Bolehkan Jadikan Telur Sebagai Sumber Protein Utama Saat Hamil?

Merries Insight
15 Juli 2019
Umum
Share
Bolehkan Jadikan Telur Sebagai Sumber Protein Utama Saat Hamil?

Artikel ini berisi tentang :

  1. Fungsi Protein Selama Masa Kehamilan
  2. Berapa kebutuhan protein bagi ibu hamil?
  3. Sumber Protein Terbaik Untuk Ibu Hamil
  4. Bolehkah menjadikan telur sebagai sumber protein utama?

Selama masa kehamilan, Moms membutuhkan asupan protein yang cukup tinggi. Selain protein, beberapa nutrisi lainnya, seperti zat besi, folat, kalsium, dan kalium, sangat penting untuk dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Semua itu dilakukan untuk menunjang tujuan kehamilan yang sehat.

Fungsi Protein Selama Masa Kehamilan

Selama masa kehamilan, Moms wajib mempersiapkan asupan nutrisi yang seimbang, salah satunya adalah mengonsumsi protein dalam jumlah yang cukup. (oleh Dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinis dari Departemen Ilmu Gizi FKUI, Jakarta).

Berikut merupakan fungsi utama protein selama masa kehamilan, baik untuk Moms ataupun untuk janin dalam kandungan.

  1. Sebagai salah satu sumber kalori sehat.
  2. Sebagai zat pembangun, dan mampu memperbaiki jaringan tubuh pada janin seperti tulang, otot, mata kulit, jantung dan hati.
  3. Protein merupakan zat pembentukan darah, yang membantu Moms untuk menjaga kondisi darah tetap sehat, membangun cairan ketuban dan memaksimalkan pembentukan sel janin agar sempurna.
  4. Protein berguna untuk memaksimalkan pertumbuhan jaringan tubuh, plasenta dan bahkan otak
  5. Membentuk antibodi bagi Moms dan janin, membantu menjaga kesehatan tulang dan membantu Moms untuk mengendalikan berat badan.

Berapa kebutuhan protein bagi ibu hamil?

Dilansir dalam ndtv.com (New Delhi TV), saat tidak hamil, Moms membutuhkan asupan protein sebanyak 50 gram per hari. Selama masa kehamilan, Moms harus meningkatkan asupan protein sebesar 0,5 gram protein pada trimester pertama menjadi 55 gram per hari.

Pada trimester kedua, asupan tersebut meningkat 6,9 gram jadi 56,9 gram protein per hari, dan meningkat 22,7 gram pada trimester ketiga menjadi 72,7 gram protein per hari. (oleh Frank Hu, MD, PhD, pakar gizi dan asisten profesor di Departemen Nutrisi di Harvard University School of Public Health di Boston)

Porsi kebutuhan protein tersebut bisa didapat dari kombinasi protein hewani dan protein nabati. Tapi ingat Moms, agar kebutuhan protein tersebut tercukupi dengan maksimal, sebaiknya Moms mengolah sumber protein dengan tidak menambah asupan lemak secara berlebihan.

Banyak pakar yang menyarankan agar Moms sebaiknya mengolah sumber protein tersebut dengan cara dikukus, direbus, dipepes, atau ditumis. Selain itu, hindari proses menggoreng dengan minyak banyak atau deep frying untuk menghindari asupan lemak berlebih.

Sumber Protein Terbaik Untuk Ibu Hamil

Ada banyak sumber protein yang bisa Moms pilih sebagai makanan utama selama masa kehamilan. Meskipun begitu, sangat disarankan untuk mengkombinasikan antara jenis protein hewani dan protein nabati. Hal ini dilakukan agar nutrisi yang Moms dapatkan bisa lebih seimbang.

Berikut merupakan beberapa jenis makanan yang bisa Moms andalkan sebagai sumber protein terbaik selama masa kehamilan.

  1. Protein hewani, seperti susu dan produk turunannya, ikan, daging merah, daging unggas dan telur. Khusus untuk ikan, sebaiknya pilih jenis ikan yang aman dari pencemaran merkuri, seperti salmon, tuna, udang, atau jenis ikan lainnya.
  2. Protein nabati, seperti kacang-kacangan, jamur, dan makanan olahan dari kacang-kacangan, seperti tahu, tempe, dan makanan lainnya.

Jika Moms merasa konsumsi protein selama masa kehamilan sangat kurang, suplemen protein kehamilan terkadang bisa diandalkan. Tapi ingat Moms, sebelum membeli suplemen protein kehamilan, sebaiknya Moms konsultasikan dulu dengan dokter.

Bolehkah menjadikan telur sebagai sumber protein utama?

Telur merupakan jenis protein hewani yang paling murah diantara jenis protein lainnya. Selain itu, menurut Incredible Edible Egg, dalam sebutir telur ayam berukuran sedang, terkandung 6,3 gram protein, dan nutrisi lainnya, seperti asam folat, klorin dan lainnya.

Meskipun begitu, sebaiknya Moms tidak mengkonsumsi telur dalam jumlah yang besar. Pasalnya, telur termasuk makanan dengan kandungan kolesterol yang cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan akan membuat angka kolesterol Moms malah melonjak.

Selain itu, hindari mengkonsumsi telur mentah dan setengah matang. Ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan keracunan janin, dan berbagai dampak buruk lainnya. (oleh Dr Hilary Shallo Thesma, pakar nutrisi dari Egg Nutrition Center)

Dengan kata lain, telur sebaiknya tidak dijadikan sebagai sumber protein utama. Egg Nutrition Center menyarankan agar Moms mengonsumsi telur, maksimal 3-4 butir telur per hari. Untuk sisanya, konsumsi sumber protein lainnya, seperti susu, kacang-kacangan, ikan dan lainnya.