Benarkah Sayuran Bikin Kemampuan Matematika Si Kecil Menurun?

Merries Insight
23 Januari 2018
Umum
Share
Benarkah Sayuran Bikin Kemampuan Matematika Si Kecil Menurun?

Artikel ini berisi tentang:

  1. Kaitan antara zat besi dengan tumbuh kembang si Kecil
  2. Apakah sayur mengurangi kemampuan matematika si Kecil?
  3. Kombinasi makanan yang menunjang penyerapan zat besi
  4. Bagaimana agar kemampuan matematika si Kecil membaik?

Membahas tentang tentang MPASI (makanan pendamping ASI), Moms dan Dads pastinya akan memberi sumber gizi dan nutrisi terbaik buat si Kecil. Dari sekian jenis makanan yang tersedia, buah dan sayur merupakan santapan yang paling sering dihidangkan. Sejumlah sayur dan buah seperti kentang, bayam, dan alpukat dihaluskan sedemikan rupa supaya si Kecil mudah mengonsumsinya.

Kaitan antara zat besi dengan tumbuh kembang si Kecil

Walau sayur dan buah kaya akan gizi dan nutrisi, tetapi Moms dan Dads tetap harus cermat saat memilih jenis makanan ini buat si Kecil. Pasalnya, beberapa jenis sayur, kacang-kacangan, hingga gandum malah berpotensi menghambat proses penyerapan zat besi di tubuh si Kecil karena adanya antinutrien (oleh Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A.(K). Kacang hijau, kedelai, wortel, kentang, walnut, kacang tanah, dan jagung adalah segelintir contohnya.

Apakah sayur mengurangi kemampuan matematika si Kecil?

Zat besi memiliki kontribusi terhadap kemampuan matematika si Kecil. Jika si Kecil kurang cepat memahami matematika atau nilainya berada di bawah rata-rata, kurangnya asupan zat besi bisa jadi salah satu penyebabnya (oleh Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A.(K). Selain itu, si Kecil juga berisiko terkena anemia dan kondisi tubuh yang lemah untuk anak seusianya. dr. Damayanti menjelaskan bila si Kecil membutuhkan setidaknya 100 gram zat besi per hari. Bila Moms hanya memberikan buah sebagai MPASI—misalnya alpukat yang memiliki 0,6 mg zat besi—berarti si Kecil harus mengonsumsi kurang lebih 2 kilogram alpukat setiap harinya.

Bagaimana dengan sayuran? Seperti yang telah disinggung, sejumlah sayur-mayur berpotensi menahan laju penyerapan zat besi pada tubuh si Kecil. Hal ini tentunya akan membuat kebutuhan si Kecil terhadap zat besi tidak terpenuhi. Sementara si Kecil memerlukan kualitas kehidupan terbaik selama seribu hari pertama untuk sepanjang hidupnya.

Kombinasi makanan yang menunjang penyerapan zat besi

Di sisi lain, Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A.(K) juga mengutarakan, sayur-mayur tetap bisa Moms berikan sebagai MPASI. Hanya saja, Moms harus mengombinasikannya dengan makanan lain seperti ikan dan daging merah supaya proses penyerapan zat besi si Kecil terbantu. Untuk hasil terbaik dan akurat, Moms disarankan berkonsultasi dengan dokter anak maupun ahli gizi terpercaya.

Bagaimana agar kemampuan matematika si Kecil membaik?

Selain menjaga asupan gizi dan nutrisi, ada cara-cara lain yang dapat Moms terapkan agar kemampuan matematika si Kecil terjaga dan membaik. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

  • Buat matematika jadi pelajaran menyenangkan. Kesan matematika sebagai mata pelajaran menyeramkan sebenarnya timbul dari suasana yang dibangun di kelas maupun tempat les. Maka solusi paling tepat untuk mengubah citra matematika adalah belajar dalam suasana nyaman, santai, sekaligus interaktif. Misalnya memanfaatkan angka-angka panca warna di kamar. Lantas di sekolah, guru dapat mengonsep matematika dalam permainan menyenangkan;
  • Meningkatkan motivasi si Kecil. Langkah selanjutnya yang dapat Moms terapkan adalah lewat meningkatkan motivasi si Kecil supaya dia minatnya terhadap matematika tumbuh. Kenalkan si Kecil pada tokoh-tokoh penting dan berjasa dalam bidang tersebut. Dengan begitu, si Kecil akan tahu kalau matematika merupakan pelajaran penting yang dapat membantunya saat bekerja atau mengembangkan talenta yang dimilikinya;
  • Mengungkap fakta menarik seputar matematika. Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, matematika tidak terlepas dari fakta-fakta menarik yang akan mencuri atensi si Kecil. Moms bisa memulainya dari hal-hal kecil, misalnya mengajaknya berbelanja. Katakan pada si Kecil bahwa menghitung membantunya memperkirakan anggaran kebutuhan sehari-hari atau jajanan yang si Kecil inginkan;
  • Memupuk rasa percaya diri si Kecil. Kadang, si Kecil kesulitan menghadapi matematika karena merasa tidak sanggup mengerjakan soal hitung-menghitung. Dalam hal ini, Moms perlu memberi bantuan dengan memupuk kepercayaan dirinya. Lepas sejumlah anggapan yang membebani si Kecil saat memahami matematika. Langkah ini bakal memudahkannya mempelajari materi yang diberikan guru maupun tempat les;

Demikian penjelasan seputar hubungan sayuran dengan kemampuan matematika si Kecil. Dari informasi ini, Moms dan Dads pada akhirnya tahu kalau kombinasi makanan dan pola asuh memberikan pengaruh terhadap kemampuan si Kecil dalam memahami sesuatu seperti matematika.