Wonder Week, Saat Si Kecil Lebih Sering Menangis dan Rewel

Merries Insight
06 Maret 2019
Umum
Share
Wonder Week, Saat Si Kecil Lebih Sering Menangis dan Rewel

Artikel ini berisi tentang:

  1. Apakah itu wonder week dan kapan fase ini terjadi?
  2. Seperti apa fase lompatan Wonder Week?
  3. 3C Saat Si Kecil Berada di Fase Wonder Week
  4. Cara Mengatasi Rewel Selama Fase Wonder Week

Di awal kehidupannya, Si Kecil akan menjalani beberapa fase kehidupan hingga akhirnya masuk dalam fase anak-anak. Fase ini dimulai dari bayi (baru lahir), batita, balita, hingga masuk ke usia anak-anak. Nah diantara fase tersebut, ada yang disebut dengan wonder week.

Apakah itu wonder week dan kapan fase ini terjadi?

Istilah wonder week dicetuskan pertama kali oleh dua orang dokter peditari asal Belanda, Hetti Van de Rijt, dan suaminya Frans X. Plooj. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan lompatan perkembangan mental Si Kecil dalam kehidupannya.

Di masa wonder week, Si Kecil akan mengalami perubahan yang signifikan pada fungsi otak dan sistem syaraf. Hal ini ditunjukkan dengan melalui kemampuan Si Kecil dalam melakukan atau mempelajari berbagai hal baru, dari mulai bicara, mengungkapkan keinginan dan lainnya.

Sayangnya, menurut penelitian Frans dan Hetti, fase ini akan membuat Si Kecil lebih lengket dengan Moms, dan jauh lebih rewel dari biasanya. Bahkan dalam fase ini, Si Kecil pun akan lebih manja dari biasanya. Misalnya, salah posisi menyusui saja Si Kecil bisa langsung menangis.

Bukan tanpa alasan, kondisi ini disebabkan karena tingginya kecemasan yang dialami Si Kecil akibat tidak mengerti bagaimana cara mengontrol kemampuan barunya tersebut.

Seperti apa fase lompatan Wonder Week?

Seperti dijelaskan di atas, fase wonder week akan terjadi pada 20 bulan pertama dalam kehidupan Si Kecil. fase ini pun datang secara berangsur dengan menghadirkan 10 kali lompatan mental, dan umumnya setiap lompatan mental akan terjadi selama 7-14 hari.

Berikut merupakan fase lompatan mental yang akan terjadi selama masa wonder week.

  1. Lompatan 1, Si Kecil akan membawa kemampuan tersenyum dan melihat objek atau wajah orangtuanya. Fase ini umumnya terjadi di usia 4,5-5,5 minggu.
  2. Lompatan 2, Si Kecil lebih familiar dengan orang sekitar, menoleh ke sumber suara, menegakkan kepala, dan mengamati bagian tubuhnya. Fase ini terjadi di usia 7,5-9,5 minggu.
  3. Lompatan 3, Si Kecil akan mampu mengeluarkan suara tawa, suka mendengarkan suara, tertarik kepada cahaya, dan bisa tengkurap sendiri. Fase ini terjadi di usia 11,5-12,5 minggu.
  4. Lompatan 4, Si Kecil akan mampu mengenali bayangannya di cermin, mampu menggenggam, mengenali namanya, dan memasukkan barang ke mulut. Fase ini terjadi di usia 14,5-19,5 minggu.
  5. Lompatan 5, Si Kecil mampu memahami kata, mengeluarkan 1-2 suku kata, dan melemparkan benda. Fase ini terjadi di usia: 22,5-26,5 minggu.
  6. Lompatan 6, Si Kecil akan mendapatkan kosa kata baru, bisa mengekspresikan emosinya, dan mulai merangkak. Fase ini terjadi di usia: 33,5-37,5 minggu.
  7. Lompatan 7, Si Kecil mampu membuat gestur dengan menunjuk apa yang diinginkannya, dan meniru bahasa tubuh yang sering dilihatnya. Fase ini terjadi di usia 41,5-46,5 minggu.
  8. Lompatan 8, Si Kecil lebih suka mencorat-coret tembok, buku atau bidang lainnya. Dia pun akan menunjukkan minat terhadap objek di sekitarnya. Fase ini terjadi di usia 51,5-54,5 minggu.
  9. Lompatan 9, mampu memiliki keinginan sendiri, mampu menunjukkan emosi (termasuk tantrum dan rasa senang), dan memahami konsep kepelimikan. Fase ini terjadi di usia 59,5-61,5 minggu.
  10. Lompatan 10, mampu menjawab (saat ditanya) dan menjelaskan apa yang dilihat, mampu memahami instruksi, dan mulai mau berbagi. Fase ini terjadi di usia 70,5-76,5 minggu.

Setiap fase wonder week biasanya akan dilanjutkan dengan fase sunny weeks. Dalam fase ini, Si Kecil akan terlihat lebih ceria karena sudah mampu mengenali kemampuan barunya dan dapat mengontrolnya.

3C Saat Si Kecil Berada di Fase Wonder Week

Selama fase wonder week, Moms jangan kaget karena Si Kecil biasanya akan mengalami 3C, yakni :

  • Clinginess atau manja. Dalam fase ini, Si Kecil akan terus menempel kepada Moms demi mencari kenyamanan dan meredakan kecemasan.
  • Crankiness atau rewel. Dalam fase ini, Si Kecil akan mudah terbangun, terutama jika diletakkan di atas kasur. Dia seolah tahu jika Moms jauh darinya, meskipun awalnya sudah tertidur pulas.
  • Crying atau menangis. Karena kemampuan barunya, Si Kecil akan punya lebih banyak keinginan tapi tidak mampu mengungkapkannya, kecuali dengan tangisan.

Selama fase wonder week, tentu Moms akan merasa sangat kerepotan, dan mungkin waktu tidur pun akan terganggu. Jangan khawatir Moms, ini normal dan semua Ibu di dunia ini akan merasakannya.

Cara Mengatasi Rewel Selama Fase Wonder Week

Mengingat ini merupakan kondisi wajar dan pasti terjadi pada kebanyakan bayi, mau tidak mau Moms harus menghadapi kondisi ini dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Cobalah untuk memahami kondisi ini, dan pasti ibu Moms pun dulu pernah merasakannya saat membesarkan Moms.

Berikut merupakan beberapa trik untuk mengatasi Si Kecil yang rewel selama fase wonder week, sekaligus untuk memaksimalkan lompatan kemampuan ini.

  1. Ajak Si Kecil bermain, membacakan dongeng atau buku, dan bernyanyi untuknya. Dekapan dan perlakuan lembut Moms akan membuat Si Kecil merasa tenang dan nyaman.
  2. Jangan terlalu sering meninggalkan Si Kecil, dan usahakan Moms harus selalu ada saat Si Kecil membutuhkan. Biasanya, saat Si Kecil menangis dan Moms lambat merespons, Si Kecil akan lebih gelisah dan makin rewel.
  3. Ajak Si Kecil berkomunikasi, dan ajarkan dia kata-kata sederhana, seperti mama, papa, dan lainnya, dengan intonasi yang diperlambat dan diulang-ulang.
  4. Jika ada kesempatan istirahat, maka istirahatlah bersama Si Kecil, dan konsumsi makanan sehat. Jangan sampai Moms kelelahan, yang malah akan membuat mood Moms memburuk.

Jangan lupa untuk rutin memeriksa kondisi Si Kecil, siapa tahu kondisi rewelnya ini disebabkan karena demam atau kondisi lainnya yang membutuhkan pertolongan medis.