Ingat Dad! Sulit Hamil Bukan Cuma Urusan Mom Saja

Merries Insight
17 Desember 2018
Umum
Share
Ingat Dad! Sulit Hamil Bukan Cuma Urusan Mom Saja

Artikel ini berisi tentang :

  1. 40 Persen Kontribusi Kehamilan dari Dad
  2. Bukan Mandul, Cuma Masalah Kesuburan Saja
  3. Benarkah Tauge Bisa Mengatasi Masalah Kesuburan?
  4. Lalu, Apa Yang Harus Dilakukan?

 

Setelah menikah, impian lainnya yang diinginkan pasangan suami-istri adalah, memiliki momongan. Sayang, masih banyak orang yang kerap melempar tanggung jawab pada istri saat kehamilan tidak terjadi. Padahal, kehamilan bukan cuma urusan istri, tapi ada tanggung jawab Dad di dalamnya.

40 Persen Kontribusi Kehamilan dari Dad

Mandul atau infertilitas merupakan ketidakmampuan pasangan suami-istri untuk mencapai kehamilan. Penyebabnya banyak, dari mulai kondisi medis, gangguan hormonal, kondisi fisik, psikologis, dan lainnya. (oleh psikolog klinis dewasa, Pustika Rucita, B.A.,MPsi, Psikolog)

Lebih lanjut, Pustika menjelaskan jika 60 persen kontribusi kehamilan memang berasal dari Istri, sebagai pihak yang membuahi. Tapi 40 persen lainnya justru datang dari Dad. Maka dari itu, kehamilan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya istri.

Maka dari itu, jika kehamilan tidak kunjung terjadi, Pustika menyarankan agar Dad dan Istri duduk bersama, kemudian cari penyebabnya. Jangan malu untuk berkomunikasi, bagaimanapun juga komunikasi yang terbuka merupakan kunci kelangsungan kelarga.

Bukan Mandul, Cuma Masalah Kesuburan Saja

Dalam dunia medis, sebenarnya tidak ada istilah mandul, yang ada masalah kesuburan saja. (oleh dr Arie A Polim D Mas, SpOG(K), dokter dokter Obstetri dan Ginekologi, sekaligus direktur IRSI atau Indonesian Reproductive Science Instititute)

Makanya, dr. Arie menyarankan agar Dad segera berkonsultasi dengan dokter saat 1 tahun menikah, dengan hubungan intim yang intens (setidaknya 1 kali seminggu), tapi belum kunjung mendapatkan keturunan.

Menurut pengalamannya, dr. Arie menjelaskan jika kebanyakan pasien yang datang kepadanya, umumnya mengalami masalah kesuburan karena faktor gaya hidup. Misalnya, Dad merupakan perokok aktif, sering begadang, terpapar polusi dan lainnya.

Sedangkan untuk perempuan, butuh pemeriksaan yang mendalam, terurama pengecekan saluran telur, ovulasi dan lainnya. Jangan lupa, pertimbangkan juga faktor nutrisi, kegemukan, berat badan kurang dan lainnya. Faktor-faktor seperti ini sedikit banyak cukup besar menyebabkan masalah kesuburan.

Benarkah Tauge Bisa Mengatasi Masalah Kesuburan?

Selain mendorong Mom untuk mengonsumsi makanan sehat, banyak orang yang percaya jika Dad mengonsumsi makanan tertentu, seperti tauge, bisa membuat sperma lebih lincah, sehingga lebih cepat mendukung terjadinya pembuahan.

Mengenai hal ini, sebenarnya tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan hal ini. Dengan kata lain, tauge bisa menunjang kesuburan, hanya mitos belaka. (oleh seksolog Zoya Amirin, M.Psi, FIAS)

Menurutnya, mitos tauge bisa mengatasi masalah kesuburan memang sangat populer dan sudah sangat mengganggu. Zoya menjelaskan jika tauge memang mengandung banyak vitamin E, yang memang jadi faktor pendukung maksimalnya proses pembuahan.

Meskipun begitu, Zoya menjelaskan jika vitamin E yang dibutuhkan hanya bisa dipenuhi dengan konsumsi 3 Kg tauge. Jadi berani tidak Dad langsung mengonsumsi 3 Kg tauge?

Lalu, Apa Yang Harus Dilakukan?

Sebelum menentukan jenis terapi kesuburan, Mom dan Dad perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kenapa pasangan sulit hamil. Berikut merupakan beberapa hal yang harus dilakukan :

  1. Pastikan tingkat kesuburan Dad dan Mom dalam kondisi normal. Tes kesuburan ini harus dilakukan lewat pemeriksaan sperma yang dilakukan di laboratorium dengan standar WHO.
  2. Lakukan pemeriksaan kelainan anatomis dengan USG transvaginal, melakukan pemeriksaan kelainan fungsional dengan USG serial, dan lainnya.
  3. Lakukan program hamil secara alami dengan didampingi oleh profesional, terutama jika Mom mengalami gangguan organ reproduksi, atau Dad yang mengalami kelainan sperma.

Selain itu, pastikan program kehamilan yang diambil didasarkan pada penyebab dan kondisi masing-masing, dan Dad serta Mom harus menjalani terapi secara bersama-sama. (oleh dr. Ivander Utama, F.MAS, SpOG,  dokter kandungan dan kebidanan di BIC Pacific Place, SCBD, Jakarta)