Apakah Normal Hamil Tanpa Morning Sickness?

Merries Insight
06 Februari 2018
Kesehatan
Share
Apakah Normal Hamil Tanpa Morning Sickness?

Artikel ini berisi tentang :

  1. Apa itu Morning Sickness?
  2. Apakah Normal Hamil Tanpa Morning Sickness?
  3. Morning Sickness Turunkan Risiko Keguguran?
  4. Trik Mengatasi Morning Sickness

Hamil tanpa morning sickness bisa diibaratkan sayur tanpa garam. Hal ini cukup wajar, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) Internal Medicine, 50 s/d 80 persen wanita hamil melaporkan merasa mual atau muntah selama trimester pertama mereka.

Apa itu Morning Sickness?

Morning sickness merupakan kejadian dimana hormon tubuh mengalami peningkatan, terutama hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG) yang biasanya bertambah sangat pesat di awal kehamilan, dan akan meningkat dua kali lipat di setiap minggunya.

Banyak hal yang terjadi akibat dari morning sickness ini, diantaranya mood yang cenderung mudah berubah (mood swing), mual, muntah, penciuman yang lebih tajam, dan sakit kepala, mudah lelah dan lainnya (oleh Siripanth Nippita, dari Beth Israel Deaconess Medical Center).

Saat trimester kedua, pada dasarnya kadar hormon tersebut masih mengalami peningkatan. Tapi berbeda dengan trimester pertama, saat trimester kedua tubuh sudah bisa menanganinya, sehingga gejala morning sickness pun akan cenderung berkurang.

Apakah Normal Hamil Tanpa Morning Sickness?

sebagian besar wanita akan mengalami morning sickness selama kehamilan, tapi beberapa diantaranya bisa menjalani kehamilan dengan nyaman tanpa morning sickness (oleh Dr. Marra Francis, dokter obgyn sekaligus tim penulis buku Mommy MD Guides).

Selain itu, ada juga wanita yang mengalami morning sickness di kehamilan pertama, tapi saat hamil anak kedua tidak mengalaminya, ada juga yang mengalami morning sickness di kehamilan pertama, kedua dan selanjutnya.

Dengan kata lain, gejala morning sickness dialami lebih banyak Ibu hamil di seluruh dunia. Tapi buat Moms yang tidak mengalaminya, bukan berarti Moms dalam masalah. Justru sebaliknya, kondisi ini merupakan pertanda jika tubuh sudah kebal (bisa bertahan) dengan peningkatan hormon tersebut.

Morning Sickness Turunkan Risiko Keguguran?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan National Institute of Child Health and Human Development, morning sickness diketahui ampuh menurunkan risiko keguguran hingga 50-75 persen. Penelitian ini sendiri dilakukan terhadap 797 wanita hamil di Eropa dan Amerika.

Dalam keterangannya, Enrique Schisterman, pimpinan penelitian, rasa mual dan nafsu makan yang menurun dapat mendorong kehamilan yang lebih sehat karena Moms akan makan lebih sedikit. Hal ini secara tidak langsung akan mengurangi risiko paparan racun yang terkandung dalam makanan.

Penurunan asupan makanan ini pun akan menurunkan tingkat sirkulasi insulin dan mendorong pertumbuhan plasenta. Walaupun begitu, penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk meneliti faktor risiko lainnya, termasuk jenis makanan yang dikonsumsi, olahraga dan lainnya.

Trik Mengatasi Morning Sickness

Walaupun tergolong kondisi normal, beberapa Ibu hamil mengalami morning sickness yang sangat menyiksa. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Michele Hakakha, M.D., FACOG, ahli kandungan dari Beverly Hills, menyarankan agar Momss mengikuti beberapa trik berikut ini.

  1. Makan dengan porsi kecil, tapi sering. Usahakan makanan yang dikonsumsi merupakan makanan sehat, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan atau snack gandum utuh.
  2. Bangun pagi, kemudian beri tubuh untuk beristirahat terlebih dahulu (malas-malasan di atas tempat tidur), selama 5-10 menit untuk memberi kesempatan tubuh beradaptasi.
  3. Olahraga ringan di pagi hari, seperti jogging, jalan kaki, yoga, dan lainnya.
  4. Jauhi makanan pedas dan mengandung lemak tinggi.
  5. Konsumsi teh mint, teh gingsing, permen jahe, biskuit jahe dan lainnya, untuk mencegah rasa mual di mulut, dan mencegah keinginan untuk muntah.

Jika morning sickness terasa sangat parah, bahkan sampai membuat Moms tidak bisa makan dan minum apapun, sebaiknya segera hubungi dokter untuk solusi lebih lanjut.