Dads, Ini Alasan Kenapa Si Kecil Tidak Boleh Begadang

Merries Insight
02 Januari 2019
Umum
Share
Dads, Ini Alasan Kenapa Si Kecil Tidak Boleh Begadang

Artikel ini berisi tentang:

  1. Waktu Tidur Yang Dibutuhkan Si Kecil
  2. Alasan Si Kecil Tidak Boleh Begadang
  3. Tidur Cukup Bikin Si Kecil Lebih Sehat
  4. Tidur Cukup Bikin Otak Si Kecil Lebih Encer

Bagi Dads, begadang nonton bola merupakan hal yang biasa dilakukan di akhir pekan. Agar suasana lebih seru, terkadang Dads pun akan membiarkan Si Kecil ikut begadang. Kira-kira, boleh tidak ya Si Kecil ikut begadang, meskipun hanya di akhir pekan saja?

Waktu Tidur Yang Dibutuhkan Si Kecil

Kebutuhan waktu tidur Si Kecil terbagi dalam 3 kategori berdasarkan kelompok usianya.

  1. Bayi (0-1 tahun), membutuhkan tidur selama 14-15 jam, yang terdiri dari 8 jam tidur malam, 6-7 jam tidur siang.
  2. Batita (1- 3 tahun), membutuhkan tidur selama 12-14 jam, yang terdiri dari 11 jam tidur malam, 2-3 jam siang.
  3. Preschool (4-6 tahun), membutuhkan tidur selama 11-13 jam, yang terdiri dari 10-11 jam tidur malam, 2 jam tidur siang.
  4. Usia sekolah( 7-12 tahun), membutuhkan tidur selama 10-11 jam, yang terdiri dari 8-9 jam tidur malam, 2 jam tidur siang.

Kebutuhan tidur di atas sebaiknya dipenuhi agar tumbuh kembang Si Kecil lebih maksimal. (oleh Jodi A. Mindell, Ph.D., pakar tidur dan penulis buku Sleeping Through the Night)

Alasan Si Kecil Tidak Boleh Begadang

Seperti disebutkan di atas, tidur memiliki banyak manfaat untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil. menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari University of Massachusetts, Amerika, tidur bahkan bisa membuat Si Kecil tumbuh jadi anak yang bahagia.

Dalam keterangannya, tim peneliti menyebutkan jika selama tidur, Si Kecil akan memasuki lima tahapan penting yang cukup menentukan bagi kesehatan fisik dan psikisnya, yakni :

  1. Tahapan pertama, kerja otak akan melambat sehingga tubuh akan jadi lebih rileks.
  2. Tahapan kedua, seluruh organ tubuh akan beritirahat dan memperbaiki fungsinya, tahapan ini biasanya diiringi dengan tubuh yang sudah tidak bisa mendengar atau merespon suara dari sekitar.
  3. Tahapan ketiga, tubuh Si Kecil akan melakukan perbaikan fisik. Fase ini dilakukan oleh sel darah putih yang bekerja keras dengan cara memperbaiki kerusakan sel di seluruh tubuh.
  4. Tahap keempat, sistem kekebalan tubuh akan meningkat, dan radikal bebas yang menyerang tubuh, akan diusir keluar bersama dengan penyebab penyakit lainnya.
  5. Tahapan kelima, atau setelah 90 menit tertidur, Si Kecil akan memasuki tahap REM (rapid eye movement), yang berfungsi untuk mengatasi masalah kejiwaan, termasuk menyingkirkan kesedihan, stres dan membuat Si Kecil jadi anak yang berbahagia.

Dengan kata lain, kehilangan waktu tidur, secara otomatis akan membuat tumbuh kembang Si Kecil terganggu, rentan terkena penyakit, mood buruk, dan bisa membuatnya tidak bahagia.

Tidur Cukup Bikin Si Kecil Lebih Sehat

Seperti dijelaskan di atas, ada fase khusus yang memperlihatkan aktivitas tubuh dalam membasmi radikal bebas dan segala macam sumber penyakit saat tidur. Selain itu, sistem kekebalan tubuh pun diperbaiki, sehingga Si Kecil jadi lebih sehat.

Hal ini dibuktikan lebih penelitian yang dilakukan tim peneliti dari The Childrens Hospital of Philadelphia, yang menyebut, anak yang tidur malam kurang dari 8 jama per hari, 3 kali lebih rentan terkena flu dan penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

Kondisi ini disebabkan karena saat kurang tidur, sistem kekebalan tubuh akan menurun akibat tidak menerima recovery yang biasanya didapat saat tidur. (oleh Jodi Mindell, direktur asosiasi Sleep Center di The Childrens Hospital of Philadelphia, Amerika)

Tidur Cukup Bikin Otak Si Kecil Lebih Encer

Saat kebutuhan tidurnya tercukupi, Si Kecil akan mampu menggunakan 3-4 area otaknya untuk menyelesaikan tugas. (oleh Dennis L. Molfese, Ph.D, peneliti dari The Child Study Center di School of Medicine, Yale University, di New Haven, Connecticut, Amerika)

Itu artinya, saat kebutuhan tidurnya tercukupi, Si Kecil akan mampu berkonsentrasi pada permasalahan yang sedang dia hadapi. Mereka pun cenderung mampu menghasilkan solusi yang lebih tepat, memiliki pertimbangan yang jelas, dan tepat dalam mengambil keputusan.

Peneliti yang cukup alam meneliti jadwal tidur dan tingkat respon anak usia 4 - 8 tahun ini pun menyebut jika anak yang memiliki tidur yang cukup, cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik ketimbang mereka yang kebutuhan tidurnya tidak tercukupi.