Dads, Praktekkan Ini di Rumah agar Tulisan Si Kecil Rapi dan Bisa Dibaca!

Dads, Praktekkan Ini di Rumah agar Tulisan Si Kecil Rapi dan Bisa Dibaca!

Artikel ini berisi tentang :

  1. Belajar Menulis di Udara
  2. Latihan Otot Agar Siap Menulis
  3. Biasakan Menulis Dengan Posisi Duduk Terbaik
  4. Sabar dan Apresiasi Hasil Kerja Si Kecil

Agar tulisan Si Kecil rapi dan mudah dibaca, perlu latihan rutin yang dilakukan sejak dini. Ada banyak trik yang bisa Dads coba. Berikut merupakan beberapa hal yang harus Dads lakukan agar tulisan Si Kecil terlihat lebih rapi dan enak dibaca.

Belajar Menulis di Udara

Sebelum Si Kecil menulis di atas kertas, cobalah untuk memintanya menulis huruf di udara. Hal ini dilakukan sebagai latihan otot agar gerakan mata dan otak Si Kecil bisa singkron, hingga membuat tangannya menjadi lebih fleksible.

Metode belajar menulis rapi ini dipopulerkan oleh The Orton Gillingham, salah satu program pendidikan di Singapura. Sebelumnya, metode serupa pernah juga dilakukan oleh Dyslexia Association of Singapore, meskipun ketika itu popularitas metode ini tidak sekuat saat The Orton Gillingham mengajarkannya.

Sama seperti metode belajar menulis di kertas, Si Kecil diminta untuk menuli huruf besar dan kecil di udara. Setelah berhasil melakukannya beberapa kali, Dads bisa meminta Si Kecil untuk menuliskan huruf-huruf tersebut di atas kertas. Caranya sama, dimulai dari huruf besar dan kecil.

Metode ini tidak hanya membuat Si Kecil lebih siap saat akan menulis di atas kertas, tapi juga minim kesalahan sehingga bisa menghemat lebih banyak kertas untuk menulis.

Latihan Otot Agar Siap Menulis

Selain dengan metode belajar menulis di udara, Dads bisa melatih kemampuan otot-otot Si Kecil dengan metode latihan genggam-lepas. Caranya, minta Si Kecil untuk membuka telapak tangannya, sesuai dengan instruksi Dad, minta dia untuk mengepalkan tangannya. Ulangi terus hingga beberapa kali.

Lakukan latihan ini secara berulang sebelum Si Kecil belajar menulis. Fungsinya, latihan ini sama seperti pemanasan seperti olahraga, atau bisa juga digunakan sebagai metode peregangan saat Si Kecil mengaku sudah pegal untuk menulis.

Selain teknik latihan genggam-lepas, agar Si Kecil siap untuk menulis rapi, Dads bisa memberikan beberapa latihan khusus berikut ini.

  1. Berikan Si Kecil squishy, dan minta dia untuk meremas-remasnya. Tekstur squishy yang lembut dan bisa diremas mampu melatih otot jemari Si Kecil agar lebih siap menulis.
  2. Berikan Si Kecil kertas gambar, atau kanvas. Minta dia agar melukis bebas. Bukan lukisannya yang dinilai, tapi trik ini berguna untuk melatih otot dan koordinasi mata, otak serta lengan.
  3. Delain dengan melukis, Dads bisa meminta Si Kecil mewarnai gambar yang di-print. Latihan ini berfungsi untuk meningkatkan kesadaran Si Kecil dalam tata ruang (agar tulisan tidak keluar garis).
  4. Perbanyak latihan melempar bola pada objek tertentu. Dads bisa menggunakan ring basket mini, atau bahkan tong sampah bersih. Latihan ini dilakukan untuk mengasah kemampuan koordinasi tangan dan mata Si Kecil, sekaligus meningkatkan fokus.
  5. Berlari, skipping dan memanjat berdampak baik pada kordinasi mata dan otot Si Kecil, sekaligus baik untuk melatih konsentrasi Si Kecil.

Agar hasilnya lebih maksimal, latihan-latihan di atas sebaiknya dilakukan rutin setiap hari.

Biasakan Menulis Dengan Posisi Duduk Terbaik

Biasakan Si Kecil belajar menulis dengan posisi duduk yang tepat. Pasalnya, tulisan yang rapi tergantung dari posisi duduk dan sudut pandang Si Kecil pada buku atau kertas yang akan diisi tulisan. Berikut merupakan posisi duduk terbaik agar tulisan Si Kecil rapi dan enak dibaca.

  1. Pastikan Si Kecil duduk tegak dengan punggung lurus dan bahu kebelakang. Jika menggunakan kursi belajar, paha Si Kecil sebaiknya menempel di dudukan kursi dan bokong harus menyentuh bagian belakang kursi.
  2. Minta Si Kecil untuk menekuk lutut hingga sejajar dengan pinggul. Pastikan kaki Si Kecil menyentuh tanah dan membentuk 90 derajat.
  3. Pusatkan beban tubuh di satu titik, dan usahakan agar Si Kecil tidak sampai membungkuk. Kalau sulit, Dads bisa meminta Si Kecil menarik kursi agar lebih mendekati meja.
  4. Saat menulis di meja, pastikan posisi lengan dan pergelangan tangan membentuk sudut 90 derajat, dengan jarak antara kertas dan mata sekitar 30 cm.

Posisi duduk yang baik ini harus dilatih sejak dini dan harus dibiasakan. Pasalnya, jika sudah dewasa dan posisi duduk saat menulis masih salah, ini bisa jadi masalah dan lebih sulit untuk dikoreksi.

Sabar dan Apresiasi Hasil Kerja Si Kecil

Ini yang paling penting. Saat Dads punya standar tinggi, pastikan tingkat kesabaran pun harus tinggi. Pasalnya, latihan menulis rapi dan enak dibaca ini hasilnya tidak akan bisa dilihat dalam satu atau dua kali latihan saja, tapi harus dilatih berkali-kali.

Makanya, Dads wajib bersabar saat mengajarkan Si Kecil, wajib menjaga emosi jangan sampai membentak atau memarahi Si Kecil karena hasil kerjanya kurang maksimal.

Apapun hasilnya, tetap beri apresiasi dengan memuji progres positif yang dia tunjukan. Peluk Si Kecil dan terus beri semangat agar makin termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya. Selamat mencoba Dads, semoga berhasil!