Kontraksi Palsu Ternyata Bermanfaat Lho, Moms! Ini Faktanya

Merries Insight
06 November 2018
Umum
Share
Kontraksi Palsu Ternyata Bermanfaat Lho, Moms! Ini Faktanya

Artikel ini berisi tentang :

  1. Apa itu kontraksi palsu atau Braxton Hicks?
  2. Tanda-tanda Mom Mengalami Kontraksi Palsu
  3. Manfaat Kontraksi Palsu
  4. Bagaimana cara mengatasi kontraksi palsu?

Kontraksi merupakan salah satu pertanda proses persalinan segera dimulai. Tidak jarang saat kontraksi pertama, ibu hamil akan langsung panik dan buru-buru ke dokter. Tapi hati-hati Mom, jangan sampai terkecoh dengan kontraksi palsu atau yang dikenal dengan istilah Braxton Hicks.

Apa itu kontraksi palsu atau Braxton Hicks?

Kontraksi palsu merupakan salah satu cara tubuh untuk mempersiapkan proses kelahiran, sekaligus jadi sinyal agar Mom segera bersiap untuk menghadapi proses persalinan. (oleh dr Hari Nugroho SpOG, Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RSUD Dr Soetomo, Surabaya)

Kontraksi ini tidak perlu ditanggapi secara berlebih. Selain itu, tidak semua Ibu hamil akan mengalami kontraksi palsu. Umumnya, kontraksi palsu akan mulai dirasakan sejak usia kehamilan 30 Minggu, dan frekuensinya akan semakin sering saat hari persalinan semakin dekat.

Tanda-tanda Mom Mengalami Kontraksi Palsu

Seperti disebutkan di atas, kontraksi palsu akan dirasakan Mom sejak usia kehamilan 30 Minggu, atau trimester akhir kehamilan. Meskipun terasa seperti kontraksi asli menjelang kehamilan, kontraksi palsu bisa dikenali dengan beberapa ciri berikut ini :

  1. Frekuensi dan pola kontraksi palsu cenderung acak, tidak terasa semakin parah (konstan) dan tidak bertahan lama. Misalnya terjadi kontraksi 10 menit dari kontraksi pertama, kemudian terjadi lagi 6 menit kemudian, dan terjadi lagi 8 menit kemudian.
  2. Kontraksi bisa berhenti saat Mom berganti posisi, atau mengalihkannya ke aktivitas lain. Misal, dari duduk ke berdiri, berjalan kaki dan mengubah posisi duduk jadi berbaring.
  3. Yang paling menonjol, kontraksi palsu tidak menunjukkan adanya bercak darah di area intim.
  4. Air ketuban tidak pecah yang ditandai dengan basah di area intim, tapi bukan darah.

Jika Mom ragu atau tidak bisa membedakan antara kontraksi palsu dan asli, segera hubungi dokter atau bidan. Terkadang, untuk memastikannya, dokter atau bidan akan melakukan pengecekan di leher rahim apakah sudah berubah dan bersiap untuk persalinan atau tidak.

Manfaat Kontraksi Palsu

Meskipun terasa tidak nyaman, kontraksi ternyata memiliki banyak manfaat, yang paling utama adalah, kontraksi ini bisa dijadikan sebagai acuan agar Mom segera bersiap untuk menghadapi proses persalinan. (oleh dr Ching-Lynn Chen Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di New York City, Amerika)

Pasalnya, menurut dr Ching, kontraksi palsu merupakan tanda jika rahim Mom sedang mempersiapkan diri untuk persalinan. Semakin sering kontraksi palsu terjadi, maka mulut rahim akan semakin lunak sehingga proses persalinan akan berjalan lebih mudah.

Di samping itu, akibat seringnya terjadi kontraksi palsu, secara prikologis Mom pun lebih siap untuk menghadapi persalinan, sehingga tidak kaget saat kontraksi asli terjadi. Dengan begitu, Mom akan lebih tenang menghadapi peristiwa besar ini.

Bagaimana cara mengatasi kontraksi palsu?

Kontraksi palsu memang tidak sehebat kontraksi asli. Tapi jika Mom masih aktif berada di luar rumah, tentu kontraksi ini terasa sangat mengganggu. Untuk mengatasinya, ada beberapa trik yang bisa Mom lakukan, diantaranya :

  1. Ubah posisi Mom. Jika sedang duduk, cobalah untuk berdiri atau berbaring, bisa juga dengan berdiri dan berjalan kaki. Perpindahan posisi atau gerakan ini harus dilakukan secara perlahan!
  2. Tarik nafas dalam-dalam, kemudian keluarkan secara perlahan. Tidak perlu mengejan, cukup atur pernapasan saja agar Mom merasa lebih tenang.
  3. Minum 1-2 gelas air putih. Berbeda dengan kontraksi asli, kontraksi palsu biasanya akan hilang saat Mom minum air putih. Kontraksi palsu bisa juga terjadi karena kurangnya asupan cairan.
  4. Tidak ada salahnya Mom langsung mandi air hangat. Pasalnya, mandi air hangat bisa membuat tubuh terasa lebih rileks, sekaligus mampu mengendalikan kontraksi palsu.
  5. Cobalah untuk meminta pasangan untuk memijat Mom, misalnya di bagian kaki, kepala, pundak atau mengusap-ngusap punggung Mom. cara ini dilakukan agar Mom bisa lebih rileks.

Yang paling penting, Mom harus tetap tenang, dan pastikan jika yang sedang terjadi ini memang benar-benar kontraksi palsu. Segera hubungi dokter jika kontraksi semakin sering terjadi. (oleh Cathy McMahon Perawat kebidanan di Massachusetts)