlebih, seperti pestisida dan merkuri. (oleh dr Kevin William Hutomo, dari RS Permata Depok).

Tidak hanya selama kehamilan, hipersalivasi pun bisa terjadi di luar kehamilan. Selain infeksi, kondisi ini bisa disebabkan karena penyakit tertentu, menggunakan gigi palsu, dan faktor cidera rahang.

Apakah Hipersalivasi Berbahaya Bagi Kehamilan?

Terkait dengan bahaya hipersalivasi, beberapa pakar setuju jika tingkat bahayanya ditentukan dari tingkat keparahannya. Selain menyebabkan ketidaknyamanan dan mungkin berimbas pada stres, hipersalivasi bisa menyebabkan beberapa kondisi, diantaranya :

  1. Dehidrasi, yang ditandai dengan bibir kering karena cairan yang terus keluar.
  2. Berisiko menyebabkan infeksi kulit di sekitar rongga mulut.
  3. Bau mulut yang menyebabkan kepercayaan diri menurun, kesulitan berbicara, kesulitan merasakan makanan, nafsu makan menurun dan lainnya.
  4. Meningkatkan risiko infeksi pneumonia aspirasi yang disebabkan karena air liur yang terhirup hingga masuk ke dalam paru-paru.

Bagaimana Cara Mengatasi Hipersalivasi?

Hipersalivasi tidak bisa dibiarkan. Mom wajib segera mengatasinya dengan beberapa trik berikut ini.

  1. Konsumsi banyak air putih untuk mengatasi masalah dehidrasi, sekaligus menjaga keseimbangan asam dan basa dalam lambung dan mulut.
  2. Sikat gigi dan berkumur dengan obat kumur. Untuk hasil yang maksimal, Mom bisa memilih pasta gigi dengan aroma mint.
  3. Konsumsi camilan dalam jumlah yang kecil, tapi sering. Disarankan untuk mengonsumsi camilan diet yang rendah gula, atau biskuit jahe untuk mengurangi mual.
  4. Kurangi konsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi, makanan pedas, makanan dengan tepung dan makanan yang diolah dengan cara digoreng.
  5. Konsumsi teh mint, atau makanan-makanan yang bisa meredakan morning sickness, seperti teh jahe, biskuit jahe dan lainnya. Selain meredakan mual, makanan yang bisa meredakan morning sickness pun cukup efektif untuk mengendalikan produksi air liur.

Jika masalah ini tidak tertangani dalam 3 hari, Mom disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Jika dibutuhkan, terkadang konsumsi obat tertentu sangat dibutuhkan!