Bukan Digangguin Mahluk Halus. Ini Penyebab Si Kecil Menangis di Tengah Malam!

Merries Insight
17 Desember 2018
Umum
Share
Bukan Digangguin Mahluk Halus. Ini Penyebab Si Kecil Menangis di Tengah Malam!

Artikel ini berisi tentang:

  1. Kolik, Penyebab Si Kecil Menangis di Tengah Malam!
  2. Apa Penyebab Kolik?
  3. Bagaimana Cara Mengatasinya?
  4. Akunpunktur Bisa Atasi Kolik

Konon Si Kecil bisa merasakan kehadiran mahluk halus di sekitarnya. Jika Si Kecil terlihat anteng main sendiri, itu artinya dia sedang diajak main oleh leluhurnya. Sementara jika dia menangis dan sulit didiamkan, mahluk halus sedang mengganggunya. Apalagi jika ini terjadi di tengah malam!

Kolik, Penyebab Si Kecil Menangis di Tengah Malam!

Ternyata bukan karena mahluk halus. Menangis berlebihan di tengah malam umumnya disebabkan karena kolik. Kondisi ini ditandai dengan tangisan yang sangat keras, dan sulit reda (bisa terjadi hingga 3 jam, atau bahkan seharian penuh).

Kolik biasanya terjadi saat Si Kecil berusia sekitar 3 minggu, dan akan sering terjadi saat dia berusia antara 4-6 minggu. Setelah 6 minggu, kolik akan mulai berkurang, dan menghilang saat dia berusia 12 minggu. (oleh Ronal Barr, MDCM., FRCPC, ahli perilaku bayi di Universitas British Columbia, Kanada).

Apa Penyebab Kolik?

Kebanyakan orangtua merasa khawatir, bahkan kerap merasa bersalah saat kolik terjadi. Padahal kolik merupakan kondisi normal dan merupakan bagian dari tumbuh kembang Si Kecil. ( oleh Marc Weissbluth, MD, dokter spesialis anak, sekaligus penulis buku “Your Fussy Baby”)

Mengenai penyebabnya, beberapa percaya jika kolik berkaitan dengan masuk angin atau gangguan sistem pencernaan dan gas berlebih di saluran cerna. Selain itu, ada pula yang percaya jika kolik berkaitan dengan rasa tidak nyaman terhadap lingkungan, kondisi cuaca, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.

Meskipun begitu, hingga kini belum ada penelitian yang berhasil membuktikannya. Bahkan terkadang kolik datang secara tiba-tiba, tanpa ada gejala atau kondisi tertentu.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kolik memang fenomena yang mendunia, dan para peneliti sudah cukup lama mencari penyebab dan solusi dari masalah ini. Salah satunya penelitian yang dilakukan di Amerika, yang menyebut jika lactobacillus reuteri, atau bakteri sehat yang terdapat dalam suplemen yang Mom konsumsi, bisa menurunkan tingkat tangis Si Kecil hingga 95%. 

Selain itu, dilansir dalam parenting, ada beberapa hal lainnya yang bisa Mom lakukan untuk mengatasi masalah kolik, diantaranya :

  1. Pastikan kebutuhan Si Kecil terpenuhi, jangan sampai dia tidur dalam kondisi lapar, diapersnya dalam kondisi basah, terlalu lama menunggu untuk disusui, dan kondisi lainnya yang menyebabkan ketidaknyamanan.
  2. Peluk Si Kecil agar dia merasa nyaman. Lakukan kontak skin to skin, misalnya membiarkan tangan Si Kecil menggenggam jari Mom, dan sebaliknya.
  3. Usap-usap punggungnya sambil mendekapnya dengan erat. Mom pun bisa mengayun-ayunkan Si Kecil sambil menyanyikan atau memutar lagu favoritnya.

Yang paling penting, Mom harus tetap tenang. Selain itu, jangan melakukan perlawanan gerakan saat Si Kecil coba berontak. Ikuti saja gerakannya, sambil Mom terus berusaha menenangkannya!

Akunpunktur Bisa Atasi Kolik

Dalam penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Lund University, Swedia, terhadap 147 bayi berusia 2-10 minggu yang menangis lebih dari 3 jam setiap harinya, menemukan fakta jika akupunktur efektif untuk menurunkan intensitas kolik hingga 49 persen.

Sayang tidak ada penjelasan kenapa akupunktur bisa mengatasi kolik. Tapi yang jelas, penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal ini bukan penelitian pertama yang memberikan klaim keberhasilan mengatasi kolik, tanpa menyertakan penjelasan ilmiahnya.

Dengan kata lain, kolik hingga kini masih jadi misteri dan Mom harus melakukan banyak cara untuk mengatasinya, dan akupunktur mungkin bisa dicoba. Bagaimana menurut Mom?