Puting Lecet? Lakukan Ini Agar Bisa Tetap Menyusui

Merries Insight
23 Januari 2018
Kesehatan
Share
Puting Lecet? Lakukan Ini Agar Bisa Tetap Menyusui

Artikel ini berisi tentang:

  1. Apa saja manfaat ASI yang akan didapatkan si Kecil?
  2. Puting lecet, gangguan yang menghalangi pemberian ASI
  3. Apa saja yang menyebabkan puting lecet?
  4. Bagaimana cara tepat untuk mengatasi puting lecet?

Menyusui atau breastfeeding jadi salah satu momen berkesan bagi Moms dan si Kecil. Pasalnya, masa menyusui bukan cuma memenuhi kebutuhan si Kecil akan asupan gizi dan nutrisi, tapi juga mengeratkan emosi antara Moms dengan si Kecil.

Apa saja manfaat ASI yang akan didapatkan si Kecil?

ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan sampai 2 tahun pertama dalam kehidupan si Kecil. Di dalam ASI yang Moms yang asupi pada si Kecil, terdapat gizi dan nutrisi yang aman serta mampu diserap tubuhnya yang masih ringkih. Pemberian ASI secara teratur dan disokong makanan sehat yang Moms konsumsi akan membantu pertumbuhan organ tubuh hingga membangun sistem imun tubuhnya agar si Kecil tidak mudah sakit.

Puting lecet, gangguan yang menghalangi pemberian ASI

Sayangnya, kadang pemberian ASI jadi tidak lancar karena gangguan seperti puting lecet. Akibatnya, Moms dan si Kecil jadi sama-sama kurang nyaman.

Jika terus dibiarkan, si Kecil tidak akan memperoleh gizi dan nutrisi yang dibutuhkan, sementara Moms kurang nyaman karena pasokan ASI melimpah yang tidak dapat dikeluarkan.

Apa saja yang menyebabkan puting lecet?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan lecetnya puting. Antara lain infeksi jamur dikarenakan kontak puting dengan mulut si Kecil yang mengandung jamur. Hal ini akan membuat puting panas, kemerahan, hingga nyeri.

Tersumbatnya saluran susu menjadi faktor lain yang membuat puting lecet. Pasalnya, si Kecil jadi lebih kuat menyedot untuk mendapatkan ASI yang dibutuhkan. Hal tersebut umumnya terjadi karena Moms menerapkan prosedur yang salah saat memompa ASI. Jika terus dibiarkan, puting akan melepuh dan mengeluarkan cairan berwarna bening atau kekuningan.

Bagaimana cara tepat untuk mengatasi puting lecet?

Ada penanganan puting lecet yang dapat diaplikasikan, di antaranya:

  • Berikan jeda saat sedang menyusui. Mengetahui puting lecet sejak dini akan membantu Moms mempercepat penanganannya. Ketika Moms mendapati lecet pada puting, berikan jeda selama 12-24 jam untuk menyembuhkannya. Sementara si Kecil dapat diberikan ASI yang sudah dipompa Moms sebagai antisipasi;
  • Membersihkan puting secara berkala. Kebersihan puting merupakan kunci kenyamanan baik bagi Moms maupun si Kecil. Bersihkan puting sebelum maupun sesudah menyusui. Kebiasaan ini akan menghindari bakteri dan kuman yang menempel dan berisiko menimbulkan puting yang lecet. Pakai air dan kain bersih untuk melakukannya;
  • Jangan berhenti memberikan ASI pada si Kecil. Alih-alih berhenti, Moms lanjutkan kegiatan menyusui saat saluran susu tersumbat. Jika dibiarkan, peradangan atau luka pada puting malah akan semakin parah. Dengan lebih sering menyusui si Kecil, walau tidak terlalu, kemungkinan inflamasi maupun lecet pun ikut berkurang;
  • Redakan memakai air hangat. Kompres puting yang sakit atau lecet menggunakan air hangat. Mengoleskan sedikit ASI pada puting sebelum atau sesudah menyusui pun akan membuat Moms lebih nyaman saat memberikan air susu kepada si Kecil. kebiasaan ini akan melindungi puting dari serangan kuman penyebab penyakit;
  • Terapkan teknik melepas isapan. Ketika si Kecil menggigit puting di tengah menyusui, Moms usahakan melepasnya perlahan tanpa harus mengejutkan atau membuat si Kecil menangis. Cara yang dapat Moms terapkan adalah memasukkan kelingking ke sudut mulut si Kecil atau perlahan menarik dagunya untuk membukakan mulut supaya Moms bisa mengeluarkan puting;
  • Ketahui posisi menyusui yang tepat. Posisi menyusui yang salah ternyata mempengaruhi kondisi puting. Selama breastfeeding, pastikan si Kecil bukan hanya mengisap puting, tetapi juga areola payudara. Menyusui dalam posisi tiduran kurang disarankan karena akan membahayakan Moms maupun si Kecil;
  • Pastikan puting mendapatkan perawatan. Terakhir, jangan lupa untuk merawat puting Moms sebaik mungkin. Apalagi selama menyusui, karena ada kontak dengan mulut si Kecil. Agar tidak cepat kering atau pecah-pecah, oleskan pelembap alami seperti minyak kelapa murni. Kebiasaan sederhana ini akan membuat Moms maupun si Kecil nyaman saat breastfeeding.

Itulah pemaparan seputar puting lecet dan cara-cara mengatasinya yang dapat Moms praktikan di rumah. Namun, apabila kondisi puting semakin parah, segera periksakan diri Moms ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.